Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung

Vania Rossa

Rabu, 11 Maret 2026 | 17:29 WIB
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada untuk Mencegah Kerusakan Jantung
Time is Muscle: Pentingnya Respons Cepat saat Nyeri Dada. (dok. Siloam Hospital Bali)
  • Penyakit kardiovaskular masih nomor satu di Indonesia, mendorong penekanan prinsip "Time is Muscle" bagi penanganan cepat.
  • Penanganan serangan jantung harus mencapai standar internasional "door-to-balloon time" maksimal 90 menit sejak kedatangan pasien.
  • Inovasi medis mencakup operasi bypass sayatan minimal dan prosedur ablasi jantung untuk aritmia demi pemulihan lebih cepat.

Suara.com - Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi penyakit kardiovaskular mencapai sekitar 1,5 persen dari total populasi dan terus menunjukkan tren peningkatan. Di Provinsi Bali sendiri, kasus penyakit jantung koroner juga tercatat semakin meningkat, bahkan mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

Kondisi ini membuat para tenaga kesehatan menekankan pentingnya penanganan cepat ketika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada serangan jantung, salah satunya nyeri dada. Dalam dunia kardiologi, terdapat prinsip yang dikenal dengan istilah “time is muscle”, yang berarti semakin cepat penanganan dilakukan, semakin besar peluang untuk menyelamatkan otot jantung dari kerusakan permanen.

Hospital Director Siloam Hospitals Bali, dr. Ni Gusti Ayu Putri Mayuni, menjelaskan bahwa banyak pasien datang terlambat ke rumah sakit karena mengira nyeri dada yang dirasakan hanya keluhan ringan seperti masuk angin atau asam lambung.

“Dalam dunia kardiologi ada prinsip ‘Time is Muscle’. Semakin cepat ditangani, semakin banyak otot jantung yang bisa diselamatkan. Banyak pasien terlambat ditangani karena menganggap nyeri dada hanya masuk angin atau asam lambung,” ujar dr. Putri.

Menurutnya, penanganan yang cepat sangat menentukan keselamatan pasien. Karena itu, sistem penanganan nyeri dada harus dirancang agar setiap proses, mulai dari skrining hingga pengambilan keputusan medis, dapat dilakukan dalam waktu singkat.

Pentingnya Penanganan dalam 90 Menit

Dalam kasus serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah, waktu menjadi faktor krusial. Dokter spesialis jantung dr. I Made Junior Rina Artha, Sp.JP(K) menjelaskan bahwa terdapat standar internasional dalam penanganan serangan jantung yang dikenal dengan door-to-balloon time.

Istilah ini merujuk pada waktu maksimal sejak pasien tiba di rumah sakit hingga tindakan pembukaan pembuluh darah yang tersumbat dilakukan.

“Target kami adalah mencapai door-to-balloon time maksimal dalam 90 menit sejak pasien tiba di rumah sakit. Ini merupakan standar internasional yang terbukti dapat meningkatkan angka keselamatan pasien serta mengurangi risiko kerusakan jantung permanen,” jelasnya.

Semakin cepat pembuluh darah yang tersumbat dibuka, semakin besar peluang jaringan otot jantung untuk tetap hidup dan berfungsi normal.

Gejala Nyeri Dada yang Perlu Diwaspadai

Nyeri dada sering menjadi gejala awal serangan jantung. Keluhan ini biasanya dirasakan seperti tekanan berat di dada, sensasi tertindih, atau rasa terbakar yang dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, hingga punggung.

Selain nyeri dada, beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Sesak napas
  • Mual atau muntah
  • Keringat dingin
  • Pusing atau lemas mendadak
  • Rasa tidak nyaman di dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit

Jika gejala tersebut muncul, pasien disarankan segera mencari pertolongan medis dan tidak menunda pemeriksaan.

Inovasi Penanganan Penyakit Jantung

Perkembangan teknologi medis juga menghadirkan berbagai inovasi dalam penanganan penyakit jantung. Salah satunya adalah teknik operasi bypass jantung dengan sayatan minimal yang memungkinkan proses pemulihan pasien menjadi lebih cepat.

Dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV(K) menjelaskan bahwa pendekatan minimal invasif ini dapat mengurangi rasa nyeri pascaoperasi serta mempercepat masa pemulihan pasien.

“Kami telah mengembangkan teknik operasi bypass jantung dengan sayatan minimal, yang memberikan rasa nyeri lebih sedikit dan masa pemulihan yang jauh lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, gangguan irama jantung atau aritmia juga dapat ditangani melalui prosedur medis modern seperti ablasi jantung, yaitu tindakan untuk memperbaiki sinyal listrik abnormal pada jantung.

Dokter spesialis jantung dr. I Made Putra Swi Antara, Sp.JP, Subsp. Ar.(K) mengatakan prosedur ini dapat menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah komplikasi serius.

“Prosedur seperti ablasi jantung kini menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah komplikasi seperti stroke atau gagal jantung,” jelasnya.

Kesadaran dan Deteksi Dini Jadi Kunci

Para ahli menekankan bahwa penanganan medis yang cepat harus diiringi dengan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini. Banyak kasus serangan jantung yang sebenarnya dapat dicegah atau ditangani lebih awal jika pasien segera mencari bantuan medis.

Kesadaran ini menjadi penting karena penyakit jantung tidak hanya menyerang kelompok usia lanjut, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup tidak sehat, stres, serta kurangnya aktivitas fisik.

Dengan mengenali gejala sejak dini dan mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat, risiko kerusakan jantung permanen maupun kematian akibat serangan jantung dapat ditekan secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fans Kim So Hyun Kompak Sumbang Rp1,2 Miliar di Momen Ultah Sang Aktor

Fans Kim So Hyun Kompak Sumbang Rp1,2 Miliar di Momen Ultah Sang Aktor

Entertainment | Selasa, 17 Februari 2026 | 08:02 WIB

Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan

Tantangan Pasien PJB: Ribuan Anak dari Luar Jawa Butuh Dukungan Lebih dari Sekadar Pengobatan

Health | Senin, 16 Februari 2026 | 12:31 WIB

Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang

Indonesia Krisis Dokter Jantung Anak, Antrean Operasi Capai Lebih dari 4.000 Orang

Health | Senin, 16 Februari 2026 | 09:06 WIB

Terkini

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Jangan Anggap Sepele Payudara Nyeri Saat Menyusui, Mastitis Bisa Berujung Operasi Abses

Health | Kamis, 04 Juni 2026 | 20:36 WIB

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Mengenal Rontgen Gigi 3D: Teknologi yang Bantu Diagnosis Lebih Akurat dan Cepat

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:17 WIB

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

World Milk Day 2026: Perjalanan Peternak Menjaga Kualitas Nutrisi Segelas Susu

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:34 WIB

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

2 Susu Kambing Etawa untuk Mendukung Pemenuhan Nutrisi Penderita Saraf Kejepit

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05 WIB

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Bukan Cuma Perempuan, Faktor Pria Capai 30 Persen Kasus Infertilitas di Indonesia

Health | Rabu, 03 Juni 2026 | 07:59 WIB

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB