Berbagai Upaya Meminimalisir Maraknya Wabah PMK Jelang Idul Adha

Indotnesia Suara.Com
Selasa, 14 Juni 2022 | 13:24 WIB
Berbagai Upaya Meminimalisir Maraknya Wabah PMK Jelang Idul Adha
Freepik/aleksandralittlewolf

Indotnesia - Wabah penularan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak makin marak jelang Hari Raya Idul Adha. Tercatat ada 163 kabupaten/kota di 18 provinsi yang melaporkan adanya penyebaran wabah PMK di daerah mereka.

Untuk meminimalisir penyebaran wabah PMK, sejumlah daerah memperketat lalu lintas perdagangan ternak dan melakukan pemeriksaan intensif terutama pada hewan ternak sapi. 

Di Kota Tangerang Banten, hewan kurban dari luar daerah dilarang masuk saat 14 hari sebelum Idul Adha. Meski begitu, hewan kurban yang masuk ke Tangerang sebelum mendekati Hari Raya Idul Adha akan dilakukan pengawasan ketat.

“Harapan saya hewan kurban masuk sekarang-sekarang ini, jadi walaupun terindikasi PMK bisa langsung dikarantina dan diobati, penyembuhannya sekitar 10 sampai 12 hari, kami juga tetap minta surat keterangan sehat dari dokter kota asal hewan tersebut,” kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, seperti dikutip Suara.com.

Sedangkan di Jawa Tengah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mensosialisasikan gerakan Jogo Ternak atau menjaga ternak dan memaksimalkan peran poskeswan atau posko kesehatan hewan yang berada di pintu masuk perbatasan kota.

Lain halnya di sejumlah daerah di Pulau Jawa, Kabupaten Agam, Sumatera Barat membentuk Tim Unit Reaksi Cepat untuk meminimalisir penyebaran wabah PMK pada hewan ternak.

Tim tersebut bertugas menyosialisasikan pencegahan PMK, memantau dan mengawasi ternak di pasar. Selain itu, adapula  Satgas PMK yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Agam untuk mengkoordinasi pengendalian penyakit PMK di lapangan.

Sementara di Kabupaten Siak, Provinsi Riau, Dinas Peternakan melakukan isolasi pada hewan ternak yang diketahui telah terpapar PMK. 

Tak hanya isolasi, hewan ternak yang terinfeksi juga diberikan pengobatan untuk antisipasi infeksi sekunder dan pengobatan suportif agar mengembalikan stamina hewan. Ada pula pemberian pengobatan simptomatis guna mengatasi gejala seperti demam, rasa sakit, dan lainnya.

Dilansir dari laman resmi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat, penyakit mulut dan kuku memiliki gejala klinis yang beragam, yaitu:

Gejala pada sapi

1. Demam (pyrexia) hingga mencapai 41°C dan menggigil

2. Tidak nafsu makan (anorexia)

3. Hipersativasi atau keluar air liur berlebihan

4. Penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI