- Bethsaida Hospital Gading Serpong membuka Urology & Nephrology Clinic guna mengatasi tingginya kasus batu saluran kemih.
- Indonesia memiliki risiko batu saluran kemih tinggi akibat iklim tropis serta kebiasaan kurang minum air putih.
- Klinik tersebut menggunakan teknologi laser Cyber Ho untuk menghancurkan batu ginjal dan mengatasi pembesaran prostat tanpa sayatan besar.
Suara.com - Salah satu tantangan kesehatan yang kerap luput dari perhatian masyarakat adalah penyakit saluran kemih dan ginjal. Padahal, batu saluran kemih, pembesaran prostat, hingga penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, lalu menimbulkan komplikasi serius jika terlambat ditangani.
Data menunjukkan Indonesia, sebagai negara beriklim tropis, memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan batu saluran kemih. Kurangnya konsumsi air putih, kebiasaan mengonsumsi minuman manis, hingga dehidrasi akibat cuaca panas menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko tersebut.
Melihat tingginya kasus tersebut, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Urology & Nephrology Clinic yang menyediakan layanan terpadu untuk diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi pasien dengan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal.
Menurut Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, kehadiran klinik ini merupakan upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses sekaligus komprehensif bagi masyarakat.
"Kami ingin memberikan akses yang lebih mudah terhadap penanganan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal secara terintegrasi dalam satu layanan, mulai dari skrining, diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi. Didukung teknologi modern serta tim dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman, kami berharap masyarakat dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, tepat, aman, dan nyaman tanpa harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan," ujar Iwan.
Batu saluran kemih paling banyak ditemukan
Ketua Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., menjelaskan batu saluran kemih masih menjadi kasus yang paling sering ditemui di praktik urologi.
Batu dapat terbentuk di ginjal maupun saluran kemih akibat penumpukan kristal mineral. Gejala yang muncul antara lain nyeri hebat di pinggang, nyeri saat buang air kecil, hingga urine bercampur darah.
"Indonesia sebagai negara tropis membuat masyarakat lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika asupan cairan kurang, kristal dalam urine lebih mudah mengendap dan lama-kelamaan membentuk batu," jelasnya.
Selain batu saluran kemih, pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) juga menjadi penyakit yang banyak dialami pria seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini menyebabkan aliran urine terhambat sehingga penderitanya sering mengeluhkan sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, atau merasa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong.
Penyakit ginjal sering datang tanpa gejala
Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH, FINASIM, mengingatkan bahwa penyakit ginjal kronis sering berkembang perlahan tanpa keluhan yang khas.
Menurutnya, banyak pasien baru datang ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis dan membutuhkan cuci darah.
"Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih berat. Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala," ujar dr. Mutalib.
Ia juga mengingatkan bahwa batu saluran kemih yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan sumbatan aliran urine, infeksi, hingga pembengkakan ginjal (hidronefrosis). Bila berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal ginjal permanen.
Gaya hidup ikut menentukan
Dalam sesi diskusi, para dokter menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan.
Konsumsi air putih sekitar 1,5-2 liter per hari dinilai cukup untuk membantu menjaga fungsi ginjal pada orang dewasa dengan kondisi normal. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi minuman tinggi gula, makanan tinggi garam, serta menghindari penggunaan obat atau jamu tanpa pengawasan medis karena sebagian di antaranya dapat bersifat nefrotoksik atau merusak ginjal.
Pada anak-anak, orang tua juga diminta lebih memperhatikan kebiasaan jajan, terutama minuman berwarna dengan kandungan gula tinggi yang dikonsumsi berlebihan.
Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, khususnya bagi kelompok usia produktif, penderita diabetes, hipertensi, maupun mereka yang memiliki riwayat batu ginjal dalam keluarga. Pemeriksaan sederhana seperti analisis urine bahkan dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi gangguan ginjal sebelum muncul gejala.
Teknologi laser bantu pengobatan lebih nyaman
Perkembangan teknologi juga mengubah cara penanganan penyakit saluran kemih. Jika dahulu sebagian besar operasi dilakukan dengan sayatan besar, kini banyak prosedur dilakukan menggunakan teknik minimal invasif.
Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan teknologi Cyber Ho dengan Magneto Technology, laser Holmium generasi terbaru yang digunakan untuk menghancurkan batu saluran kemih sekaligus menangani pembesaran prostat.
Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma dan Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), menjelaskan bahwa pemilihan terapi selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan. Kami mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat. Dukungan teknologi seperti Laser Magneto membantu kami bekerja dengan tingkat presisi yang lebih tinggi," jelas dr. Donny.
Teknologi ini memungkinkan dokter memecah batu menjadi partikel sangat halus sehingga lebih mudah keluar bersama urine. Pada kasus pembesaran prostat, laser juga membantu mengurangi perdarahan, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kenyamanan pasien karena dilakukan melalui saluran kemih tanpa sayatan besar.
Dengan kombinasi teknologi modern, layanan multidisiplin, serta edukasi mengenai pentingnya deteksi dini, penanganan penyakit saluran kemih dan ginjal kini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan agar masyarakat dapat mempertahankan kualitas hidup dan menghindari komplikasi serius di kemudian hari.