Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh

Dinda Rachmawati | Suara.com

Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:33 WIB
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
Ilustrasi Gigi Goyang (Dok. Freepik)
  • Gigi goyang pada orang dewasa tanpa cedera merupakan tanda peringatan serius masalah jaringan gusi dan tulang penyangga.
  • Penyakit gusi (periodontitis) adalah penyebab utama gigi goyang; faktor lain meliputi bruxism dan diabetes melitus.
  • Penanganan dini berupa terapi periodontal, pembersihan karang gigi, dan perubahan kebiasaan harian dapat menyelamatkan gigi.

Suara.com - Banyak orang masih mengira gigi goyang adalah hal yang wajar dan hanya terjadi pada anak-anak saat pergantian gigi susu. Padahal, ketika gigi tiba-tiba terasa goyang pada orang dewasa—tanpa benturan atau cedera—kondisi ini justru bisa menjadi tanda peringatan serius yang tidak boleh diabaikan. 

Di balik kondisi goyang tersebut, sering kali tersembunyi masalah pada jaringan gusi dan tulang penyangga gigi yang berperan penting dalam menjaga kekuatan dan stabilitas gigi.

Pada orang dewasa, penyebab paling umum gigi goyang adalah penyakit gusi atau periodontitis. Infeksi ini menyerang jaringan gusi dan tulang penyangga gigi secara perlahan, sering kali tanpa rasa sakit yang signifikan di awal. Akibatnya, banyak orang baru menyadari masalah saat gigi mulai terasa longgar. 

“Gigi yang goyang adalah sinyal dari tubuh bahwa ada masalah serius dengan gusi dan tulang penyangga gigi. Penanganan yang tepat bisa membantu menyelamatkan gigi Anda,” jelas drg. R. A. Syanti W. Astuty, Sp.Perio, FISID, M.M., Dokter Gigi Spesialis Periodonsia di Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong.

Menurut drg. Syanti, kegoyangan gigi pada orang dewasa sama sekali tidak bisa disamakan dengan kondisi gigi anak. Selain periodontitis, faktor lain seperti kecelakaan, kebiasaan menggertakkan gigi (bruxism), hingga penyakit sistemik seperti diabetes melitus dapat mempercepat kerusakan jaringan penyangga gigi.

Kondisi ini menjadi semakin mengkhawatirkan mengingat tingginya prevalensi penyakit gusi di Indonesia uang sebesar 74 persen di Indonesia. Untuk itu, periodontitis tidak boleh dianggap remeh. 

"Pemberian terapi yang tepat dapat mencegah kerusakan jaringan gusi dan tulang ke arah yang lebih lanjut serta menghindarkan pasien dari kehilangan gigi,” tambahnya.

Kabar baiknya, gigi goyang masih bisa ditangani dengan aman jika diperiksa sejak dini. Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter gigi akan menentukan terapi yang paling sesuai dengan kondisi pasien. 

Penanganan dapat berupa pembersihan karang gigi secara menyeluruh, stabilisasi gigi dengan teknik splinting, penyesuaian gigitan untuk mengurangi tekanan berlebih, hingga terapi periodontal lanjutan untuk membantu memperbaiki jaringan gusi dan tulang yang rusak. 

“Gigi goyang bisa diperbaiki dengan penanganan yang tepat. Pemeriksaan lebih dini membantu menghindari masalah yang lebih besar di masa depan,” tegas drg. Syanti.

Selain perawatan profesional, kebiasaan sehari-hari juga memegang peranan penting dalam mencegah perburukan kondisi. 

Menyikat gigi dengan teknik yang benar, rutin melakukan scaling setiap enam bulan, serta menghindari kebiasaan menggigit benda keras atau menggertakkan gigi dapat membantu menjaga kesehatan gusi. 

Bagi penderita diabetes, pengelolaan kadar gula darah juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan jaringan penyangga gigi.

“Kebiasaan sederhana ini tidak hanya menjaga gigi dan gusi tetap sehat, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan tubuh secara keseluruhan,” ujar drg. Syanti.

Untuk mendukung penanganan yang aman dan nyaman, Bethsaida Hospital Dental Center Gading Serpong dilengkapi dengan berbagai teknologi modern seperti 3D CBCT, Waterlase, laser dentistry, hingga CAD/CAM dentistry, yang memungkinkan perawatan lebih presisi dan minim rasa sakit. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan

Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan

Health | Jum'at, 26 Desember 2025 | 16:10 WIB

Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh

Terlihat Sepele, Efek Menahan Lapar Bisa Serius bagi Tubuh

Your Say | Jum'at, 26 Desember 2025 | 15:13 WIB

Apa Manfaat Jalan Kaki? Aktivitas Sehat yang Masuk Year in Search 2025

Apa Manfaat Jalan Kaki? Aktivitas Sehat yang Masuk Year in Search 2025

Lifestyle | Jum'at, 26 Desember 2025 | 09:00 WIB

Terkini

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 07:58 WIB