Gampang Dibeli, Murid SMP-SMA Bisa Habiskan Duit Jajan Rp 200 Ribu Seminggu Untuk Beli Rokok

Senin, 22 Juli 2024 | 20:41 WIB
Gampang Dibeli, Murid SMP-SMA Bisa Habiskan Duit Jajan Rp 200 Ribu Seminggu Untuk Beli Rokok
Ilustrasi rokok batangan (Pixabay/Chefchen)

Suara.com - Kemudahan akses membeli rokok jadi salah satu faktor utama murid sekolah jadi kecanduan nikotin. Temuan Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI), para murid SMP dan SMA bahkan bisa habiskan uang jajan hingga ratusan ribu rupiah untuk beli rokok.

Kebanyakan dari mereka, membeli secara eceran per batang di warung dekat sekolah maupun rumahnya.

"Mereka bisa habiskan uang jajan berkisar Rp30 ribu sampai Rp200 ribu per minggu untuk jajan rokok. Itu jumlah yang menakjubkan, uang jajan untuk dibeli rokok," kata project Lead for Tobacco Control Cisdi Beladenta Amalia dalam diskusi Duka Hari Anak Darurat, Anak Indonesia Kecanduan Rokok di XSpaces, Senin (22/7/2024).

Mayoritas siswa juga mengaku, membeli secara batangan jadi awal mula mereka kecanduan rokok. Pasalnya, harganya cenderung lebih murah dengan rata-rata dibandrol sekitar Rp2 ribu per batang.

"Kita lakukan FGD ke siswa SMP dan SMA di Jakarta, mereka mengaku, 7 dari 10 siswa itu mencoba pertama kali dengan rokok eceran. Jadi sangat murah dan mudah didapat di sekitar sekolah maupun rumah mereka," ungkap Bela.

Dari temuan tersebut, Cisdi berkesimpulan kalau industri rokok saat ini memang sengaja menargetkan anak sekolah sebagai pembelinya. Di sisi lain, pemerintah juga belum punya aturan yang tegas terkait larangan penjualan rokok eceran dan kepada anak-anak.

"Dengan adanya penjualan rokok batangan itu mudah mendorong anak beli rokok berulang. Meski ketengan, tapi lama-lama banyak. Itu sebabkan tahap adiksi mereka awalnya coba-coba jadi perokok tetap," ujar Bela.

Cisdi menyoroti, ada tiga faktor yang jadi penyebab anak sekolah pada akhirnya kecanduan rokok. Yakni, izin penjualan rokok eceran, kebebasan jual beli rokok kepada anak di bawah umur, dan akses membeli rokok yang dekat sekolah maupun tempat tinggal anak.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah perokok anak memang makin meningkat. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukan prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun meningkat dari 7,2 persen pada 2013 menjadi 9,1 persen pada 2018.

Baca Juga: Kontroversi Alkohol dan Rokok, Tim Senam Putri Jepang Terguncang Jelang Olimpiade

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI