Viral Polio Tetes Bill Gates Sebabkan Anak Sakit Polio, Kemenkes: Pemahaman yang Salah!

M. Reza Sulaiman, Dini Afrianti Efendi

Kamis, 18 Januari 2024 | 08:18 WIB
Viral Polio Tetes Bill Gates Sebabkan Anak Sakit Polio, Kemenkes: Pemahaman yang Salah!
Petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada murid sekolah saat berlangsung vaksinasi massal di Kota Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]

Suara.com - Kementerian Kesehatan membantah vaksin polio tetes atau vaksin polio nOPV (noval Oral Polio Vaccine) yang didanai Bill Gates menyebabkan anak sakit polio hingga membuat kelumpuhan, seperti misinformasi yang viral di media sosial.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, dr. Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan vaksin polio tetes atau vaksin polio nOPV merupakan virus hidup yang dilemahkan, sehingga muncul tudingan vaksin dari virus hidup inilah yang menyebabkan anak sakit.

Rumor ini dibantah Maxi karena menurutnya, lingkungan kotor dan PHBS (pola hidup bersih dan sehat) yang tidak dijalani merupakan perilaku yang menyebabkan virus bermutasi.

Ilustrasi vaksin polio. (Unsplash/Kristine Wook)
Ilustrasi vaksin polio. (Unsplash/Kristine Wook)

"Oh nggak (menyebabkan sakit polio), jadi itu yang pemahaman yang salah," kata Maxi di Jakarta Selatan, Rabu (17/1/2024).

Maxi menjelaskan vaksin polio nOPV yang didanai yayasan Bill Melinda Gates Foundation dibuat menggunakan vaksin polio hidup yang dilemahkan, sehingga membentuk imunitas atau kekebalan terhadap polio tapi ia mengakui virus yang dilemahkan tetap hidup di dalam pencernaan. Bahkan virus ini nantinya akan ikut ke luar melalui sisa makanan alias tinja.

Namun kata Maxi, yang disayangkan, jika virus dilemahkan keluar melalui tinja tapi tempat pembuangan kotoran sembarangan seperti di sungai atau kolam yang akhirnya berdekatan dengan lokasi bermain anak, maka virus selama di lingkungan tercemar bisa hidup dan bermutasi yang akhirnya menjadi virus polio liar.

"Diharapkan pencernaan itu kalau lingkungan bagus dia buang air besar di toilet tidak masalah. Tapi kalau buang air besar sembarangan, virus ada di tanah, di air, anak-anak main di sana. Apalagi rumah tangga masih menggunakan sungai, atau air sumur gali, ada virus masuk ke anak lagi tertelan memang dia berkembang (bermutasi) karena berkembangnya di usus," papar Maxi.

Polio adalah penyakit yang disebabkan virus polio yang menyerang sumsum tulang belakang, membuat orang yang terinfeksi alami kelumpuhan karena tungkai kakinya melemah, mengecil bahkan tidak bisa berjalan.

Adapun virus polio yang dilemahkan lalu menjadi virus polio liar, bisa menginfeksi anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah, virus ini disebut dengan virus polio derivative.

baca juga

"Makanya namanya derivative polio, karena dari virus yang dilemahkan, beberapa kali bermutasi masuk ke anak yang daya tahan tubuh turun, atau vaksinnya nggak lengkap makanya virus itu berkembang lagi," beber Maxi.

Kabar baiknya, kata Maxi saat ini sudah ada vaksin polio yang dimatikan atau vaksin polio inaktif (IPV) dan diberikan dengan cara disuntik. IPV rencananya bakal menggantikan vaksin polio nOPV, tapi dengan syarat cakupan vaksin polio nOPV harus terpenuhi.

"IPV itu virus yang dimatikan, makanya nanti pelan-pelan, kalau vaksin cakupan daerah OPV-nya tinggi, kita akan alihkan ke OPV, yang dilemahkan akan ganti IPV, tapi cakupannya harus bagus dulu," pungkas Maxi.

Sementara itu, saat ini kata Maxi, satu-satunya cara memastikan anak benar-benar terlindungi dari polio yaitu memberikan 4 kali vaksin polio OPV ditambah 2 kali suntikan IPV sehingga perlindungan lebih maksimal.

"Harus ditambah supaya betul-betul kebal, tambah dengan IPV yang injeksi yang disuntik 2 kali. Kalau ini lengkap, yaitu polio (vaksin OPV) 4 kali dan suntik 2 kali (vaksin IPV) saya rasa akan jadi (lebih terlindungi)," pungkas Maxi.

Sebelumnya viral di Twitter akun @TedInvestigasi, menyebutkan vaksin polio tetes yang didanai Bill Gates menyebabkan polio, bahkan tidak sungkan menyebutkan aksi vaksinasi polio massal merupakan tindakan malpraktik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bill Gates Kini Puji ChatGPT, Awalnya Sempat Meragukan

Bill Gates Kini Puji ChatGPT, Awalnya Sempat Meragukan

Tekno | Rabu, 17 Januari 2024 | 18:14 WIB

Indonesia KLB Polio, IDAI Ingatkan Orangtua Beri Anak Vaksin Polio Inaktif Dosis Kedua: Begini Cara Memberinya!

Indonesia KLB Polio, IDAI Ingatkan Orangtua Beri Anak Vaksin Polio Inaktif Dosis Kedua: Begini Cara Memberinya!

Health | Rabu, 17 Januari 2024 | 12:26 WIB

Cegah Kematian Petugas Pemilu Karena Kelelahan, Kemenkes Beberkan Strateginya

Cegah Kematian Petugas Pemilu Karena Kelelahan, Kemenkes Beberkan Strateginya

Health | Rabu, 17 Januari 2024 | 09:49 WIB

Terkini

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:00 WIB

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 15:05 WIB

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma

Health | Minggu, 28 Juni 2026 | 22:18 WIB

×