- The 6th Siloam Oncology Summit 2026 di Jakarta membahas transformasi layanan kanker melalui pendekatan terapi presisi dan personal.
- Teknologi PET-CT scan kini berperan krusial dalam membantu akurasi diagnosis serta pemantauan respons terapi pasien kanker darah.
- Imunoterapi CAR T-cell menjadi inovasi medis mutakhir untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker darah melalui stimulasi sistem imun.
Salah satu bentuk imunoterapi paling maju saat ini adalah CAR T-cell therapy. Terapi ini dilakukan dengan mengambil sel T pasien melalui prosedur leukapheresis, kemudian memodifikasi sel tersebut di laboratorium agar mampu mengenali dan menyerang sel kanker secara lebih spesifik sebelum dikembalikan ke tubuh pasien.
Menurut dr. Chospiadi, terapi ini menunjukkan hasil menjanjikan pada sejumlah kanker darah seperti leukemia sel B, chronic lymphocytic leukemia (CLL), dan limfoma non-Hodgkin dengan tingkat remisi yang cukup tinggi.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan CAR T-cell therapy kini telah memasuki generasi terbaru yang dilengkapi kombinasi costimulatory domain seperti CD28 dan 4-1BB untuk meningkatkan aktivitas sel T terhadap tumor.
“Generasi yang lebih baru memberikan efektivitas yang lebih baik dalam meningkatkan proliferasi dan aktivitas sel T terhadap sel tumor,” jelasnya.
Meski menjanjikan, CAR T-cell therapy masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari risiko toksisitas, proses produksi yang kompleks, hingga biaya terapi yang mahal. Saat ini terapi tersebut umumnya diberikan pada pasien yang telah mengalami kegagalan beberapa lini terapi sebelumnya.
Namun ke depan, imunoterapi diperkirakan akan semakin luas digunakan seiring berkembangnya teknologi dan akses layanan kesehatan.
“Imunoterapi sudah mengubah lanskap terapi kanker darah. CAR T-cell menawarkan potensi kuratif pada pasien tertentu, meski aksesnya masih terbatas,” pungkas dr. Chospiadi.
Melalui The 6th Siloam Oncology Summit 2026, MRCCC Siloam Semanggi menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi layanan onkologi nasional melalui penguatan riset, inovasi teknologi, dan kolaborasi multidisiplin guna menghadirkan layanan kanker yang lebih terintegrasi dan berpusat pada pasien.