Ahli Gizi Rita Ramayulis Bagikan 5 Tips Diet Sehat Anti Lapar untuk Cegah Obesitas, Berani Coba?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 09 Maret 2023 | 09:15 WIB
Ahli Gizi Rita Ramayulis Bagikan 5 Tips Diet Sehat Anti Lapar untuk Cegah Obesitas, Berani Coba?
ilustrasi tips diet. (freepik.com)

Suara.com - Obesitas merupakan penyakit yang bisa mengancam kesehatan masyarakat termasuk di Indonesia. Hingga saat ini, obesitas masih menjadi permasalahan global yang berdampak pada 2 miliyar manusia di seluruh dunia.

Berangkat dari fenomena tersebut, Rita Ramayulis seorang ahli gizi membagikan 5 tips diet sehat anti lapar agar terhindar dari obesitas yang harus Anda ketahui.

Dalam kurun waktu 10 tahun telah terjadi peningkatan penderita obesitas yang cukup signifikan. Dari 10,5 persen di tahun 2007 meningkat sampai 21,8 persen pada tahun 2018. Obesitas tak cuma berdampak pada kesehatan fisik, melainkan juga tatanan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Obesitas menjadi salah satu pemicu resiko meningkatnya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, kanker dan penyakit metabolik pun non-metabolik yang dapat mengancam nyawa atau kematian.

Dituliskan pada laman deskripsi webinar yang berjudul “Kenali, Cegah, dan Atasi Obesitas untuk Hidup Lebih Sehat dan Produktif -HOS 2023”, setidaknya 5,87 persen kematian disebabkan oleh komplikasi obesitas dengan kardiovaskular dan 1,84 persen kematian akibat komplikasi ginjal dan diabetes.

1. Mengurangi Nasi Putih dan Menambahkan Porsi Sayur

Faktanya 100gr nasi putih mengandung 175 kalori dengan indeks glikemik yang tinggi. Glikemik yang terlalu tinggi akan dicerna tubuh menjadi lemak, hal ini yang memicu tubuh menjadi cepat lapar. Sebaiknya, kurangi porsi nasi putihmu dengan menambahkan porsi sayur.

Sayur akan memberikan volume lebih banyak pada lambung sehingga tubuh menjadi kenyang lebih lama. Sayur juga dapat membuat gula pada nasi akan diserap perlahan, mencegah kembalinya kolesterol ke hati, membuang kelebihan lemak dan menjaga keseimbangan pH darah.

2. Mengganti Jenis Nasi

Anda juga bisa langsung mengganti jenis nasi dengan nasi basmati, nasi merah atau nasi hitam yang mengandung indeks glikemik lebih rendah. Ada pun nasi shirataki yang tak mengandung kalori juga cocok dijadikan sebagai pengganti nasi putih.

Selain itu, pengganti nasi lainnya bisa didapatkan dari umbi-umbian seperti kentang, ubi jalar, dan jagung. Umbi-umbian mengandung mineral, vitamin, indeks glikemik dan kalori yang rendah namun tetap baik bagi tubuh.

3. Memodifikasi Makanan yang Digoreng

Sudah menjadi rahasia umum bahwa makanan yang digoreng mengandung tinggi kalori dan lemak yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan sampai obesitas. Anda dapat mengatasi kalori yang berlebih itu dengan cara memodifikasi makanan.

Caranya bisa dari tidak menggunakan tepung ketika akan menggoreng dan meniriskan minyak dengan tepat (meletakkan pada tisu atau memeras gorengan).

4. Mengganti Teknik Pengolahan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Masih Ingat Wanita yang Miliki Bobot 317 Kg? Kini Perubahannya Bikin Pangling

Masih Ingat Wanita yang Miliki Bobot 317 Kg? Kini Perubahannya Bikin Pangling

| Selasa, 07 Maret 2023 | 22:07 WIB

Memilih Makanan yang Tepat Selama Puasa: Rekomendasi Ahli Diet Klinis

Memilih Makanan yang Tepat Selama Puasa: Rekomendasi Ahli Diet Klinis

| Senin, 06 Maret 2023 | 20:00 WIB

Intip 6 Tips Diet Sehat saat Puasa Ramadan, Auto Sukses Bikin Langsing!

Intip 6 Tips Diet Sehat saat Puasa Ramadan, Auto Sukses Bikin Langsing!

Your Say | Senin, 06 Maret 2023 | 13:05 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB