5 Cara Sederhana Pantau Tumbuh Kembang Anak Berjalan Normal, Jangan Tunggu Sampai Kurang Gizi

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Jum'at, 01 Maret 2024 | 14:35 WIB
5 Cara Sederhana Pantau Tumbuh Kembang Anak Berjalan Normal, Jangan Tunggu Sampai Kurang Gizi

Suara.com - Asupan makanan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Itu sebabnya, apabila anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup baik maka dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan hingga penyakit kronis. Kurang gizi atau malnutrisi memang menjadi penyebab utama pertumbuhan terhambat pada anak-anak. 

Walau demikian, kondisi itu bukan berarti tidak bisa diatasi. Head of Medical Affairs Abbott's Nutrition di Indonesia Dr. Prawira Winata mengatakan kalau pertumbuhan terhambat pada anak bisa ditangani secara cepat dengan memberikan nutrisi yang cukup. Dengan begitu, anak dapat mengalami lonjakan pertumbuhan setelah pemulihan nutrisi yang dikenal sebagai catch-up growth atau pertumbuhan terhambat. Cara itu membantu anak-anak mendapatkan kembali jalur pertumbuhan awal mereka.

Anak-anak yang mengalami pertumbuhan terhambat seringkali membutuhkan tambahan kalori, protein, dan mikronutrien. Nutrisi ini memiliki dua tujuan, tidak hanya mengisi kembali apa yang hilang selama periode asupan yang tidak memadai, tetapi juga membantu mendukung pertumbuhan lebih lanjut.

"Nutrisi yang tepat dapat menyediakan komponen penting yang memungkinkan anak untuk tumbuh, belajar, dan berkembang untuk pertumbuhan awal yang maksimal dalam hidupnya. Tanpa nutrisi yang tepat, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terganggu," kata dokter Prawira dalam keterangannya.

Kekurangan nutrisi juga dapat menyebabkan risiko defisiensi imun, gangguan fungsi kognitif, masalah perilaku, penurunan kesehatan tulang, dan massa otot. Sebelum hal itu terjadi, orang tua sebaiknya memastikan proses tumbuh kembang anak terjadi dengan normal dan sesuai dengan usianya. 

Dokter Prawira membagikan cara sederhana memastikan anak tumbuh kembang dengan baik berikut ini:

 1. Ukur dan pantau tinggi badan anak 

Mulailah dengan memantau pertumbuhan anak secara teratur, terutama untuk anak usia 2 hingga 6 tahun. Dianjurkan untuk mengukurnya setiap tiga bulan. Orang tua dapat memilih untuk menggunakan alat bantu seperti buku harian pertumbuhan atau tracker. Pengukuran yang akurat sangat penting untuk memahami dan memantau pertumbuhan anak. Hal ini juga dapat membantu dalam mendeteksi dini kekurangan pertumbuhan, sehingga memungkinkan orang tua untuk mengambil tindakan cepat dan mengatasi penyebabnya.

2. Dorong anak untuk makan dengan benar

Untuk mendukung pertumbuhan holistik, berikan makanan seimbang seperti sereal, kacang-kacangan, susu, daging, buah-buahan, dan sayuran setiap hari. Hal ini akan memastikan anak mendapatkan protein, vitamin, dan mineral yang diperlukan untuk perkembangan tulang yang sehat. Untuk orang tua yang memiliki anak yang rewel dan pilih-pilih makanan, pertimbangkan untuk menggunakan suplemen makanan.

3. Libatkan anak dalam menyiapkan makanan

Mulai dari berbelanja, merencanakan menu makan, dan memasak bisa melibatkan anak. Tujuannya untuk meningkatkan minat mereka dalam menyantap makanan yang telah mereka siapkan. Buatlah makanan lebih menarik dengan menggunakan pemotong kue untuk membuat bentuk-bentuk yang menarik dengan buah-buahan dan sayuran seperti apel dan mentimun, atau sajikan berbagai macam makanan yang berwarna-warni untuk sarapan dan makan malam.
 
