Awas! Nyeri Pinggang Hebat Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Ini Gejalanya Menurut dr. Diki

Andi Ahmad S

Selasa, 22 April 2025 | 15:55 WIB
Awas! Nyeri Pinggang Hebat Bisa Jadi Batu Saluran Kemih, Ini Gejalanya Menurut dr. Diki
dr. Diki Arma Duha, Sp. U Spesialis Urologi Eka Hospital Cibubur [Andi/Suara.com]

Suara.com - Masih banyak orang yang belum sadar dan mengetahui bahwa nyeri pinggang hebat bisa menjadi penyakit Batu Saluran Kemih. Hal ini diungkapkan dr. Diki Arma Duha, Sp. U Spesialis Urologi Eka Hospital Cibubur.

Mungkin banyak orang pernahkah Anda merasakan nyeri perut atau pinggang yang datang tiba-tiba, sangat hebat, dan menjalar hingga ke selangkangan.

Mungkin juga nyeri pinggang hebat itu disertai dengan mual, muntah, atau bahkan urine berdarah. Jika ya, Anda mungkin mengalami batu saluran kemih.

Mengenal apa itu batu saluran kemih menurut dr. Diki Arma Duha.

Batu saluran kemih adalah endapan keras yang terbentuk dari mineral dan garam di dalam ginjal atau saluran kemih (ureter, kandung kemih, dan uretra). Ukuran batu bisa bervariasi, mulai dari sekecil butiran pasir hingga sebesar bola golf.

"Batu yang kecil mungkin dapat keluar dari tubuh tanpa menimbulkan masalah, tetapi batu yang lebih besar dapat menyumbat saluran kemih dan menyebabkan nyeri hebat serta komplikasi lainnya," katanya, saat ditemudi di Bogor, Selasa (22/4/2025).

Penyebab batu saluran kemih

Batu saluran kemih terbentuk ketika konsentrasi zat-zat tertentu dalam urine terlalu tinggi. Zat-zat ini kemudian mengkristal dan membentuk batu. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu saluran kemih meliputi:

Kurang minum air: Ketika tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat, meningkatkan konsentrasi mineral dan garam.

baca juga

Riwayat keluarga: Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami batu saluran kemih, risiko Anda juga lebih tinggi.

Diet: Diet tinggi protein hewani, natrium (garam), dan oksalat (ditemukan dalam bayam, cokelat, dan beberapa jenis kacang) dapat meningkatkan risiko beberapa jenis batu.

Kondisi medis tertentu: Beberapa kondisi medis seperti hiperparatiroidisme, penyakit Crohn, dan infeksi saluran kemih berulang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu.

Obesitas: Indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal.

Obat-obatan tertentu: Beberapa jenis obat diuretik dan antasida berbasis kalsium dapat meningkatkan risiko pembentukan batu.

Gejala batu saluran kemih

Gejala batu saluran menurut dokter Diki, kemih dapat bervariasi tergantung pada ukuran dan lokasi batu. Gejala yang paling umum adalah:

Nyeri kolik: Nyeri yang datang tiba-tiba, sangat hebat, dan bergelombang di pinggang atau perut bagian samping, yang dapat menjalar ke selangkangan dan paha bagian dalam. Nyeri ini seringkali sangat tidak tertahankan sehingga penderitanya sulit menemukan posisi yang nyaman.

Urine berdarah (hematuria): Urine mungkin berwarna merah muda, merah, atau cokelat akibat iritasi pada saluran kemih oleh batu.

Sering buang air kecil (frekuensi): Keinginan untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Nyeri saat buang air kecil (disuria): Rasa sakit atau perih saat mengeluarkan urine.

Urine keruh atau berbau tidak sedap: Ini bisa menjadi tanda adanya infeksi yang menyertai batu.

Mual dan muntah: Nyeri hebat dapat memicu mual dan muntah.

Urine keluar sedikit-sedikit atau tersendat-sendat: Jika batu menyumbat saluran kemih, aliran urine bisa terganggu.

Demam dan menggigil: Jika terjadi infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh batu yang menyumbat, Anda mungkin mengalami demam dan menggigil. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan segera.

Pengobatan batu saluran kemih

Penanganan batu saluran kemih akan tergantung pada ukuran, lokasi, dan gejala yang ditimbulkan. Beberapa pilihan penanganan meliputi:

Penanganan konservatif (Observasi): Untuk batu yang kecil dan tidak menyebabkan penyumbatan atau infeksi, dokter mungkin menyarankan untuk menunggu batu keluar dengan sendirinya. Langkah-langkah yang dianjurkan meliputi:

Minum banyak cairan (2-3 liter per hari): Untuk membantu melarutkan dan mendorong batu keluar.

Obat pereda nyeri: Obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau naproxen dapat membantu mengurangi rasa sakit. Dokter mungkin juga meresepkan obat pereda nyeri yang lebih kuat.

Alpha-blocker: Obat ini dapat membantu mengendurkan otot-otot di ureter, sehingga memudahkan batu untuk keluar.

Menyaring urine: Dokter mungkin meminta Anda untuk menyaring urine menggunakan kain kasa untuk menangkap batu yang keluar agar dapat dianalisis.

Tindakan Medis: Jika batu berukuran besar, menyebabkan nyeri yang tidak tertahankan, menyumbat aliran urine, atau disertai infeksi, tindakan medis mungkin diperlukan. Beberapa pilihan tindakan meliputi:

Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL): Prosedur non-invasif yang menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi fragmen yang lebih kecil sehingga lebih mudah keluar melalui urine.

Ureteroskopi (URS): Prosedur minimal invasif di mana dokter memasukkan selang kecil berkamera (ureteroskop) melalui uretra dan kandung kemih ke dalam ureter untuk melihat dan mengangkat atau memecah batu menggunakan laser atau alat khusus lainnya.

Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL): Prosedur invasif yang dilakukan untuk batu ginjal yang besar. Dokter membuat sayatan kecil di punggung untuk memasukkan alat langsung ke dalam ginjal untuk mengangkat atau memecah batu.

Operasi terbuka: Jarang dilakukan saat ini, biasanya hanya untuk batu yang sangat besar atau rumit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Tingkat Keberhasilan Hingga 93%, MitraClip Jadi Harapan Baru Penderita Kebocoran Katup Jantung

Health | Selasa, 22 April 2025 | 15:53 WIB

Waspadai Nyeri Tengkuk di Era Digital: Ancaman Kesehatan dari Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Waspadai Nyeri Tengkuk di Era Digital: Ancaman Kesehatan dari Penggunaan Gadget yang Berlebihan

Health | Selasa, 22 April 2025 | 09:55 WIB

Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Meninggal Dunia, Apa Penyakit yang Diderita Paus Fransiskus?

Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Meninggal Dunia, Apa Penyakit yang Diderita Paus Fransiskus?

Your Say | Senin, 21 April 2025 | 19:55 WIB

Tips Bepergian Jakarta - Bali Dengan Bayi Anti Rewel di Pesawat Ala Jessica Iskandar

Tips Bepergian Jakarta - Bali Dengan Bayi Anti Rewel di Pesawat Ala Jessica Iskandar

Entertainment | Senin, 21 April 2025 | 19:19 WIB

Bongkar Tips Cantik ala Nagita Slavina: Bukan Cuma Rajin Pakai Skincare, tapi...

Bongkar Tips Cantik ala Nagita Slavina: Bukan Cuma Rajin Pakai Skincare, tapi...

Lifestyle | Senin, 21 April 2025 | 14:51 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×