Hari Batik Nasional 2020: Pengrajin Batik Dihantam Pandemi

Vania Rossa, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 02 Oktober 2020 | 08:39 WIB
Hari Batik Nasional 2020: Pengrajin Batik Dihantam Pandemi
Ilustrasi pembatik (Pixabay/masbet)

Suara.com - Di Hari Batik Nasional 2020, kondisi para pengrajin batik terpuruk akibat pandemi Covid-19. Mereka kini tengah kesulitan menjual stok batik yang sudah diproduksi.

Asosiasi Pengusaha dan Pengrajin Batik Indonesia, Komarudin Kudiya, mengatakan di Cirebon saja sudah ada 50 pengrajin batik yang gulung tikar, mereka adalah pengusaha kelas menengah ke bawah.

"Ada 50 pengrajin batik gulung tikar, modal mereka ini di bawah Rp 200 juta, sudah gulung tikar lebih dulu," ujar Komar dalam diskusi Google terkait Hari Batik Nasional, Kamis (1/10/2020).

Mereka yang gulung tikar, kata Komar, adalah yang sudah memproduksi batik sejak Februari hingga Maret. Apesnya, pada April saat PSBB mulai kencang dan ada larangan mudik, tidak ada pembeli satupun. Pengepul yang biasanya membeli hasil tangan para pengrajin mulai berhenti membeli, lantaran stok yang ada di tangan masih sangat banyak. Jadilah pengrajin yang menggantungkan hidupnya pada batik kian terpuruk.

"Pengepul bilang buat apa, pameran diwastra distop, acara pameran belum diperbolehkan, jadi barang menumpuk, nggak mau menerima barang dari pengrajin," tutur Komar.

Sedikit beruntung, pengusaha yang modalnya di atas Rp 200 juta mungkin mereka masih bisa sedikit bertahan, tapi jika keadaan terus dibiarkan, bukan tak mungkin para pengusaha ini juga ikut terpuruk. Misalnya saja, Komar, dari 250 karyawan, kini pengrajinnya hanya kurang dari 100 orang, karena pemasukan yang ada tidak bisa membayar mereka.

Begitu juga dengan kondisi pengrajin di Pekalongan yang biasa berjualan di Thamrin City, Jakarta Pusat, banyak yang harus rela mengeluarkan barangnya karena tidak kuat membayar biaya sewa toko yang fantastis.

"Data empiris memang belum jelas. Tapi kalau kawan yang tergabung dalam asosiasi, sudah lebih dari 50 persen yang gulung tikar. Perusahaan yang bertahan, hanya yang cukup modal," kata Komar.

Itu baru sekedar pembatik, belum ditambah dengan pengrajin kain tenun, kain songket, dan sebagainya yang ia perkirakan mengalami hal yang tidak jauh berbeda.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringati Hari Batik Nasional, Google Arts and Culture Tambah Koleksi

Peringati Hari Batik Nasional, Google Arts and Culture Tambah Koleksi

Tekno | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 06:45 WIB

Hari Batik Nasional, Berikut Sejarah Batik di Indonesia

Hari Batik Nasional, Berikut Sejarah Batik di Indonesia

News | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 06:05 WIB

Hari Batik Nasional: Tak Apa Diklaim, Batik Indonesia Tetap yang Terbaik

Hari Batik Nasional: Tak Apa Diklaim, Batik Indonesia Tetap yang Terbaik

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2020 | 07:05 WIB

Terkini

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 14:08 WIB

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:05 WIB

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Air Mawar?

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

×