Sah-sah Saja Sebagai Ekspresi Politik, Seruan Coblos 3 Paslon di Jakarta Bisa Minimalisir Kecurangan?

Selasa, 26 November 2024 | 19:22 WIB
Sah-sah Saja Sebagai Ekspresi Politik, Seruan Coblos 3 Paslon di Jakarta Bisa Minimalisir Kecurangan?
Sah-sah Saja Sebagai Ekspresi Politik, Seruan Coblos 3 Paslon di Jakarta Bisa Minimalisir Kecurangan? (Suara.com/Alfian)

Suara.com - Pengacara Publik YLBHI Muhammad Fadhil Alfathan ikut menanggapi soal gerakan golput dengan cara mencoblos tiga pasang Cagub-Cawagub di Pilkada Jakarta yang digaungkan oleh Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK). Menurutnya, sah-sah saja jika ada elemen masyarakat di Jakarta yang menyatakan ingin golput pada pilkada tahun ini. 

"Ya, itu, saya pikir ekspresi politik yang sah-sah saja bagi warga negara gitu ya, apalagi kan ada beberapa kategori golput kan, salah satunya kan golput yang betul-betul merupakan ekspresi politik dan mencoblos tiga langsung itu kan meminimalisir terjadinya kecurangan," ujarnya saat diwawancarai jurnalis Suara.com di Gedung YLBHI, Selasa (26/11/2024).

Fadhil mengungkapkan bahwa gerakan yang dilakukan JRMK akan meminimalisir surat suara yang takut disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

"Jadi, kami pikir kawan-kawan dari JRMK sudah tepat dalam mengekspresikan secara politik gitu ya, apa yang menjadi keresahannya dan apa yang kemudian ingin mereka sampaikan secara politik dalam pres demokratis ini," lanjut Fadhil.

Gerakan Coblos 3 Paslon 

Sebelumnya, massa dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) menggelar aksi demo di depan Kantor KPU Jakarta, Senin (23/9/2024). Mereka menyerukan gerakan coblos tiga paslon pada Pilgub Jakarta 2024.

Pihak JRMK mengatakan, gerakan coblos tiga paslon dan golput ini adalah bentuk protes rakyat yang selama ini tidak didengar suaranya saat pemilihan paslon.

"Berdasarkan kesepakatan rapat anggota antar kampung/koperasi, JRMK Jakarta, memutuskan mengambil sikap untuk mencoblos semua calon gubernur yang ada di kertas suara," ujar Koordinator JRMK Jakarta dalam keterangan tertulis dikutip, Selasa (26/11/2024).

Keputusan ini diambil JRMK setelah mempertimbangkan proses penjaringan calon gubernur yang tidak mengakomodir aspirasi masyarakat dan hanya sekedar permainan para elit politik kekuasaan.

Baca Juga: Warga Jakarta Jangan Salah Nyoblos Besok, YLBHI Bongkar 'Dosa-dosa' Cagub Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun

"Sebagai bentuk protes kita untuk menunjukkan bahwa mereka para politisi tidak mendapat pengakuan dari rakyat," pungkasnya. (Moh Reynaldi Risahondua).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

VIDEO TERKAIT

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI