Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Dinda Rachmawati

Kamis, 30 Juli 2026 | 14:39 WIB
Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan
Ilustrasi batu ginjal.
baca 10 detik
  • Bethsaida Hospital Gading Serpong membuka Urology & Nephrology Clinic guna mengatasi tingginya kasus batu saluran kemih.
  • Indonesia memiliki risiko batu saluran kemih tinggi akibat iklim tropis serta kebiasaan kurang minum air putih.
  • Klinik tersebut menggunakan teknologi laser Cyber Ho untuk menghancurkan batu ginjal dan mengatasi pembesaran prostat tanpa sayatan besar.

Suara.com - Salah satu tantangan kesehatan yang kerap luput dari perhatian masyarakat adalah penyakit saluran kemih dan ginjal. Padahal, batu saluran kemih, pembesaran prostat, hingga penyakit ginjal kronis dapat berkembang tanpa gejala yang jelas, lalu menimbulkan komplikasi serius jika terlambat ditangani.

Data menunjukkan Indonesia, sebagai negara beriklim tropis, memiliki risiko lebih tinggi terhadap pembentukan batu saluran kemih. Kurangnya konsumsi air putih, kebiasaan mengonsumsi minuman manis, hingga dehidrasi akibat cuaca panas menjadi faktor yang ikut meningkatkan risiko tersebut.

Melihat tingginya kasus tersebut, Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan Urology & Nephrology Clinic yang menyediakan layanan terpadu untuk diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi pasien dengan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal.

Menurut Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, kehadiran klinik ini merupakan upaya menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses sekaligus komprehensif bagi masyarakat.

"Kami ingin memberikan akses yang lebih mudah terhadap penanganan gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal secara terintegrasi dalam satu layanan, mulai dari skrining, diagnosis, tindakan, hingga rehabilitasi. Didukung teknologi modern serta tim dokter spesialis dan subspesialis yang berpengalaman, kami berharap masyarakat dapat memperoleh penanganan yang lebih cepat, tepat, aman, dan nyaman tanpa harus berpindah-pindah fasilitas kesehatan," ujar Iwan.

Batu saluran kemih paling banyak ditemukan

Ketua Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U., menjelaskan batu saluran kemih masih menjadi kasus yang paling sering ditemui di praktik urologi.

Batu dapat terbentuk di ginjal maupun saluran kemih akibat penumpukan kristal mineral. Gejala yang muncul antara lain nyeri hebat di pinggang, nyeri saat buang air kecil, hingga urine bercampur darah.

"Indonesia sebagai negara tropis membuat masyarakat lebih rentan mengalami dehidrasi. Jika asupan cairan kurang, kristal dalam urine lebih mudah mengendap dan lama-kelamaan membentuk batu," jelasnya.

baca juga

Selain batu saluran kemih, pembesaran prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) juga menjadi penyakit yang banyak dialami pria seiring bertambahnya usia.

Kondisi ini menyebabkan aliran urine terhambat sehingga penderitanya sering mengeluhkan sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, atau merasa kandung kemih tidak pernah benar-benar kosong.

Penyakit ginjal sering datang tanpa gejala

Sementara itu, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD.KGH, FINASIM, mengingatkan bahwa penyakit ginjal kronis sering berkembang perlahan tanpa keluhan yang khas.

Menurutnya, banyak pasien baru datang ketika fungsi ginjal sudah menurun drastis dan membutuhkan cuci darah.

"Penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan keluhan yang khas. Karena itu, deteksi dini menjadi langkah yang sangat penting untuk mencegah penurunan fungsi ginjal yang lebih berat. Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala," ujar dr. Mutalib.

Ia juga mengingatkan bahwa batu saluran kemih yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan sumbatan aliran urine, infeksi, hingga pembengkakan ginjal (hidronefrosis). Bila berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gagal ginjal permanen.

Gaya hidup ikut menentukan

Dalam sesi diskusi, para dokter menekankan pentingnya perubahan gaya hidup sebagai langkah pencegahan.

Konsumsi air putih sekitar 1,5-2 liter per hari dinilai cukup untuk membantu menjaga fungsi ginjal pada orang dewasa dengan kondisi normal. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan membatasi konsumsi minuman tinggi gula, makanan tinggi garam, serta menghindari penggunaan obat atau jamu tanpa pengawasan medis karena sebagian di antaranya dapat bersifat nefrotoksik atau merusak ginjal.