4. Dorong anak-anak untuk aktif secara fisik

Tetapkan jadwal bermain yang seimbang bagi anak-anak untuk membatasi waktu di depan layar. Motivasi anak-anak untuk menerapkan hari bebas gadget, seperti pada hari libur yang mendorong mereka untuk menghabiskan waktu bersama seluruh keluarga. Pastikan anak-anak melakukan minimal tiga jam aktivitas fisik setiap hari, dengan kegiatan seperti berenang, berlari, lompat tali, berjalan, atau menari. Aktivitas fisik memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan tulang dan meningkatkan kesehatan fisik secara keseluruhan.

 5. Pertimbangkan suplemen makanan untuk mengisi kekurangan gizi

Untuk mendorong perkembangan yang komprehensif pada anak-anak, makanan yang lengkap dapat meningkatkan penyerapan nutrisi penting. Konsultasikan dengan ahli kesehatan anak jika memiliki kekhawatiran terhadap asupan nutrisi mereka. Jika anak tidak mengonsumsi cukup kalori dan nutrisi, suplemen nutrisi dapat membantu mengisi beberapa kekurangannya. Suplemen bertindak sebagai penutup kekurangan juga katalisator atau penyempurna untuk meningkatkan kemampuan tubuh menyerap vitamin dan mineral penting dari makanan yang dikonsumsi anak Anda. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Ungkap 4 Kriteria Penting dalam Pemilihan Susu Anak: Apa yang Harus Diperhatikan?

Dokter Ungkap 4 Kriteria Penting dalam Pemilihan Susu Anak: Apa yang Harus Diperhatikan?

Health | Senin, 19 Februari 2024 | 18:52 WIB

Bertubuh Pendek Seperti Ucok Baba Apakah Itu Pasti Stunting? Ini Loh Penjelasan dari Dokter

Bertubuh Pendek Seperti Ucok Baba Apakah Itu Pasti Stunting? Ini Loh Penjelasan dari Dokter

Health | Kamis, 08 Februari 2024 | 13:13 WIB

Indah Permatasari Ajak Anak Main Flashcard, Apa Sih Manfaatnya?

Indah Permatasari Ajak Anak Main Flashcard, Apa Sih Manfaatnya?

Lifestyle | Rabu, 24 Januari 2024 | 20:58 WIB

Terkini

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Cemas Datang Tiba-Tiba? Ini 7 Cara Ampuh Mengatasi Anxiety dalam Hitungan Menit

Health | Selasa, 28 April 2026 | 15:57 WIB

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Halodoc for Business: 95% Kebutuhan Medis Bisa Digital, Akses Kesehatan Karyawan Makin Mudah

Health | Senin, 27 April 2026 | 20:44 WIB

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Menyeimbangkan Karier dan Anak, Daycare Berkualitas Jadi Kunci Dukungan untuk Ibu Bekerja

Health | Senin, 27 April 2026 | 12:52 WIB

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Tidak Perlu Keluar Rumah, Pesan Obat di Apotek K-24 Kini Bisa Lewat BRImo

Health | Senin, 27 April 2026 | 11:14 WIB

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Diskon 20 Persen Medical Check-Up di RS Siloam: Tanpa Batas Maksimal untuk Nasabah BRI!

Health | Minggu, 26 April 2026 | 19:17 WIB

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Sering Dibilang Overthinking? Ternyata Insting Ibu adalah Deteksi Medis Paling Akurat untuk Anak

Health | Sabtu, 25 April 2026 | 11:28 WIB

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Jangan Panik, Ini Cara Bijak Kelola Benjolan di Tubuh dengan Pendekatan Alami yang Holistik

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 17:38 WIB

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 13:30 WIB

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Gejala Virus HPV pada Pria dan Wanita, Waspadai Kutil Kelamin

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 11:58 WIB