Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas

Dinda Rachmawati

Sabtu, 25 April 2026 | 12:21 WIB
Raditya Dika Pilih Repot di Depan: Strategi Cegah Dengue demi Jaga Produktivitas
Raditya Dika (Suara.com/dinda)
  • Raditya Dika menekankan bahaya penyakit dengue bagi produktivitas individu, keluarga, dan dunia kerja pada acara di Jakarta, Kamis.
  • Raditya menerapkan langkah preventif rutin seperti vaksinasi DBD untuk menghindari kerugian besar saat menjalani aktivitas pekerjaannya.
  • Takeda, PERDOKI, dan KADIN mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat perlindungan kesehatan karyawan dari ancaman penyakit dengue.

Suara.com - Bagi Raditya Dika, menjaga kesehatan bukan sekadar rutinitas pribadi, tetapi bagian dari strategi hidup, baik sebagai kreator, kepala keluarga, maupun pengusaha. Ia melihat risiko penyakit seperti dengue dari sudut pandang yang lebih luas.

Di mana, dengue bukan hanya soal sakit, tetapi memiliki dampak terhadap produktivitas, rencana kerja, hingga orang-orang yang bergantung padanya. Dalam sebuah diskusi panel, Radit, menegaskan bahwa dengue tidak bisa dianggap enteng.

“Dengue bukan penyakit yang bisa dianggap sepele. Dampaknya bisa serius, bahkan mengancam jiwa, dan bisa terjadi pada siapa saja, tidak pandang bulu. Dalam kehidupan sehari-hari, apalagi di industri kreatif, ketika satu orang sakit, efeknya bisa ke banyak hal,” dalam acara bertajuk “SIAP Lawan Dengue” di Jakarta, Kamis.

Kesadaran itu membuat Raditya terbiasa melakukan persiapan sejak awal. Ia dikenal sebagai sosok yang lebih memilih “repot di depan” untuk menghindari kerugian besar di kemudian hari. Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan rutin melakukan vaksinasi sebelum menjalani aktivitas penting, seperti tur stand-up comedy.

“Setiap mau tour stand up comedy, biasanya saya vaksin, termasuk vaksin DBD. Karena kalau tiba-tiba kena DBD saat tour, kerugiannya besar,” ujarnya.

Langkah preventif ini juga ia terapkan dalam kehidupan keluarga. Ia memastikan istri dan anak-anaknya mendapatkan perlindungan yang sama. Baginya, keputusan tersebut bukan sekadar pilihan, melainkan bentuk tanggung jawab agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan tanpa gangguan besar.

Ia pun secara terbuka menunjukkan bahwa dirinya tidak ragu terhadap vaksin. “Kalau saya sih ngikutin yang dianjurkan dokter. Saya tipe yang siap vaksin. Lebih baik ribet di awal daripada ribet di belakang.”

Pengalaman dan pengamatannya terhadap dampak penyakit seperti DBD semakin memperkuat keyakinan tersebut. Ia memahami bahwa satu kasus penyakit bisa memicu efek berantai, mulai dari absen kerja beberapa hari, penurunan produktivitas, hingga beban finansial yang tidak kecil. 

Bahkan, dalam banyak kasus, keluarga juga ikut terdampak karena harus mendampingi pasien selama masa perawatan. Dari situ, cara pandang Raditya berkembang. Jika sebelumnya fokusnya ada pada diri sendiri dan keluarga, kini ia mulai memikirkan dampaknya dalam konteks bisnis dan karyawan.

Ia mengakui bahwa langkah di tempat kerja saat ini masih sebatas upaya dasar seperti menjaga kebersihan lingkungan dan menjalankan 3M. Namun, diskusi yang ia ikuti memunculkan kesadaran baru bahwa perlindungan karyawan juga perlu diperkuat secara lebih sistematis.

Perubahan perspektif ini sejalan dengan dorongan berbagai pihak melalui inisiatif kolaboratif seperti SIAP Lawan Dengue. Takeda Innovative Medicines menilai bahwa tempat kerja memiliki peran strategis dalam pencegahan.

“Dengue dapat menyerang siapa saja, dan dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga keluarga dan lingkungan kerja. Karena itu, kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui langkah nyata yang konsisten,” ujar Andreas Gutknecht, Presiden Direktur Takeda Innovative Medicines.

Dari sisi medis, pendekatan preventif juga semakin ditekankan. Perwakilan PERDOKI mengingatkan bahwa ketika seorang pekerja terinfeksi dengue, dampaknya bisa meluas ke berbagai aspek kehidupan—mulai dari pemulihan yang tidak singkat hingga terganggunya peran dalam keluarga dan pekerjaan. 

Karena itu, perlindungan melalui edukasi, pengendalian lingkungan, hingga imunisasi menjadi langkah penting untuk menjaga produktivitas.

Sementara itu, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) menekankan bahwa dunia usaha memiliki peran besar dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan. Kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan tenaga medis dinilai menjadi kunci agar upaya pencegahan bisa berjalan efektif.

Dengan masih tingginya kasus dengue di Indonesia, pendekatan preventif menjadi semakin relevan. Apa yang dilakukan Raditya Dika menunjukkan bahwa kesadaran bisa dimulai dari langkah sederhana, melindungi diri sendiri, lalu keluarga, dan akhirnya meluas ke lingkungan kerja.

Di tengah tuntutan produktivitas yang tinggi, menjaga kesehatan bukan lagi sekadar pilihan pribadi. Ia telah menjadi bagian dari strategi keberlanjutan, baik bagi individu maupun perusahaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

BPJS Kesehatan Angkat Raffi Ahmad Jadi Duta Kehormatan: Dorong Edukasi dan Gaya Hidup Sehat

News | Kamis, 23 April 2026 | 20:12 WIB

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

Kanker Paru Bukan Lagi Penyakit Perokok: Menagih Hak Konstitusi Atas Terapi Inovatif

News | Kamis, 23 April 2026 | 18:09 WIB

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

Wamenkes Dante: Kelompok Anti Vaksin Tetap Ada, Lawannya Bukan Larangan tapi Informasi Akurat

News | Kamis, 23 April 2026 | 17:13 WIB

Terkini

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Ribuan Sekolah Bergerak, Kesadaran Membangun Budaya Hidup Sehat Kian Menguat

Health | Selasa, 02 Juni 2026 | 19:57 WIB

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup

Health | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf

Health | Minggu, 31 Mei 2026 | 17:57 WIB

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:33 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:06 WIB

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:41 WIB

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 11:27 WIB

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan

Health | Kamis, 28 Mei 2026 | 09:44 WIB

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 11:09 WIB