Suara.com - Capres nomor urut 1 Anies Baswedan menyinggung rivalnya, cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka saat debat perdana Pilpres 2024. Menurutnya, Gibran merupakan milenial yang bisa menajdi calon wakil presiden setelah adanya putusan MK.
"Hari ini ada satu orang milenial bisa menjadi calon wakil presiden," ujar Anies di lokasi debat, Selasa (12/12/2023).
Anies menuturkan, banyak milenal dan generasi z yang peduli pada anak bangsa namun mereka kerap mendapat itimidasi setiap menyuarakan pendapat.
"Tapi ada ribuan milenial, generasi z, peduli pada anak bangsa, peduli pada mereka yang termajinalkan," katanya.
"Ketika mereka mengungkapkan pendapat diahadapi kekrasan benturan dan bahkan gas air mata," jelas Anies.
Mantan Mendikbud ini memastikan jika dirinya menjadi presiden bakal merubah hal tersebut.
"Apakah kondisi ini dibiarkan? tidak. Kita harus lakukan perubahan," jelasnya.
Debat Perdana
Tema debat perdana capres 2024 adalah Hukum, HAM, Pemerintahan, Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi, dan Peningkatan Pelayanan Publik, dan Kerukunan Warga.
Debat antara ketiga capres ini dipandu oleh dua jurnalis TVRI yang ditunjuk sebagai moderator, yakni Ardianto Wijaya dan Valerina Daniel.
Terdapat 6 segmen dan 18 pertanyaan pada debat capres yang akan berlangsung selama 120 menit ini.
Sebelumnya, KPU telah menunjuk 11 orang panelis. Adapun mereka yang ditetapkan KPU 10 orang di antaranya berlatar belakang akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri tanah air.
Berikut adalah daftar panelis debat pertama capres-cawapres di Pilpres 2024:
Mada Sukmajati (Pakar Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada); Rudi Rohi Ahli (Pakar Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana); Lita Tyesta (Ahli Hukum Tata Negara Universitas Diponegoro), Khairul Fahmi (Pakar Hukum Universitas Andalas).
Kemudian Agus Riewanto (Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret); Susi Dwi Harijanti (Pakar Tata Hukum Negara Universitas Padjadjaran); Bayu Dwi Anggono (Guru Besar Universitas Jember); Al Makin (Guru Besar Studi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga).