Agar Tidak Investasi Hanya karena Emosi Sesaat, Ini Tips Berpikir Rasional dari Psikolog

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Kamis, 24 Maret 2022 | 19:54 WIB
Agar Tidak Investasi Hanya karena Emosi Sesaat, Ini Tips Berpikir Rasional dari Psikolog
Ilustrasi Investasi [pexels.com]

Suara.com - Psikolog mengatakan tidak semua keputusan melakukan investasi datang dari pikiran rasional. Hati-hati, tak mampu mengelola emosi bisa membuat Anda berinvestasi di tempat yang salah.

Untuk mencegah ini terjadi, psikolog klinis Ivan Sujana, M.Psi., Psikolog membagikan tiga strategi yang dapat dilakukan seseorang ketika hendak mengambil keputusan berinvestasi.

Ia menilai orang yang biasanya baru belajar berinvestasi lebih rentan terjebak pada emosi yang tidak berdasar. Padahal, pengambilan keputusan dalam berinvestasi harus dilakukan dengan pemikiran yang rasional, terlepas dari siapapun yang menawarkan.

"Keputusan harus rasional, apalagi kalau kita bicara soal uang, investasi produk-produk yang nilainya di kemudian hari akan naik. Semua itu bisa kita kalkulasi. Repotnya banyak yang jadinya ikut-ikutan berinvestasi yang tidak dengan pemikiran rasional," kata Ivan.

Ilustrasi investasi.[Pixabay]
Ilustrasi investasi.[Pixabay]

Pertama, literasi finansial, termasuk jenis produk-produk finansial. Literasi finansial, kata Ivan, penting untuk dipahami terlebih dahulu sebelum seseorang berinvestasi, termasuk seluk-beluk mekanisme hingga memastikan keamanannya.

"Misalnya, mau investasi saham atau mau trading. Seringkali kalau hanya mengandalkan emosi, kita hanya akan melihat, 'Wah hasilnya besar, aku mau ikutan'. Sudah begitu. Literasi finansial itu mutlak perlu sebelum berinvestasi. Kita nggak perlu ke tingkat ahli, tapi kalau buta sama sekali juga jangan. Kita perlu tahu untuk mengamankan modal aset kita," kata Ivan.

Strategi kedua adalah berpikir kritis. Berpikir kritis, lanjut Ivan, harus selalu diterapkan agar seseorang tidak mudah tergiur investasi yang tidak masuk akal.

"Kekritisan dalam pengambilan keputusan dan literasi finansial itu mutlak perlu karena kita tidak bisa membatasi geraknya emosi yang lebih cepat daripada rasio kita. Justru yang perlu dikontrol emosinya dengan rasio. Rasio, ya, kuncinya dua tadi," ujarnya.

Selain itu, Ivan juga menyarankan agar menunda keputusan final minimal satu atau dua hari. Menurut Ivan, emosi biasanya tergugah pada satu momen saja, namun ketika memberi waktu untuk menunda maka intensitas emosi akan berkurang secara perlahan-lahan. Saat intensitas emosi sudah berkurang, maka pikiran rasional akan lebih mudah bekerja.

Baca Juga: Uang dari Doni Salmanan Habis, Alffy Rev Pasrah Komputer Animasinya Diangkut Penyidik Jika Diminta Pertanggungjawaban

"Misalnya, ada teman sangat dekat mengajak kita untuk investasi. Dari penjelasan dia, kita menilai itu bagus dan aman. Di situ kita nggak langsung bilang 'Iya'. Tunda pengambilan keputusannya satu hari. Kalau dia bilang, 'Wah besok sudah terlambat dan sebagainya', jangan terpancing di situ. Kasih waktu satu hari minimal," kata Ivan. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI