alexametrics

Ngakunya Air Purifier, PS5 Pria Ini Dijual Lagi Saat Ketahuan Istri

Bimo Aria Fundrika
Ngakunya Air Purifier, PS5 Pria Ini Dijual Lagi Saat Ketahuan Istri
Ilustrasi Play Station 5 atau PS5. [Dok Sony/Playstation]

Beberapa memutar otak agar bisa diizinkan untuk membeli game tersebut

Suara.com - Setiap penggemar game konsol kini sangat memburu kehadiran Playstation 5 atau PS5. Beberapa memutar otak agar bisa diizinkan untuk membeli game tersebut

Salah satunya seperti seorang pria bernama Jin Wu, baru-baru ini berbagi melalui Facebook. Ia berbagi pertemuan lucu dengan reseller PS5 di Taiwan yang dengan sedih harus melepaskan konsol setelah istrinya menemukan bahwa itu bukan pembersih udara.

Jin Wu mengatakan dia membeli konsol PS5 dari pengecer pada hari Jumat (20 November) dan menelepon penjual ketika dia tiba di lokasi pertemuan yang ditentukan yang mereka berdua sepakati.

Namun, dia terkejut mendengar suara perempuan yang menerima dan mengatakan bahwa orang tersebut tidak terdengar seperti seseorang yang bermain game secara teratur.

Baca Juga: Penjualan PS5 di Hari Pertama Capai 2,5 Juta Unit, Kalahkan Xbox Series X

Konsol game Playstation 5 atau PS5 masuk Indonesia pada 22 Januari 2020. [Dok Playstation]
Konsol game Playstation 5 atau PS5 masuk Indonesia pada 22 Januari 2020. [Dok Playstation]

Meskipun demikian, PS5 yang ditawarkan penjual adalah yang termurah yang bisa dia temukan di pasar hari itu dan orang itu terdengar sangat ingin menjualnya sehingga Jin Wu setuju.

“Saat penjualnya datang, ternyata dia adalah pria paruh baya. Anda bisa tahu bahwa dia pasti bermain video game, hanya dengan satu tampilan, ”kata Wu di postingan Facebook-nya.

Saat Jin Wu mulai memeriksa isi paket, dia memulai percakapan dengan pria seperti ini:

“Wu: Di mana Anda membeli konsol tersebut

Penjual: Pchome (pasar utama di Taiwan)

Baca Juga: Terjual Habis, Sony Janji Sediakan Lagi PS5 Sebelum 2020 Berakhir

Wu: Oh, Anda sangat cepat dalam memesan konsol. Apakah Anda berhasil memesan dua konsol? Jika tidak, mengapa Anda menjual ini? ”

Komentar