Tes Kesehatan Ini Harus Dilakukan Bayi Prematur, Tidak Sekadar Masuk Inkubator!

Bimo Aria Fundrika, Lilis Varwati

Senin, 24 Juli 2023 | 13:30 WIB
Tes Kesehatan Ini Harus Dilakukan Bayi Prematur, Tidak Sekadar Masuk Inkubator!
Ilustrasi bayi yang sedang mengalami sembelit (Freepik/freepik)

Suara.com - Bayi prematur harus segera jalani sejumlah pemeriksaan fisik untuk memastikan fungsi organnya berjalan baik. Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Anak dr. Setya Dewi Lusyati, Sp. A., mengatakan kalau pemeriksaan itu bahkan harus dilakukan secara berkala sampai usia bayi cukup dan fungsi organnya baik.

Dikatakan bayi prematur apabila lahir sebelum usia kehamilan masuk minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir. Kondisi itu terjadi ketika kontraksi rahim mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks) sehingga membuat janin memasuki jalan lahir.

"Untuk bayi prematur diperlukan pemeriksaan tambahan yang akan diulang secara berkala, seperti rontgen untuk melihat kemampuan paru, USG kepala untuk melihat ada-tidaknya perdarahan otak, magnetic Resonance Imaging (MRI) dilakukan jika ditemukan kelainan pada otak hasil dari USG kepala, USG jantung," kata dokter Setya dalam keterangan persnya, Rabu (19/7/2023). 

Ilustrasi bayi di ruangan ber-AC (Unsplash/Khoa Pham)
Ilustrasi bayi di ruangan ber-AC (Unsplash/Khoa Pham)

Selain itu, perlu juga ada pengecekan fungsi mata untuk melihat vaskularisasi atau suplai oksigen dan nutrisi, terlebih pada bayi dengan riwayat pernah mendapat bantuan oksigen. Selanjutnya, pemeriksaan pendengaran yang dilakukan sebelum bayi keluar dari rumah sakit, rvaluasi tumbuh kembang hingga usia dua tahun. Selebihnya, pemeriksaan lain sesuai dengan kondisi klinis bayi.

Meski begitu, menurut dokter Setya, tidak semua gangguan perlu langsung mendapat tindakan atau bahkan tidak memerlukan tindakan pada bayi baru lahir. 

"Kelainan jantung, misalnya, ada yang membaik dengan sendirinya pada usia satu tahun. Kalau pun perkembangan ke arah memburuk, tindakan dilakukan saat berat bayi mencapai tiga kilogram. Begitu pula dengan kelainan testis, pemantauan hingga usia 2-4 bulan, dan hernia sampai lebih dari usia 4 bulan," jelasnya.

Meski bayi lahir cukup bulan oun tetap perlu dilakukan sejumlah pemeriksaan kesehatan. Tindakan itu dilakukan untuk mencegah maupun mengatasi lebih cepat bila ada masalah kesehatan pada anak. Dokter Setya mengatakan bahwa pemeriksaan pertama yang dilakukan berupa pemeriksaan fisik. 

"Pemeriksaan yang meliputi pemeriksaan jenis kelamin, pengukuran berat dan panjang badan, serta ada-tidaknya kelainan bawaan yang terlihat secara kasat mata ini idealnya dilakukan di hadapan orang tua.  Memasuki usia 48 jam, beberapa pemeriksaan lain pun perlu dilakukan," kata dokter Setya dalam keterangan persnya, Selasa (18/7/2023).

Pemeriksaan lain itu di antaranya:

1. Fungsi tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH) 

Tes TSH dilakukan dengan pengambilan darah. Kekurangan tiroid dapat mengganggu pertumbuhan fisik dan kemampuan mental secara perlahan. Jika diketahui ada gangguan dari pemeriksaan ini, pengobatan dapat dilakukan sebelum bayi berusia satu bulan 

2. Fungsi enzim Glucose-6-Phosphate Dehydrogenase (G6PD)

Pada masyarakat Asia, khususnya Asia Timur, risiko kekurangan enzim lebih tinggi. Kondisi itu menyebabkan sel darah merah lebih cepat pecah dibanding pembentukannya, sehingga menyebabkan anemia dan mudah kuning.

3. Kelainan jantung bawaan biru

Dilakukan dengan pemeriksaan saturasi oksigen pada jari atau tangan kanan. Jika saturasi di bawah 90 persen, diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa echocardiography (USG jantung) untuk memastikan ada atau tidaknya kelainan pada jantung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Baru Lahir Perlu Jalani 3 Tes Kesehatan Ini, Gunanya Buat Apa?

Bayi Baru Lahir Perlu Jalani 3 Tes Kesehatan Ini, Gunanya Buat Apa?

Health | Sabtu, 22 Juli 2023 | 19:10 WIB

Rekomendasi 50 Nama Bayi Dari Huruf E Diambil Dari Bahasa Sansekerta

Rekomendasi 50 Nama Bayi Dari Huruf E Diambil Dari Bahasa Sansekerta

Lifestyle | Sabtu, 22 Juli 2023 | 09:33 WIB

3 Cara Mengurus BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

3 Cara Mengurus BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir

News | Jum'at, 21 Juli 2023 | 16:22 WIB

Terkini

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Dorong Pola Makan Seimbang, Konsumsi Buah dan Sayur Masih Jadi Tantangan di Indonesia

Health | Kamis, 11 Juni 2026 | 21:51 WIB

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB