Jamu Naik Kelas: Inovasi Minuman Tradisional yang Kini Disukai Gen Z

Vania Rossa

Selasa, 20 Mei 2025 | 21:50 WIB
Jamu Naik Kelas: Inovasi Minuman Tradisional yang Kini Disukai Gen Z
Ilustrasi inovasi jamu. (dok. Kosme Health)

Suara.com - Minum jamu bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari identitas dan kearifan lokal. Dari penjaja jamu gendong di kampung hingga produk jamu industri, herbal telah lama menjadi solusi alami untuk menjaga kebugaran dan menyembuhkan penyakit ringan.

Kini, jamu yang dulu identik dengan minuman pahit yang diminum orang tua, bertransformasi menjadi minuman sehat yang berpoensi disukai anak muda, termasuk gen Z.

Inilah yang dilakukan Kosme Health, manufaktur herbal milik pasangan pengusaha Gilang W. Pramana dan sang istri Shandy Purnamasari, di bawah naungan J99 Corp.

"Jika selama ini jamu identik dengan rasa pahit, bentuk cair tradisional, dan penyajiannya yang cenderung tradisional, kini Kosme Health mencetuskan ide alternatif baru jamu yang tetap mempertahankan khasiat herbal, tetapi juga menyesuaikan dengan selera dan gaya hidup generasi modern,” ujar Shandy Purnamasari saat ditemui di Kawasan EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi, Selasa (20/5/2025).

Menurut Shandy, Kosme ingin mendobrak stigma bahwa jamu itu pahit dan kuno. Itulah yang menjadi alasan dilakukannya beragam inovasi seperti boba herbal, sparkling herbal, dan gummy herbal.

"Ini adalah langkah kami untuk menghadirkan jamu yang lebih ramah, fun, dan mudah dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Gebrakan baru dalam dunia herbal Indonesia ini diharapkan dapat membawa jamu 'naik kelas', ke dalam bentuk yang modern, praktis, dan mudah diterima semua kalangan.

Boba yang chewy, misalnya, dipadukan dengan rasa rempah yang masih nyaman di lidah, namun memiliki manfaat bagi kesehatan.

Produk ini ideal bagi anak muda, pekerja aktif, hingga orang tua yang ingin menikmati jamu dengan cara berbeda.

baca juga

Sementara sparkling herbal, adalah bentuk minuman dengan sensasi segar, sehingga rasa herbal menjadi lebih ramah di lidah.

Ada pula Gummy Herbal, yang mengadopsi format vitamin gummy yang sudah populer di pasar global, namun dibuat dengan ekstrak herbal khas Indonesia, sehingga menjadi “permen sehat” yang disukai anak-anak hingga orang dewasa.

Dalam acara yang dirangkai dalam bentuk workshop terkait inovasi dalam dunia herbal sekaligus factory visit ini, Kosme Health memperkenalkan kemampuannya memproduksi ekstrak berbagai jenis tanaman herbal tanah air kepada para pengusaha yang merupakan bagian dari Gabungan Pengusaha Jamu.

“Kosme Health adalah salah satu dari sedikit pabrik di Indonesia yang memiliki izin dan alat serta teknologi khusus untuk melakukan ekstraksi berbagai jenis tanaman herbal menjadi bentuk cair berkonsentrasi tinggi," kata Shandy.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha (GP) Jamu, Jony Yuwono, mengapresiasi upaya menaikkan pamor jamu sebagai kekayaan nusantara.

"Hal ini tentu jadi angin segar bagi para pengusaha jamu di berbagai skala, agar bisa berkolaborasi dan memiliki mitra produksi yang telah memenuhi standar," kata Jony.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Aroma Pahit Industri Jamu, Laba Produsen "Tolak Angin' Ambles 40 Persen di Kuartal I 2025

Bisnis | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:27 WIB

Melestarikan Budaya: Transformasi Jamu dari Gendongan ke Kafe Instagramable

Melestarikan Budaya: Transformasi Jamu dari Gendongan ke Kafe Instagramable

Your Say | Rabu, 07 Mei 2025 | 10:42 WIB

Waspada! MUI Ingatkan Pemudik Soal Jamu Gratis Beralkohol Tinggi di Jalur Mudik

Waspada! MUI Ingatkan Pemudik Soal Jamu Gratis Beralkohol Tinggi di Jalur Mudik

News | Minggu, 30 Maret 2025 | 11:02 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×