Pohon Gamal, dari Pagar Kebun Jadi Sumber Energi Hingga Ladang Cuan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 04 Juni 2025 | 14:30 WIB
Pohon Gamal, dari Pagar Kebun Jadi Sumber Energi Hingga Ladang Cuan
Perusahaan PT SKM mencacah kayu gamal untuk dikirim ke PLTU Nii Tanasa Kendari yang kemudian akan dijadikan biomassa di Konsel, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Suara.com - Di Desa Watudemba, Kecamatan Palangga, Konawe Selatan, warga menemukan harapan baru dalam pohon yang dulu hanya dianggap pembatas lahan: gamal. Sejak menjadi bagian dari program cofiring biomassa PLTU Nii Tanasa, Sulawesi Tenggara, pohon ini berubah fungsi menjadi sumber energi dan ekonomi warga.

Sakring, salah satu warga, merasakan langsung dampaknya. Sebelumnya, gamal hanya jadi pagar hidup. Sekarang, ranting dan dahannya punya nilai ekonomi.

"Artinya kami ini sebagai masyarakat sangat bersyukur, luar biasalah dampak positifnya. Di samping membantu ekonomi, apalagi kami ini petani, otomatis ini (gamal) sangat membantu pembiayaan kebun kita," kata Sakring, Rabu (4/6).

Satu kali angkut dengan mobil bak terbuka, Sakring bisa mendapat sekitar Rp150 ribu. Tak perlu menebang seluruh pohon, cukup memangkas ranting, mengangkut ke tepi jalan, dan menghubungi pemilik mobil.

Kepala Desa Watudemba Nerni saat diwawacnarai ANTARA di Konsel, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)
Kepala Desa Watudemba Nerni saat diwawacnarai ANTARA di Konsel, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

"Setelah itu, kami menghubungi pemilik mobil untuk diangkut ke penggilingan gamal," ujarnya.

Gamal juga bukan tanaman yang sulit. Dalam waktu enam bulan, pohon bisa tumbuh dan siap panen kembali. "Gamal ini mudah tumbuh di mana saja, setelah kami tebang tanaman akan muncul tunas. Setelah besar bisa dipanen lagi," tambahnya.

Ia berharap program ini terus berlanjut dan harga beli bisa ditingkatkan agar warga makin semangat membudidayakan gamal.

Kepala Desa Watudemba, Nerni, juga melihat manfaat jangka panjang. Selain menciptakan lapangan kerja, khususnya bagi pemuda desa, keberadaan PT Senator Karya Meneges (SKM)—mitra PLN EPI—mengubah sesuatu yang dianggap tak berguna menjadi peluang.

"Saya sebagai pemerintah desa Watudemba, syukur Alhamdulillah dengan adanya PT SKM datang ke desa Watudemba ini, membuka lapangan pekerjaan khususnya untuk anak-anak di desa Watudemba," ujarnya.

baca juga

PT SKM saat ini mempekerjakan delapan karyawan. Pengawas lapangan perusahaan, Iksan Budiawan, menyebut program cofiring biomassa memperbaiki kondisi ekonomi warga, termasuk dirinya.

"Kalau untuk hasil pendapatan dengan adanya perusahaan ini, yang kami rasakan sangat cukup, bahkan dibanding dengan yang lalu saat bekerja serabutan tentunya berbeda sekali," katanya.

Perusahaan ini menerima puluhan ton kayu gamal setiap hari. “Dalam sehari bisa mencapai 50 ton dan lebih lagi yang dikirim ke PLTU Nii Tanasa dengan menggunakan mobil truk, satu mobil itu diisi sekitar 10 sampai 12 ton,” jelas Iksan.

Tak hanya gamal, mereka juga menerima limbah kayu akasia dari warga sekitar. Limbah menjadi energi, bukan beban.

Pemanfaatan Bio Massa

Program cofiring biomassa sendiri mulai dijalankan di PLTU Nii Tanasa sejak 2021. Namun, pelaksanaannya baru stabil pada 2023. Manager Unit PLTU dan PLTMG Nii Tanasa, Apriyadi, menyebut bahwa kini pemanfaatan biomassa bisa mencapai 50 ton per hari.

Pada 2024 lalu, produksi energi hijau mencapai 8.500 MWh. Tahun ini, hingga April saja sudah mencapai 4.000 MWh. Target akhir tahun: 12.000 MWh.

PLN pun menguji kemungkinan penggunaan biomassa 100 persen tanpa campuran batu bara. Hasil awalnya menjanjikan. “Itu yang akan kami lakukan investigasi, dan mohon doanya mudah-mudahan nanti tetap aman dan bisa kita tingkatkan untuk presentasenya," ujar Apriyadi.

Manager Unit Pembangkit Kendari, Moh. Furqon Akhsani, menyebut program ini bagian dari upaya menuju target Net Zero Emission 2060. Dengan mengganti batu bara menggunakan biomassa seperti kayu gamal dan cangkang sawit, PLTU perlahan menurunkan emisi karbonnya.

"Kayu gamal itu dicacah kemudian dimasukkan ke dalam boiler atau alat untuk memproduksi uap, selain gamal kami juga menggunakan cangkang sawit dengan komposisi sementara itu 97 persen dari gamal dan tiga persen dari sawit," kata Furqon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transisi Energi Bersih Tanpa Korbankan Hutan, Warga Skouw Sae Kumpulkan Limbah Kayu untuk PLTU

Transisi Energi Bersih Tanpa Korbankan Hutan, Warga Skouw Sae Kumpulkan Limbah Kayu untuk PLTU

News | Kamis, 22 Mei 2025 | 10:54 WIB

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

Biomassa dari Limbah Pertanian Bisa Jadi Pengganti Bahan Bakar PLTU: Indonesia Butuh Swasembada Energi

News | Kamis, 06 Februari 2025 | 19:35 WIB

Profil Gamal Albinsaid: Dokter Lolos Nyaleg Malah Ucap Innalillah

Profil Gamal Albinsaid: Dokter Lolos Nyaleg Malah Ucap Innalillah

Lifestyle | Kamis, 07 Maret 2024 | 15:42 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×