Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:19 WIB
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
Ilustrasi fisioterapi. (dok. Physiorehab)
  • Kebiasaan sedentari di Indonesia meningkatkan risiko gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung pada usia produktif.
  • Peran fisioterapi berkembang dari pemulihan cedera menjadi bagian penting menjaga mobilitas jangka panjang.
  • Physiorehab membuka cabang baru di Medan untuk memperluas akses layanan rehabilitasi berkualitas dan terstandarisasi.

Suara.com - Perubahan pola kerja dan gaya hidup modern membuat semakin banyak masyarakat Indonesia menghabiskan waktu dengan duduk terlalu lama dan minim aktivitas fisik. Tanpa disadari, kebiasaan sedentari ini memicu berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai dari nyeri punggung bawah, leher, bahu, hingga gangguan fungsi sendi yang mengganggu aktivitas harian.

Keluhan tersebut kini tidak hanya dialami kelompok usia lanjut, tetapi juga usia produktif. Beban kerja tinggi, postur tubuh yang kurang ergonomis, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya pergerakan menjadi kombinasi yang meningkatkan risiko cedera dan nyeri kronis. Kondisi ini membuat layanan fisioterapi semakin dibutuhkan, bukan hanya sebagai terapi pemulihan, tetapi juga sebagai langkah preventif jangka panjang.

Founder sekaligus Head Physiotherapist Physiorehab, Simon Prasetyo, menegaskan bahwa peran fisioterapi telah berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat.

“Fisioterapi kini tidak lagi dipandang semata sebagai layanan pemulihan saat cedera, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehat. Kami ingin membantu masyarakat memahami tubuhnya, menjaga mobilitas, dan tetap aktif secara aman dalam jangka panjang,” ujarnya.

Nyeri Punggung hingga Cedera Olahraga, Masalah Gerak Kian Beragam

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan muskuloskeletal menunjukkan tren peningkatan. Nyeri punggung bawah menjadi keluhan yang paling sering ditemui, terutama akibat duduk terlalu lama, minim aktivitas fisik, serta kebiasaan bekerja dengan postur yang kurang tepat. Selain itu, cedera bahu, lutut, dan tulang belakang juga banyak ditemukan, baik pada pekerja kantoran maupun individu yang aktif berolahraga.

Meningkatnya popularitas olahraga seperti lari dan padel turut membawa tantangan tersendiri. Meski berdampak positif bagi kesehatan, aktivitas dengan beban berulang dan perubahan arah yang cepat menuntut kesiapan otot, sendi, serta kontrol gerak yang optimal. Tanpa pendampingan dan pemulihan yang tepat, risiko cedera justru meningkat.

Nyeri lutut menjadi salah satu keluhan yang paling sering dialami pelari dan pemain padel. Beban berulang, gerakan mendadak, serta kurangnya stabilitas otot penopang menjadi faktor utama. Edukasi mengenai teknik gerak yang benar, penguatan otot, dan manajemen pemulihan menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan aktivitas olahraga.

“Melalui evaluasi pola gerak, perbaikan postur, dan latihan yang disesuaikan dengan kondisi individu, fisioterapi membantu masyarakat tetap aktif dan bergerak secara aman,” jelas Simon.

Fisioterapi Bukan Sekadar Mengurangi Nyeri

Pendekatan rehabilitasi modern menempatkan fisioterapi sebagai bagian dari manajemen kesehatan jangka panjang. Selain membantu pemulihan pasca-cedera dan pasca-operasi, fisioterapi berperan penting dalam mencegah kekambuhan yang dapat menurunkan kualitas hidup dan produktivitas.

Physiorehab menghadirkan layanan fisioterapi komprehensif yang mencakup penanganan cedera olahraga, nyeri otot dan sendi, rehabilitasi pasca-operasi, penggantian sendi lutut dan panggul, hingga cedera tulang belakang. Seluruh layanan didukung pemeriksaan klinis menyeluruh, manual therapy, exercise therapy, serta peralatan rehabilitasi modern.

Dengan program terapi progresif berbasis aktivitas dan kebutuhan individu, fisioterapi tidak hanya berfokus pada pengurangan nyeri, tetapi juga pemulihan fungsi gerak secara optimal dan pencegahan cedera berulang. Layanan ini dapat diakses oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga lansia, dengan pendekatan yang dipersonalisasi.

Hadir di Medan, Perluas Akses Fisioterapi Berkualitas

Menjawab meningkatnya kebutuhan layanan rehabilitasi, Physiorehab kini memperluas jangkauan dengan membuka cabang di Medan. Berlokasi di 59 Sport Hub Medan, Jalan Walter Monginsidi, klinik ini hadir di kawasan strategis yang menjadi pusat aktivitas kebugaran masyarakat urban.

Physiorehab menerapkan standar klinis yang konsisten di seluruh cabang, dengan layanan yang didukung fisioterapis profesional bersertifikasi. Seluruh terapis telah melalui proses standarisasi dan pelatihan internal untuk memastikan mutu layanan yang seragam.

Saat ini, Physiorehab telah mengoperasikan sembilan lokasi di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Medan. Ke depan, jaringan ini akan terus diperluas ke kota-kota besar lain dengan kebutuhan fisioterapi yang tinggi.

“Fisioterapi yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh fasilitas, tetapi oleh standar profesional yang konsisten—mulai dari kompetensi fisioterapis, asesmen berbasis bukti, hingga pengukuran hasil terapi yang terukur,” tutup Simon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang

Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 21:34 WIB

Menuju Fase Rehabilitasi: Pemerintah Pastikan Sekolah, RSUD, dan Pasar di Sumatra Mulai Pulih

Menuju Fase Rehabilitasi: Pemerintah Pastikan Sekolah, RSUD, dan Pasar di Sumatra Mulai Pulih

News | Senin, 29 Desember 2025 | 12:04 WIB

Penanganan Bencana Sumatra Masuki Fase Transisi, Pembangunan Hunian Dikebut

Penanganan Bencana Sumatra Masuki Fase Transisi, Pembangunan Hunian Dikebut

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 15:01 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB