Kanker Payudara Masih Mengintai: Deteksi Dini dan Kolaborasi Terpadu Jadi Harapan Baru

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 25 April 2025 | 18:38 WIB
Kanker Payudara Masih Mengintai: Deteksi Dini dan Kolaborasi Terpadu Jadi Harapan Baru
Ilustrasi kanker payudara

Suara.com - Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang menyerang perempuan di Indonesia. Menurut Global Cancer Observatory (GCO) tahun 2022, dari sekitar 408 ribu kasus kanker yang tercatat di Indonesia, lebih dari 66 ribu di antaranya adalah kanker payudara.

Tak hanya menjadi jenis kanker terbanyak, kanker payudara juga banyak ditemukan dalam kondisi sudah stadium lanjut, yang membuat peluang sembuh semakin kecil dan risiko dampak fisik, psikologis, hingga sosial semakin berat.

“Banyak perempuan datang sudah dalam kondisi kanker stadium lanjut, padahal deteksi dini bisa sangat menentukan hasil pengobatan,” ujar dr. Tang Siau-Wei, Konsultan Senior dan Ahli Bedah Payudara di Solis Breast Care & Surgery Centre, dalam Media Gathering Tamarind Health, baru-baru ini. 

Ada sejumlah gejala awal kanker payudara yang perlu dikenali, antara lain: benjolan yang tidak nyeri di payudara atau ketiak, keluarnya cairan abnormal dari puting (terutama berdarah atau seperti nanah), puting yang tertarik ke dalam, dan perubahan tekstur kulit payudara seperti menebal, mengerut, atau tampak seperti kulit jeruk.

Kemoterapi. (Dok. Istimewa)
Kemoterapi. (Dok. Istimewa)

Sayangnya, banyak perempuan mengabaikan tanda-tanda ini karena tidak terasa sakit atau menganggapnya tidak berbahaya.

Dr. Tang menegaskan, “Kalau benjolan sudah terasa sakit, itu bisa jadi tandanya tumor sudah menyebar lebih dalam, misalnya ke kulit, dinding dada, atau tulang rusuk. Ini kondisi yang jauh lebih berbahaya.”

Selain kurangnya pemahaman, akses terhadap layanan diagnosis dan perawatan yang akurat dan cepat juga masih menjadi tantangan.

Padahal, menurut dr. Henry Oscar, Konsultan Radiologi di Luma Women’s Imaging/Medical Centre, “Keberhasilan pengobatan kanker payudara sangat bergantung pada ketepatan diagnosis sejak awal. Imaging yang canggih penting, tapi yang jauh lebih penting adalah interpretasi oleh tenaga ahli yang berpengalaman.”

Melihat kebutuhan mendesak ini, tiga institusi medis terkemuka di Singapura, Solis, Luma, dan OncoCare, menggandeng kolaborasi untuk memberikan layanan kanker payudara yang terintegrasi dan berstandar internasional, khususnya bagi pasien dari Indonesia.

baca juga

Kolaborasi ini menghadirkan layanan terpadu dengan pendekatan menyeluruh Luma sebagai Pusat Radiologi dan Patologi Lanjutan menyediakan teknologi imaging modern, tim patologi in-house, dan fasilitas day care surgery untuk memastikan diagnosis yang cepat dan akurat.

Solis sebagai Pusat Bedah Payudara menawarkan prosedur bedah presisi, mulai dari lumpektomi, mastektomi, hingga teknik onkoplastik yang dirancang untuk meminimalkan trauma dan mempercepat pemulihan. Sementara itu, OncoCare sebagai Pusat Onkologi Medis menghadirkan terapi personalisasi, terapi target, dan akses ke uji klinis terbaru guna memberikan pengobatan yang tepat sesuai karakteristik biologis kanker setiap pasien.

“Pasien perlu berada di pusat layanan yang tepat dan ditangani oleh tim multidisiplin dengan jam terbang tinggi,” tegas dr. Tang.

Sementara itu, dr. Peter Ang, Konsultan Senior Onkologi Medis dari OncoCare menambahkan, “Diagnosis dan perawatan yang tepat waktu membuat kami bisa merancang terapi personal yang meningkatkan harapan hidup pasien secara signifikan.”

Lebih jauh, dalam semangat Hari Kartini, Solis, Luma, dan OncoCare juga mendorong perempuan Indonesia untuk melihat pengambilan keputusan medis sebagai bentuk self-love tertinggi. Mencintai diri sendiri bukan hanya soal emosional, tapi juga tentang keberanian menjaga kesehatan dan mengenal tubuh sendiri.

Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap bulan adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), terutama beberapa hari setelah menstruasi. Jika ditemukan perubahan bentuk, tekstur, atau benjolan yang tidak biasa, segera konsultasikan ke dokter.

Dengan akses yang lebih baik terhadap layanan diagnosis dan perawatan yang terintegrasi, perempuan Indonesia kini memiliki peluang lebih besar untuk menghadapi kanker payudara dengan harapan hidup yang lebih baik. Perawatan kanker bukan sekadar soal medis, tapi tentang keputusan yang tepat, di waktu yang tepat, dan di tempat yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deteksi Dini Kanker Serviks Sekarang, Peluang Sembuh Lebih Besar

Deteksi Dini Kanker Serviks Sekarang, Peluang Sembuh Lebih Besar

Health | Kamis, 24 April 2025 | 21:35 WIB

Ibu Hamil Wajib Tahu! Gangguan Dasar Panggul Mengintai Pasca Melahirkan, Ini Cara Deteksi Dini

Ibu Hamil Wajib Tahu! Gangguan Dasar Panggul Mengintai Pasca Melahirkan, Ini Cara Deteksi Dini

Health | Rabu, 23 April 2025 | 21:11 WIB

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Benjolan di Payudara Tak Selalu Kanker! Dokter Ungkap Fakta Penting yang Wajib Diketahui Wanita

Health | Rabu, 23 April 2025 | 14:44 WIB

Terkini

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Taruh Nyawa di Selat Perbatasan, Wanita Ini Sukses Ubah Nasib Ratusan Ibu-Ibu di Sebatik

Bri | Sabtu, 12 September 2026 | 00:00 WIB

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Ratusan Warga Carita Gelar Doa Bersama, Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Segera Ditemukan

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:55 WIB

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Doa untuk 5 Jurnalis Hilang Mengalir di Tangsel, Wawali Pilar Siap Bantu Maksimal

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:45 WIB

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Temuan Pelampung Dicurigai Bukan Milik Kapal 5 Jurnalis, Pemilik Ungkap Perbedaannya

Banten | Jum'at, 11 September 2026 | 23:38 WIB

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata

Sumsel | Jum'at, 11 September 2026 | 21:50 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

×