Psikolog Sosial Jawab Alasan Mengapa Orang Indonesia Doyan Nonton Demo

Risna Halidi

Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:30 WIB
Psikolog Sosial Jawab Alasan Mengapa Orang Indonesia Doyan Nonton Demo
Demo BEM SI di Patung Kuda (Suara.com/Arga)

Suara.com - Indonesia sedang dikepung aksi demonstrasi berkali-kali. Tujuan massa aksi jelas, menolak pengesahan UU Cipta Karya. Pada beberapa kesempatan, aksi demonstrasi berakhir ricuh tak keruan. Foto dan video kekacauan tersebut dibagikan dan dimuat di media sosial.

Tapi pernahkah Anda menyadari, bahwa keramaian dalam setiap aksi massa demonstrasi bukan hanya dipenuhi para demonstran tetapi juga penonton yang penasaran?

Lalu, apa sih yang menyebabkan aksi demonstrasi kerap jadi tontonan?

Menurut pakar psikolog sosial, Dicky Chresthover Pelupessy, M.DS., Ph.D., manusa memiliki sifat dasar sebagai mahluk kolektif.

Rasa ingin tahu akan sebuah peristiwa yang terjadi merupakan faktor utama pendorong seseorang untuk menyaksikan demonstrasi atau kejadian yang mengundang keramaian lain yang berlangsung di sekitar lingkungannya.

"Gak usah saat demo deh, di jalan tol macet gara-gara ada kecelakaan, terus orang jadi melambatkan mobilnya, sesama pemobil, dia melambatkan mobilnya terus menonton. Ini kalau di tempat lain, atau negara lain ya jalan aja. Agak macet tapi enggak semacet di sini karena orang betul-betul ingin lihat dan itu gak dilarang," kata Dicky seperti yang Suara.com kutip di Antara, Jumat (16/10/2020).

Kepedulian terhadap lingkungan yang masih tinggi, membuat seseorang berusaha mencari tahu sesuatu yang sedang terjadi.

Hal ini berbeda dengan masyarakat yang individualis. Fenomena menonton demonstrasi secara langsung di tempat kejadian, dianggap oleh Dicky sebagai hal yang wajar untuk masyarakat kolektif, apalagi tidak ada hal yang dilanggar atas perilaku tersebut.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu juga mengatakan penonton demonstrasi atau audiens bukanlah bagian dari demonstrasi itu sendiri. Sebab, para penonton tidak ikut terlibat dalam pengorganisasian ataupun kelompok tertentu.

baca juga

Kata Dicky, bagi masyarakat di Indonesia, berkerumun adalah bagian dari kehidupan.

"Masyarakat kita itu memang masyarakat kolektif dan kita punya kebiasaan untuk kumpul-kumpul. Itu sebenarnya karakter dasar manusia tapi terlebih lagi budaya masyarakat yang kolektif jadi ngumpul-ngumpul itu udah jadi bagian dari kehidupan," tambah Dicky.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pendemo Diguyur Hujan, Mahasiswa: Pak Polisi, Kami Mau Neduh di Istana

Pendemo Diguyur Hujan, Mahasiswa: Pak Polisi, Kami Mau Neduh di Istana

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:25 WIB

Demo ke Istana, Orator: jika Dukun Santet Sudah Turun, Jangan Salahkan Kami

Demo ke Istana, Orator: jika Dukun Santet Sudah Turun, Jangan Salahkan Kami

News | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:13 WIB

Tersangka Pembakaran Truk Satpol PP Sukoharjo, Semua Masih Pelajar

Tersangka Pembakaran Truk Satpol PP Sukoharjo, Semua Masih Pelajar

Jawa Tengah | Jum'at, 16 Oktober 2020 | 16:10 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×