Agar Bahagia di Akhir Hayat, Ini Cara Rawat Pasien Kanker Stadium Akhir di Rumah

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 26 September 2023 | 07:15 WIB
Agar Bahagia di Akhir Hayat, Ini Cara Rawat Pasien Kanker Stadium Akhir di Rumah
ilustrasi perawatan paliatif pasien kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Penanganan kanker tidak sebatas hanya pencegahan dan pengobatan, sisi perawatan paliatif atau akhir hayat pasien kanker harus diperhatikan. Gimana ya cara merawat pasien kanker stadium akhir di rumah?

Paliatif adalah perawatan pasien dan keluarganya dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Ditujukan untuk menambah kualitas hidup serta mengurangi rasa sakit jelang hari akhir, dengan tetap memperhatikan psikologis dan spiritual pasien.

Fakta menarik diungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam Hematologi Onkologi Medik, dr. Ronald Alexander Hukom, Sp.PD-KHOM umumnya pasien paliatif sudah tidak lagi dirawat di rumah sakit, tapi dipulangkan ke rumah.

Meski jelang akhir hayat, dr. Ronald tetap memastikan pasien kanker akan dapat perawatan oleh tim paliatif, meski harus mengunjungi rumah pasien dan tetap dilakukan pemantauan.

"Ini karena banyak mungkin ini yang lebih nyaman di rumah, hari-harinya tidak mau di rumah sakit. Jadi kayak dharmais itu tim paliatifnya bagus, kunjungan rumah. Bahkan mengawasi infus yang masih diperlukan, itu dilakukan di rumah," ujar dr. Ronald kepada suara.com, saat konferensi pers Kegiatan Ilmiah ROICAM 10 di Shangri-La, Sabtu (23/9/2023).

Dokter yang berpraktek di RS Kanker Dharmais ini menambahkan, alasan lainnya pasien paliatif tidak dirawat di rumah sakit, karena umumnya pasien punya waktu lebih lama. Sehingga kamar atau tempat tidur RS diberikan pada pasien yang sudah mengantre.

konferensi pers Kegiatan Ilmiah ROICAM 10 di Shangri-La, Sabtu (23/9/2023). (Dini/Suara.com)
konferensi pers Kegiatan Ilmiah ROICAM 10 di Shangri-La, Sabtu (23/9/2023). (Dini/Suara.com)

"Biasanya kita kalau paliatif lebih nyaman ya di rumah," jelasnya.

Berikut ini tips merawat pasien kanker stadium akhir di rumah yang perlu diperhatikan:

1. Pasien Tetap Butuh Obat dan Kemoterapi

baca juga

Meski sudah tidak lagi di rumah sakit bukan berarti pasien tidak membutuhkan obat, kata dr. Ronald pasien umumnya akan diberikan obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakitnya.

Bahkan tidak jarang masih harus mendapatkan kemoterapi, agar kanker sudah menyebar tapi tidak terlalu mengganas. Tapi sudah tidak lagi dilakukan operasi atau pembedahan, yang membuat pasien kesakitan.

"Kadang obat kemo tetap ada yang paliatif. Jadi kita kecilin deh (sel kanker) di tempat yang paling mengganggu dia. Atau disinar, tapi intinya membuat senyaman mungkin sampai hari terakhir," ungkap dr. Ronald.

2. Perhatikan Makanan

Menurut dr. Ronald agar pasien kanker stadium akhir di merasa nyaman, disarankan tidak terlalu memantang makanan yang ingin disantap, tapi tetap diminta tidak terlalu berlebihan.

"Masih perlu diperhatikan makanan, jadi lebih ke keluarganya, membantu bagaimana hari-hari akhir si pasien tetap nyaman. Intinya paliatif membuat pasien bahkan sampai di hari terakhirnya tidak terlalu menderita," jelas dr. Ronald.

3. Tetap Mengakses Program Paliatif

Saat ini di kota-kota besar, beberapa rumah sakit menyediakan program home care untuk pasien paliatif, yaitu di mana tenaga kesehatan khusus tim paliatif akan menangani pasien kanker stadium akhir di rumah. Tujuannya meskipun masih dilakukan perawatan, tapi pasien bisa tenang jelang akhir masanya.

Ilustrasi perawatan paliatif untuk pasien kanker. (Pexels)
Ilustrasi perawatan paliatif untuk pasien kanker. (Pexels)

"Harap bekerjasama dengan rumah sakit yang mempunyai program Paliatif, ada home care namanya. Nah itu nanti ada yang datang, baik pelawat, relawan maupun dokter. Karena keluarga kan awam, bagaimana cara ngebalikin (pasien), nanti mau diputar, salah malah batuk-batuk," jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hemato-Onkologi Medik, Prof. Dr. dr. Aru W. Sudoyo, SpPD-KHOM.

Sementara itu Perhimpunan Hematologi Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia Provinsi DKI Jakarta (PERHOMPEDIN Jaya) berinisiatif menyelenggarakan The Role of Internist in Cancer Management (ROICAM) yang diadakan sejak tahun 2012.

Tahun ini tepat satu dekade pelaksanaan ROICAM dan dengan berakhirnya pandemi Covid-19, kegiatan ROICAM 10 diselenggarakan di 2 tempat, yaitu workshop yang bertempat di RS Kanker Dharmais dan Simposium yang bertempat di Hotel Shangrila Jakarta.

Penyelenggaraan ROICAM 10 dimulai dengan workshop dengan berbagai topik yang meliputi Nutrisi pada Pasien dengan Kanker, Tatalaksana Trombosis pada Kanker, Manajemen Infeksi pada Kanker dan Persiapan serta Penanggulangan Efek Samping akibat Kemoterapi.

Simposium pada ROICAM 10 terdiri dari 14 simposium yang dimulai dengan Plenary Lecture, simposium paralel, lunch dan dinner simposium yang mengangkat topik mulai dari kanker payudara, kanker paru, kanker usus besar, kanker nasofaring, limfoma, hingga penggunaan precision medicine Car –T Cell pada tatalaksana Limfoma yang agresif.

Acara ROICAM 10 menghadirkan pembicara dari luar negeri yaitu Prof.Peter Gibbs, MBBS, FRACP, MD dari St.Vincent Private Hospital Melbourne, Dr. Jittakarn Mitisubin dari Bangkok Hospital, Dr.Lim Zi Yi dari RS Mount Elizabeth Singapura serta Prof. Dong-Wook Kim, M.D, Ph.D Eulji University Korea.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keutamaan Melakukan Skrining Kanker Payudara: Lindungi Kesehatan Perempuan di Indonesia

Keutamaan Melakukan Skrining Kanker Payudara: Lindungi Kesehatan Perempuan di Indonesia

Health | Sabtu, 23 September 2023 | 05:00 WIB

Dokter Spesialis Urologi: Belum Ada Penelitian Air Galon Guna Ulang Picu Kanker Prostat

Dokter Spesialis Urologi: Belum Ada Penelitian Air Galon Guna Ulang Picu Kanker Prostat

Health | Jum'at, 22 September 2023 | 18:02 WIB

Kanker Ginjal Vidi Aldiano Masih Menyebar Usai Dioperasi, Memang Seganas Itu?

Kanker Ginjal Vidi Aldiano Masih Menyebar Usai Dioperasi, Memang Seganas Itu?

Lifestyle | Kamis, 21 September 2023 | 16:04 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB