Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah

Andi Ahmad S, Lilis Varwati

Jum'at, 29 Agustus 2025 | 01:46 WIB
Waspada! Menkes Sebut Campak 18 Kali Lebih Menular dari COVID-19, KLB Mengancam Sejumlah Wilayah
ilustrasi penyakit campak (freepik.com/freepik)

Suara.com - Di tengah kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai penyakit menular, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan peringatan keras mengenai bahaya campak.

Ia menegaskan bahwa campak termasuk penyakit paling menular di dunia, dengan tingkat penularan yang bahkan jauh melampaui COVID-19 pada masa puncaknya.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menkes Budi saat meninjau penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Sumenep, Jawa Timur, pada Kamis (28/8).

Angka penularannya yang fantastis menjadi alarm bagi seluruh masyarakat, terutama para orang tua dengan anak-anak usia rentan.

Menkes Budi Gunadi Sadikin memaparkan perbandingan yang gamblang untuk menunjukkan betapa seriusnya tingkat penularan campak.

Jika satu orang pasien COVID-19 bisa menularkan virus ke dua atau tiga orang lain, satu penderita campak berpotensi menularkan penyakit ini ke 18 orang sekaligus.

“Jadi campak itu adalah penyakit yang paling menular. Kalau dulu COVID-19, ingat pertama kali ada yang namanya reproduction rate. Jadi satu orang nularin ke-2 atau ke-3. Campak itu satu orang bisa nularin ke-18,” kata Budi dalam keterangannya.

Angka ini menempatkan campak sebagai salah satu ancaman kesehatan publik yang tidak bisa dianggap remeh, di mana penularan dalam satu komunitas dapat terjadi dengan sangat cepat dan masif jika tidak diantisipasi.

Meskipun sebagian masyarakat mungkin menganggap campak sebagai penyakit anak-anak yang biasa, Budi mengingatkan bahwa penyakit ini bisa berakibat fatal.

baca juga

Campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi otak (ensefalitis), hingga kematian, terutama pada anak-anak yang belum diimunisasi dan memiliki gizi buruk.

Untungnya, ancaman ini dapat dicegah dengan solusi yang sudah terbukti efektif selama puluhan tahun vaksinasi.

“Untungnya, sama seperti Covid sekarang, sudah ada vaksinnya, dan vaksinnya itu efektif. Jadi kalau divaksinasi, pasti dia tidak akan kena penyakit campak lagi,” ujarnya, menekankan pentingnya imunisasi sebagai benteng pertahanan utama.

Menyikapi KLB di Sumenep dan beberapa daerah lain, pemerintah mengambil langkah cepat dan terukur. Tindakan prioritas utama dalam menghadapi wabah adalah melakukan imunisasi massal untuk membentuk kekebalan komunal secepat mungkin.

"Kalau ada outbreak, tindakan nomor satu adalah melakukan imunisasi," tegas Budi.

Di Sumenep, pemerintah menargetkan untuk menyelesaikan imunisasi bagi sekitar 70 ribu anak dalam waktu singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MAW Talk Awards 2025, BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Lembaga Publik Paling Berpengaruh

MAW Talk Awards 2025, BPJS Kesehatan Raih Penghargaan Lembaga Publik Paling Berpengaruh

Bisnis | Kamis, 28 Agustus 2025 | 19:21 WIB

Antrean Panjang, Menkes Targetkan 2027 Seluruh Provinsi Bisa Operasi Bypass Jantung

Antrean Panjang, Menkes Targetkan 2027 Seluruh Provinsi Bisa Operasi Bypass Jantung

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 18:06 WIB

7 Tanda Awal Kanker Kulit yang Sering Diabaikan, Wajib Kamu Waspadai!

7 Tanda Awal Kanker Kulit yang Sering Diabaikan, Wajib Kamu Waspadai!

Your Say | Kamis, 28 Agustus 2025 | 16:50 WIB

Kalau Jadi Korban Kerusuhan Demo, Apakah Biaya Pengobatannya Ditanggung BPJS?

Kalau Jadi Korban Kerusuhan Demo, Apakah Biaya Pengobatannya Ditanggung BPJS?

Lifestyle | Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:19 WIB

8 Gaya Hidup Sehat ala Orang China yang Bikin Panjang Umur Tanpa Ribet

8 Gaya Hidup Sehat ala Orang China yang Bikin Panjang Umur Tanpa Ribet

Your Say | Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:36 WIB

Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta

Jari Buntung Usai Caesar di RS Islam Pondok Kopi, Pasien BPJS Tolak Kompensasi Rp275 Juta

News | Kamis, 28 Agustus 2025 | 10:49 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×