Pada anak-anak, orang tua juga diminta lebih memperhatikan kebiasaan jajan, terutama minuman berwarna dengan kandungan gula tinggi yang dikonsumsi berlebihan.

Selain menjaga pola makan, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan, khususnya bagi kelompok usia produktif, penderita diabetes, hipertensi, maupun mereka yang memiliki riwayat batu ginjal dalam keluarga. Pemeriksaan sederhana seperti analisis urine bahkan dapat menjadi langkah awal untuk mendeteksi gangguan ginjal sebelum muncul gejala.

Teknologi laser bantu pengobatan lebih nyaman

Perkembangan teknologi juga mengubah cara penanganan penyakit saluran kemih. Jika dahulu sebagian besar operasi dilakukan dengan sayatan besar, kini banyak prosedur dilakukan menggunakan teknik minimal invasif.

Bethsaida Hospital Gading Serpong menghadirkan teknologi Cyber Ho dengan Magneto Technology, laser Holmium generasi terbaru yang digunakan untuk menghancurkan batu saluran kemih sekaligus menangani pembesaran prostat.

Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma dan Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K), menjelaskan bahwa pemilihan terapi selalu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

"Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan. Kami mempertimbangkan ukuran dan lokasi batu, kondisi anatomi saluran kemih, tingkat sumbatan, hingga kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh sebelum menentukan tindakan yang paling tepat. Dukungan teknologi seperti Laser Magneto membantu kami bekerja dengan tingkat presisi yang lebih tinggi," jelas dr. Donny.

Teknologi ini memungkinkan dokter memecah batu menjadi partikel sangat halus sehingga lebih mudah keluar bersama urine. Pada kasus pembesaran prostat, laser juga membantu mengurangi perdarahan, mempercepat pemulihan, serta meningkatkan kenyamanan pasien karena dilakukan melalui saluran kemih tanpa sayatan besar.

Dengan kombinasi teknologi modern, layanan multidisiplin, serta edukasi mengenai pentingnya deteksi dini, penanganan penyakit saluran kemih dan ginjal kini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan agar masyarakat dapat mempertahankan kualitas hidup dan menghindari komplikasi serius di kemudian hari.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

Cegah Stunting Dimulai dari Deteksi Dini Anemia, Puskesmas Didorong Perkuat Skrining Ibu dan Anak

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:53 WIB

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Kolesterol Tinggi Sering Tanpa Gejala, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini sejak Usia 20 Tahun

Health | Sabtu, 13 Juni 2026 | 20:18 WIB

Terkini

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Kasus Batu Ginjal Meningkat, Dokter Ingatkan Deteksi Dini dan Teknologi Laser Minim Sayatan

Health | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:39 WIB

Baru Ditunjuk Gubernur Jateng, SK Plt Bupati Sukoharjo Disita KPK, Ada Apa?

Baru Ditunjuk Gubernur Jateng, SK Plt Bupati Sukoharjo Disita KPK, Ada Apa?

Jawa Tengah | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:38 WIB

KPK Dalami Proses Penukaran Uang Suhardiman Amby untuk Raja Juli

KPK Dalami Proses Penukaran Uang Suhardiman Amby untuk Raja Juli

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:36 WIB

Digilas 5-1 Pelatih Kamboja Malah Sebut Singapura Lebih Kuat dari Timnas Indonesia

Digilas 5-1 Pelatih Kamboja Malah Sebut Singapura Lebih Kuat dari Timnas Indonesia

Bola | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:36 WIB

The Thursday Murder Club: Ketika Para Pensiunan Menjadi Detektif yang Tak Terduga

The Thursday Murder Club: Ketika Para Pensiunan Menjadi Detektif yang Tak Terduga

Your Say | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:35 WIB

10 Cara Menyemprot Parfum agar Tahan Lama Seharian di Baju dan Kulit

10 Cara Menyemprot Parfum agar Tahan Lama Seharian di Baju dan Kulit

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:35 WIB

Danau Sunter Disulap Pemprov DKI, Siap Gelar Jakarta Watersport Festival 2026

Danau Sunter Disulap Pemprov DKI, Siap Gelar Jakarta Watersport Festival 2026

Sport | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:33 WIB

Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya

Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:32 WIB

Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?

Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:30 WIB

Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu

Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 14:30 WIB

×