Kenali Gejala Penyakit Jantung Anak yang Bisa Berakibat Fatal

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Minggu, 10 September 2023 | 08:43 WIB
Kenali Gejala Penyakit Jantung Anak yang Bisa Berakibat Fatal
Ilustrasi jantung (Elements Envato)

Suara.com - Banyak orang menggangap bahwa penyakit jantung hanya terjadi pada orang dewasa. Meski deikian,  dokter Spesialis Anak dan Konsultan Jantung Anak dari Siloam Hospitals Manado, dr. David Waworuntu, SpA(K), mengingatkan bahwa anak juga bisa terkena penyakit jantung bawaan.

Kondisi ini merupakan keturunan yang sudah didapat sejak dalam kandungan dan akan aktif saat bayinya lahir.

"Penyakit jantung akibat turunan pada usia anak dapat terdeteksi sejak bayi dilahirkan atau menginjak balita pun saat remaja. Ada pula terdeteksi saat usia dewasa. Namun berbeda pada penyakit jantung secara umum pada orang dewasa karena pola hidup yang tidak sehat", ungkap David Waworuntu, dalam keterangannya baru-baru ini. 

Ilustrasi anak sakit (Freepik/freepik
Ilustrasi anak sakit (Freepik/freepik

Penyakit jantung pada usia anak merupakan kondisi medis yang melibatkan masalah dengan struktur atau fungsi jantung sejak lahir atau yang berkembang pada masa pertumbuhan.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, setiap tahunnya sekitar 12 ribu bayi yang menderita penyakit jantung kongestif. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 6.000 anak yang mendapatkan penanganan, sementara sisanya belum dapat tertangani yang kemudian berujung kepada kematian.

Ia menjelaskan, penyakit jantung pada anak, yang juga dikenal sebagai cacat jantung bawaan, terjadi karena adanya gangguan dalam perkembangan jantung selama kehamilan atau dalam beberapa kasus dapat berkembang setelah kelahiran.

"Penyebab pastinya kerap tidak diketahui dengan pasti, hanya saja beberapa faktor dapat berkontribusi, yaitu faktor genetik, peran lingkungan, akibat infeksi dan Imunologis", tutur David.

Dalam hal ini orang tua juga berperan penting menjaga anak agar memiliki jantung yang sehat terlebih memerhatikan pola hidup sang Ibu pada saat mengandung, yang seharusnya konsisten menjaga asupan gizi termasuk menghindari kebiasaan buruk merokok, minum alkohol dan lainnya yang dapat mempengaruhi kesehatan bayi di masa kehamilan.

Gejala dan Penanganan

Ia juga menjelaskan  gejala penyakit jantung pada anak yang memiliki dua hal, yaitu yang tidak kebiruan atau tidak terlihat secara langsung dan ada pula yang kebiruan yang terlihat secara langsung bahwa anak memiliki luka kebiruan pada bibir, jari tangan, kulit dan kuku sejak dilahirkan.

"Untuk gejala yang tidak kebiruan ini baru akan kelihatan nanti begitu anak masuk usia balita, terdapat beberapa gejala yaitu minum susu atau nafsu makan tidak bagus, berat badan susah naik, kontinyu mengalami gejala influenza yaitu batuk pilek yang jika tidak diobati dia akan mudah terinfeksi saluran pernapasan pun telapak tangan akan mudah berkeringat walaupun tidak beraktivitas", ungkap David di hadapan puluhan peserta edukasi.

Pada penanganan penyakit jantung anak ini, orang tua harus berperan memantau tumbuh kembang anak dan jika merasakan gejala penyakit jantung seperti yang sudah disebutkan maka segera periksa ke dokter umum anak agar mendapatkan deteksi yang jelas, apakah perlu dikonsultasikan lebih dengan dokter jantung atau tidak.

"Penanganan penyakit jantung pada anak ini memang harus dikonsultasikan dengan dokter jantung anak supaya dapat diberikan tindakan yang tepat seperti operasi atau ada tindakan lainnya sesuai dengan kondisi jantung. Karena hanya ada sedikit obat rutin yang dapat membantu penyembuhan pada penyakit jantung ini", imbuh David menjelaskan.

Sangat disarankan untuk melakukan deteksi dini jantung pada anak sehingga dapat dilakukan pencegahan dini dan pengobatan dini demi tumbuh kembang dan kehidupan si anak yang lebih baik", pungkas dr. David Waworuntu, Sp.A (K)., yang jadwal prakteknya bisa dilihat lengkap melalui aplikasi MySiloam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Luna Maya dan Maxime Bouttier Makin Mesra, Netizen Doakan Segera Nikah dan Punya Anak!

Luna Maya dan Maxime Bouttier Makin Mesra, Netizen Doakan Segera Nikah dan Punya Anak!

Lifestyle | Sabtu, 09 September 2023 | 17:30 WIB

Cara Lakukan Bantuan Hidup Dasar Pada Korban Henti Jantung, Bisa Selamatkan Nyawa

Cara Lakukan Bantuan Hidup Dasar Pada Korban Henti Jantung, Bisa Selamatkan Nyawa

Health | Minggu, 03 September 2023 | 10:27 WIB

Nyeri Ulu Hati karena Asam Lambung atau Sakit Jantung, Bagaimana Membedakannya?

Nyeri Ulu Hati karena Asam Lambung atau Sakit Jantung, Bagaimana Membedakannya?

Health | Sabtu, 02 September 2023 | 11:35 WIB

Terkini

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB