Batal Diusung di Jakarta, Benarkah PDIP Sakit Hati ke Anies karena Dendam Lama?

Rabu, 28 Agustus 2024 | 13:42 WIB
Batal Diusung di Jakarta, Benarkah PDIP Sakit Hati ke Anies karena Dendam Lama?
Batal Diusung di Jakarta, Benarkah PDIP Sakit Hati ke Anies karena Dendam Lama? (ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah).

Suara.com - Manuver politik PDI Perjuangan di Pilkada Jakarta 2024 menjadi sorotan setelah dua kadernya, Pramono Anung-Rano Karno resmi mendaftar sebagai bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur ke KPU DKI Jakarta, hari ini. Pasalnya, adanya resminya Pramono-Rano berduet memastikan PDI Perjuangan batal mengusung Anies Baswedan yang sebeumnya digadang-gadang akan maju nyagub di Jakarta.

Terkait hal itu, batalnya pencalonan Anies Baswedan sebagai bakal cagub Jakarta oleh PDIP dinilai karena partai berlogo banteng moncong putih itu disebut-sebut masih menyimpan luka masa lalu.

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menyebut bahwa PDIP tampak masih merasa sakit hati atas kejadian saat Pilkada 2017 yang mempertemukan Anies Baswedan dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai cagub.

Anies Baswedan dan Rano Karno di kantor DPP PDIP. (Ist)
Anies Baswedan dan Rano Karno di kantor DPP PDIP. (Ist)

Tak hanya karena PDIP dikalahkan Anies yang diusung oleh Partai Gerindra, tapi juga isu politik identitas yang menguat di Jakarta.

"Persis (masih ada sakit hati Pilkada 2017), karena di internal PDIP, cerita 2017 itu dalam. Bukan sebatas Ahok saja, tapi residunya sampai hari ini. Sehingga politik identitas akhirnya mengemuka, menjadi bahan di 2019 Pilpres dan seterusnya," kata Agung kepada Suara.com, dihubungi Rabu (28/8/2024). 

Walaupun sudah lewat 7 tahun lalu, namun kejadian itu disebut masih membekas bagi sebagian faksi di internal PDIP. Hal tersebut yang tampak jadi pemicu adanya pro kontra di internal PDIP untuk mengusung Anies sebagai cagub Jakarta. 

Anies Baswedan (tengah) saat mendatangi kantor DPD PDIP, Jakarta, Sabtu (24/8/2024).  [Suara.com/Alfian Winanto]
Anies Baswedan (tengah) saat mendatangi kantor DPD PDIP, Jakarta, Sabtu (24/8/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Nama Anies ini kurang memiliki akseptabilitas yang tinggi, pun di eksternal juga sama ya. Nama Anies ini dianggap seringkali membuat pro-kontra bahkan kontroversi dalam konteks, misalnya bersama Jokowi atau bersama Prabowo. Dan dalam hal itu PDIP tidak mau menanggung beban politik yang besar," jelas Agung.

Dia juga melihat, PDIP ingin hubungannya dengan presiden terpilih Prabowo Subianto bisa terjalin lebih positif. Tujuan tersebut bisa jadi lebih sulit diraih bila PDIP beri dukungan kepada Anies. Sebab mantan Gubernur Jakarta itu hubungannya kini telah renggang dengan Gerindra dan Prabowo.

"Anies ini dianggap sebagai lawan potensial Prabowo di 2029. Dan PDIP tidak ingin menjadikan Anies sebagai calon yang besok akan membuat relasi mereka dengan Presiden terpilih Prabowo, ataupun saat ini dengan Jokowi, semakin memburuk," kata Agung. 

Baca Juga: Pede Nyagub, Pramono Anung Sesumbar Bisa Atasi Segudang Masalah di Jakarta, Begini Katanya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI