Menparekraf Ungkap 7 Aspek Pengembangan Desa Wisata, Apa Saja?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Minggu, 25 Juli 2021 | 14:51 WIB
Menparekraf Ungkap 7 Aspek Pengembangan Desa Wisata, Apa Saja?
Ilustrasi desa wisata. (Envato)

Suara.com - Pengembangan desa wisata menjadi agenda yang tengah digarap oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Dilansir ANTARA, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan ada tujuh aspek dalam desa wisata yang akan jadi fokus pengembangan, dalam upaya memastikan desa wisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian masyarakat.

Sandi menjelaskan, ketujuh aspek tersebut adalah kategori-kategori yang diperlombakan di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Yakni homestay, toilet, suvenir, desa digital, CHSE, konten kreatif, dan daya tarik dalam acara "Bimtek dan Workshop Online ADWI 2021 untuk Wilayah III" yang berlangsung secara daring, Sabtu.

"Ketujuh kategori ini merupakan aspek-aspek yang menjadi istilahnya sebagai tampak depan, tampak samping, tampak belakang, dan tampak dalam dari desa wisata. Hal ini yang akan kita pastikan untuk diperbaiki dan ditingkatkan. Dengan pulihnya ekonomi, pariwisata bangkit, insya Allah lapangan kerja terbuka," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

Menteri Pariwisata Sandiaga Uno bersama Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman naik perahu menyusuri sungai di kawasan wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Juni 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno bersama Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman naik perahu menyusuri sungai di kawasan wisata Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Juni 2021 [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Mantan pengusaha itu menyebutkan bimtek dan workshop online menjadi salah satu sarana agar para pengelola desa wisata dapat memahami hal-hal yang harus mereka persiapkan untuk menjadikan desa wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan serta dapat memiliki prinsip keberlanjutan.

Melalui ketujuh aspek tersebut diharapkan desa wisata benar-benar dapat membuka lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Ia turut mengapresiasi keikutsertaan sebanyak 1.831 desa wisata dalam ADWI 2021. Kehadiran desa wisata akan menjadi motor penggerak dalam pemulihan ekonomi. Desa wisata menjadi lokomotif untuk pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta simbol kebangkitan Indonesia.

"Kemenparekraf akan terus melakukan pendampingan. Selain itu, dalam pengembangan destinasi, jika DAK difokuskan untuk destinasi super prioritas, ke depan kami akan berupaya mendorong 'Tugas Pembantuan' dalam mencapai pembangunan kepariwisataan nasional, salah satunya desa wisata," kata Sandi.

Ada pun pendampingan dan bantuan yang diberikan berupa infrastruktur yang disiapkan lintas kementerian dan lembaga lewat pengganggaran dalam APBN.

Lalu bantuan insentif pemerintah yang diberikan melalui Kemenparekraf hingga sertifikasi CHSE (Cleanliness, Helath, Safety, Enviroment Sustainabilty).

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf Vinsensius Jemadu dalam acara yang sama menyampaikan pengelola desa wisata harus dapat mengidentifikasi yang menjadi keunggulan di desanya untuk dapat dikembangkan sebagai daya tarik. Salah satunya dibungkus dalam story telling yang baik.

"Di sinilah diperlukan tata kelola (manajemen) yang baik. Sehingga apa yang menjadi daya tarik atau keunggulan itu nantinya bisa memberikan dampak baik secara ekonomi, sosial budaya, dan juga dampak atau manfaat pelestarian lingkungan yang semuanya merupakan pilar utama dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan," kata Vinsensius. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program 'Desa Wisata' BRI, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal

Program 'Desa Wisata' BRI, Dorong Kebangkitan Ekonomi Lokal

Bri | Minggu, 26 April 2026 | 12:13 WIB

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 17:05 WIB

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

Sandiaga Uno Sebut Ekonomi Hijau Kunci Utama Ciptakan Lapangan Kerja Masa Depan

News | Rabu, 15 April 2026 | 18:20 WIB

RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah

RICMA Camp 2026 Hadirkan Inspiring Talk untuk Membentuk Pemimpin Amanah

Lifestyle | Minggu, 01 Maret 2026 | 11:10 WIB

Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional

Sandiaga Uno Mau Startup Muda RI Tembus Pasar Internasional

Bisnis | Jum'at, 20 Februari 2026 | 14:02 WIB

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Dorong Wisatawan Lokal, Desa Wisata Tebara Raup Rp1,4 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 08:03 WIB

Melihat Destinasi Wisata Konservasi Pesut Mahakam di Kaltim

Melihat Destinasi Wisata Konservasi Pesut Mahakam di Kaltim

Foto | Selasa, 06 Januari 2026 | 09:00 WIB

Transformasi Desa Bilebante: Dari Bekas Tambang Pasir Jadi Desa Wisata Hijau

Transformasi Desa Bilebante: Dari Bekas Tambang Pasir Jadi Desa Wisata Hijau

Lifestyle | Senin, 22 Desember 2025 | 19:04 WIB

Toyota Hilux Rangga Pimpin Pembangunan Toilet Umum dari Plastik Daur ulang di Lombok

Toyota Hilux Rangga Pimpin Pembangunan Toilet Umum dari Plastik Daur ulang di Lombok

Otomotif | Kamis, 04 Desember 2025 | 13:22 WIB

Ekonomi Lagi Seret? Ini Cara Menuju Financial Freedom yang Bisa Kamu Coba!

Ekonomi Lagi Seret? Ini Cara Menuju Financial Freedom yang Bisa Kamu Coba!

Your Say | Sabtu, 15 November 2025 | 06:09 WIB

Terkini

5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan

5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:51 WIB

Kenapa Liptint Tidak Tahan Lama? Ketahui Bedanya dengan Lipstik

Kenapa Liptint Tidak Tahan Lama? Ketahui Bedanya dengan Lipstik

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:44 WIB

Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter

Studi Ungkap 60 Persen Anak Muda Memilih Swadiagnosis Dibanding Langsung Pergi ke Dokter

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:41 WIB

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Apakah Viva Punya Facial Wash? Ini Macam-Macam Varian dan Harganya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:35 WIB

Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya

Niat Miqat Haji Lengkap dengan Waktu dan Lokasi Jemaah Indonesia Biasa Melakukannya

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:14 WIB

6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit

6 Sunscreen Wardah di Alfamart yang Anti Lengket dan Efektif Lindungi Kulit

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 10:12 WIB

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Banyak yang Libur Tapi Swasta Tetap Masuk

Apakah Hari Ini Tanggal Merah? Banyak yang Libur Tapi Swasta Tetap Masuk

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 09:51 WIB

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Cushion dan Skint Tint Lebih Ringan Mana? Ini 5 Rekomendasi Ternyaman Dipakai Seharian

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:18 WIB

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Beda Nasib Nadiem Makarim dan Jurist Tan: Satu Dituntut 18 Tahun, Satu Kabur ke Australia

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:06 WIB

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Jurist Tan Sekarang di Mana? Stafsus Nadiem Makarim Tersangka Kasus Chromebook Kini Buron

Lifestyle | Jum'at, 15 Mei 2026 | 07:48 WIB