Viral Bayi Usia 1 Hari Masuk NICU Karena Diberi Air Mineral, IDAI Ingatkan Anak Baru Lahir Hanya Boleh Minum ASI

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Senin, 07 Agustus 2023 | 13:12 WIB
Viral Bayi Usia 1 Hari Masuk NICU Karena Diberi Air Mineral, IDAI Ingatkan Anak Baru Lahir Hanya Boleh Minum ASI
Ilustrasi bayi yang sedang mengalami sembelit (Freepik/freepik)

Suara.com - Bayi berusia satu hari harus dibawa ke rumah sakit dan langsung dirawat di ruangan NICU akibat diberi minum air mineral oleh keluarganya. Kejadian itu dibagikan oleh seorang bidan di Bogor yang membagikan momen tersebut lewat akun TikTok @nurullftra pada 29 Juli lalu.  

Dalam video yang diunggahnya nampak bayi sudah dalam kondisi batuk-batuk juga bibir membiru. Padahal ketika dilahirkan, bayi dalam kondisi sehat. Namun, lantaran ASI ibunya tidak kunjung keluar, rupanya nenek si bayi berinisiatif memberikan air mineral kepada cucunya. 

Setelah mengalami kejadian tersebut, bayi itu langsung dirujuk untuk pemasangan oksigen. Kemudian dibawa ke RSUD karena ternyata air yang diminumkan justru masuk ke dalam paru-parunya.

Ilustrasi Ibu sedang menyusui.[Pixels/martproduction]
Ilustrasi Ibu sedang menyusui.[Pixels/martproduction]

Menanggapi kejadian tersebut Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Naomi Esthernita, Sp.A(K)., menegaskan bahwa hanya ASI yang menjadi makanan paling ideal bagi bayi baru lahir. Sehingga, bayi seharusnya tidak boleh diberikan apa pun selain ASI. 

Kalaupun ASI belum keluar dari payudara ibu pasca melahirkan, dokter Naomi mengatakan bahwa hal tersebut normal saja.

"Bayi yang baru lahir sebenarnya makanan paling cocok itu ASI. Kalau hari pertama, kedua ASI belum keluar, jangan panik, karena memang sesuai dengan fisiologi. Karena ada namanya proses laktogenesis. Biasanya laktogeneaia kedua mulai 30 sampai 40 jam setelah melahirkan," jelas dokter Naomi dalam temu media IDAI secara daring, Senin (7/8/2023).

Laktogenesis merupakan proses pembentukan awal ASI yang terjadi pada ibu baru lahir. Bila, ASI baru keluar beberapa tetes setelah melahirkan, dokter Naomi menyampaikan agara ibu si bayi juga keluarganya tidak perlu khawatir. 

Bayi juga tidak perlu diberikan makanan maupun minuman lain, apalagi tanpa arahan dokter. Ia menyarankan, sebaiknya bayi harus terus disusui secara langsung meski ASI yang keluar masih sedikit.

"Dengan ibu menyusui langsung itu sebenarnya menstimulasi hormon. Nanti di hari ketiga, keempat, ASI harusnya banyak. Jadi tidak perlu diberi apa pun, baik air putih atau susu formula," tegasnya.

Kalau pun berat badan bayi agak turun sejak awal kelahirannya, itu juga termasuk kondisi normal, lanjut dokter Naomi. Asalkan, keluarga juga dokter yang menanganinya terus memantau tumbuh kembang si bayi.

"Kalau pun berat badannya turun, tapi kadar gula darah normal, itu gak apa-apa. Jangan buru-buru langsung kasih susu formula atau lengganti yang lain. Terus saja disusui," pesannya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bayi Siap Launching 3 Bulan Lagi, Denise Chariesta Sumpahin JK: Doa Bumil Tembus ke Langit

Bayi Siap Launching 3 Bulan Lagi, Denise Chariesta Sumpahin JK: Doa Bumil Tembus ke Langit

Entertainment | Sabtu, 05 Agustus 2023 | 16:03 WIB

Audi Marissa Kaget Suaminya Bisa Pijat Laktasi saat Menyusui Anaknya, Apa Itu dan Gimana Caranya

Audi Marissa Kaget Suaminya Bisa Pijat Laktasi saat Menyusui Anaknya, Apa Itu dan Gimana Caranya

Lifestyle | Jum'at, 04 Agustus 2023 | 10:48 WIB

Bersetubuh saat Istri Menyusui, Boleh atau Tidak Ya Memainkan Payudaranya?

Bersetubuh saat Istri Menyusui, Boleh atau Tidak Ya Memainkan Payudaranya?

Lifestyle | Kamis, 03 Agustus 2023 | 18:11 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB