Ini Deretan Masalah Sampah di Darat dan Air yang Bisa Menyebabkan Penyakit

Vania Rossa, Lilis Varwati

Kamis, 18 Februari 2021 | 18:15 WIB
Ini Deretan Masalah Sampah di Darat dan Air yang Bisa Menyebabkan Penyakit
Ilustrasi sampah [shutterstock]

Suara.com - Setiap orang tentu menyadari kalau membuang sampah harus pada tempatnya. Tetapi bukan hanya itu saja. Tidak membuang sampah sembarangan akan lebih baik diikuti dengan memilah sampah berdasarkan kategorinya, dan juga mendaur ulang bahan yang masih layak pakai. Tindakan itu berguna untuk mengurasi jumlah sampah yang akan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ketua Kajian Ekonomi Lingkungan Universitas Indonesia Dr. Alin Halimatussadiah, P.hD., mengatakan bahwa di Indonesia, tingkat sampah rumah tangga yang terkumpul di TPA (waste colletion rate) lebih rendah dibandingkan negara lain di Asia.

"Waste colletion rate kita masih sangat rendah. Data statistik yang saya kumpulkan terakhir itu sebetulnya kurang dari 40 persen dan itu jauh di bawah rata-rata Asia Tengah dan Pasifik yang sudah mencapai 70 persen," kata Alin dalam webinar bersama Unilever Indonesia, Kamis (18/2/2021).

Sayangnya, 40 persen sampah rumah tangga yang terkumpul itu, 60 persen di antaranya berserakan di mana, lanjut Alin.

"Termasuk pada akhirnya ke laut. Hasilnya, Indonesia juara ke-2 menyumbang sampah plastik di dunia," tambahnya.

Sampah yang berujung di laut tentu akan mencemari lingkungan. Alin mengatakan, sampah-sampah plastik yang terurai bisa berubah menjadi mikroplastik atau bahkan nanoplastik, yang rentan dikonsumsi oleh biota laut.

Kondisi itu, menurutnya, akan menurunkan kualitas air laut dan kualitas ikan yang pada akhirnya dimakan manusia. Hal serupa juga bisa terjadi jika sampah terus mencemari sungai.

"Akan membuat sungai tercemar, padahal banyak sungai di masyarakat nanti dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum, juga aktivitas lain seperti irigasi dan tambak. Tentunya ini berpengaruh terhadap kesehatan, terutama stunting," paparnya.

Alin menyampaikan bahwa kejadian stunting dengan kualitas air sungai sangat berkaitan. Selain itu, kualitas air sungai yang buruk juga bisa sebabkan penyakit seperti diare hingga penyakit kulit.

baca juga

Tak berhenti di situ, penumpukan sampah yang juga menumpuk di darat sama berbahayanya untuk kesehatan manusia. Salah satu polusi yang disebabkan karena sampah di darat yakni lindi, cairan yang keluar dari tumpukan sampah dengan membawa materi terlarut hasil dari proses dekomposisi materi sampah.

Lindi tersebut dapat meresap ke dalam tanah yang menyebabkan pencemaran tanah dan air tanah secara langsung, jelas Alin.

"Banyak daerah yang tidak sanggup mengelola sampah. Kalau kita lihat di TV, tempat pembuangan akhir di banyak kota, banyak yang overload bahkan sampai tutup. Banyak juga penampungan sampah ilegal, itu membuat polusi bau dan berbagai penyakit. Satu jenis polusi yang sangat berbahaya yaitu lindi," paparnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Nenek di Makassar Hidup dari Sampah, Harus Nafkahi Anak dan Cucu

Kisah Nenek di Makassar Hidup dari Sampah, Harus Nafkahi Anak dan Cucu

Sulsel | Kamis, 18 Februari 2021 | 16:00 WIB

Selamatkan Lingkungan, Ini 6 Tips Kurangi Penggunaan Plastik

Selamatkan Lingkungan, Ini 6 Tips Kurangi Penggunaan Plastik

Lifestyle | Selasa, 16 Februari 2021 | 16:59 WIB

Viral Hamish Daud Pungut Sampah di Jalan, Raisa: Kok Kayak Kenal Ya

Viral Hamish Daud Pungut Sampah di Jalan, Raisa: Kok Kayak Kenal Ya

Hits | Selasa, 16 Februari 2021 | 12:57 WIB

Terkini

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bulog Tertibkan Penyaluran Beras SPHP, Bentuk Satgas Khusus & Perkuat Pengawasan Nasional

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Kecewa Berat, Kronologi Kasus Pemanis Beeru Stevia yang Berujung Penjualan Dihentikan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:34 WIB

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

100 Persen Negara Asia Dukung Gianni Infantino, Erick Thohir: Sudah Jelas

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

Mendagri Terbitkan SE untuk Perkuat Peran Pemda Awasi Program MBG

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Kemiskinan vs Menstruasi: Saat Kebutuhan Dasar Perempuan Tak Terjangkau

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Polda DIY Akui Terima BKO Pasukan Luar Daerah untuk Pengamanan Aksi di Malioboro

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:27 WIB

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

Tarif dan Rute Angkot T19 yang Bawa Mahasiswa ke Bundaran HI Bak Kuda Troya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:25 WIB

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Pergeseran Bahasa Indonesia di Era Gen Z: Evolusi atau Ancaman Identitas?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:24 WIB

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

Penanganan Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Monitor Penanganan Infrastruktur dan Fasilitas UMKM

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

Wacana Revisi UU Tipikor, Diingatkan Jangan Berdiri Sendiri, Harus Dibarengi Reformasi Sistemik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:21 WIB

×