Kembali ke Akar, Cerita Hamzah Sarjana Kehutanan yang Memilih Bertani Kopi di Desa Kahayya

Rendy Adrikni Sadikin

Senin, 07 Juli 2025 | 16:34 WIB
Kembali ke Akar, Cerita Hamzah Sarjana Kehutanan yang Memilih Bertani Kopi di Desa Kahayya
Hamzah, sarjana fakultas kehutanan, kembali ke Desa Kahayya, Kecamatan Kindang, Kabupaten Bulukumba, Kabupaten Sulawesi Selatan, untuk membersamai orangtua dan bertani kopi.(Dokumentasi Pribadi)

Jumlah panennya pun terbilang cukup menggiurkan selama dua tahun Hamzah bertani kopi. Dari panen terakhir bersama orangtua, misalnya, Hamzah berhasil menghasilkan sekitar satu ton kopi. Adapun jenis yang paling awam ditanam di Desa Kahayya yakni kopi jenis Arabika.

“Kurang lebih (panen) satu ton. Saya kan tujuh bersaudara. Setiap orang panennya berbeda. Yang satu ton itu saya dan orangtua. Kopi yang ditanam di sini jenis Arabica. Di sini fokusnya ke Arabica. Untuk varietasnya, para petani tidak tahu menahu. Mereka tahunya Arabica,” tutur Hamzah.

Hidup Tenang, Mandiri, dan Lebih Bermakna

Setelah lebih dari satu dekade merantau, Hamzah mengaku sempat merasa asing saat pertama kali kembali. Namun, perasaan itu perlahan sirna tergantikan oleh kenyamanan hidup di kampung halaman yang damai dan tenang. Hamzah mengaku, “rasanya masih agak asing. Tapi hidup di sini lebih enak, lebih nyaman dan tenang di kampung.”

Bertani kopi memang memberikan Hamzah kebebasan. Nggak cuma itu, dia juga mendapatkan otonomi yang tidak dia rasakan saat bekerja di kota besar. Bahkan, selama menetap di Desa Kahayya, Hamzah mengadopsi gaya slow living, yakni konsep hidup yang lebih bermakna dan menikmati segala sesuatunya. Dalam hal ini, Hamzah menikmati ritme hidup sebagai petani. 

“Seru. Gak ada tekanan juga. Kan kalau kerja di luar itu, ada atasan. Kemungkinan besar ada tekanan setiap hari. Nah, kalau bertani itu bebas. Yang penting disiplin, mau pagi keluar atau siang. Kita yang mengatur sendiri,” cerita Hamzah mensyukuri hidupnya kini.

Hamzah pun tak puas hanya bertani kopi. Kini, dia dan keluarganya ternyata tengah mengembangkan lahan kebun kopi menjadi destinasi wisata berbasis alam. Bahkan, mereka menyiapkan segala fasilitas umum untuk pengunjung hingga strategi untuk membuka kemungkinan wisata edukatif.

“Kami juga mau mengadakan kegiatan wisata sambil petik kopi. Jadi pengembangannya nggak sekadar camping. Tapi ada edukasi soal kopi,” kata Hamzah.

Anak Muda Jangan Gengsi Jadi Petani

Nah, sebagai anak muda yang memilih kembali bertani di desa, Hamzah menyadari minimnya keterlibatan generasi muda. Apalagi kekinian, pertanian bukanlah salah satu bidang yang paling diminati anak-anak muda. Karena itu, dia berharap kisahnya bisa menginspirasi pemuda lain agar tidak ragu memilih jalur yang serupa.

“Saat ini tidak banyak petani kopi yang muda. Apalagi, sekarang juga orientasi anak muda itu pengen kerja di kota. Ini yang sekarang saya rasakan selama tinggal di desa. Dari saya untuk anak muda, jangan gengsi untuk bertani, terutama bertani kopi. Apalagi kopi seperti yang dikenali di sini, cukup menjanjikan untuk para pemuda,” ungkap Hamzah.

baca juga

Dengan latar belakang akademis di bidang kehutanan, serta kecintaan terhadap tanah kelahirannya, Hamzah menunjukkan bahwa bertani bisa menjadi profesi yang menjanjikan—bukan hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari sisi keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup.

“Kalau dari segi perbedaan di kota atau di kampung sendiri, banyak sekali. Mulai dari kedekatan kita sama keluarga, apalagi mayoritas (keluarga) ada di kampung. Nah, kalau dari segi pendapatan, dengan nominal atau jumlah yang sama tentunya lebih senang (tinggal) di kampung,” terang Hamzah.

Apalagi, imbuh dia, melihat perkembangan kopi sekarang dibanderol dengan harga yang cukup menjanjikan ke depannya. Hal itulah salah satunya yang membuat dirinya enggan untuk kembali mencicipi hingar bingar kota.

“Saat ini saya belum kepikiran untuk kembali ke kota, masih kepengen di kampung,” kata Hamzah.

Dengan setiap biji kopi yang disemai, Hamzah menanam harapan: bahwa kembali ke desa bukan kemunduran, melainkan langkah maju untuk hidup. Dia kini lebih dekat dengan alam, keluarga, dan masa depan yang tentunya lestari cum berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Novel Kedai Bunga Kopi: Kisah Inspiratif Perempuan dan Aroma Perjuangan

Novel Kedai Bunga Kopi: Kisah Inspiratif Perempuan dan Aroma Perjuangan

Your Say | Kamis, 03 Juli 2025 | 07:38 WIB

Rekomendasi 5 Resto Mirip Kopi Klotok, Suasana Masih Sepi Tanpa Antri

Rekomendasi 5 Resto Mirip Kopi Klotok, Suasana Masih Sepi Tanpa Antri

Lifestyle | Sabtu, 28 Juni 2025 | 12:03 WIB

Jadi Produsen Kopi Terbesar ke-4 Dunia, Pemerintah Janji Sejahterakan Petani

Jadi Produsen Kopi Terbesar ke-4 Dunia, Pemerintah Janji Sejahterakan Petani

Bisnis | Kamis, 26 Juni 2025 | 08:28 WIB

Cerita Serikat Perempuan di Bajiminasa, Menanam Asa untuk Sungai Balantieng

Cerita Serikat Perempuan di Bajiminasa, Menanam Asa untuk Sungai Balantieng

Lifestyle | Rabu, 25 Juni 2025 | 15:40 WIB

Kopi Bikin Awet Muda? Studi Harvard Buktikan Manfaat Tak Terduga

Kopi Bikin Awet Muda? Studi Harvard Buktikan Manfaat Tak Terduga

Your Say | Minggu, 22 Juni 2025 | 15:35 WIB

Terkini

5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato

5 Pekerja Tewas Tertimbun, Polisi Tutup Total Tambang Emas Ilegal di Pohuwato

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:48 WIB

Vladimir Putin Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI, Singgung Hubungan Terkini Moskow dan Jakarta

Vladimir Putin Ucapkan Selamat HUT ke-81 RI, Singgung Hubungan Terkini Moskow dan Jakarta

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:47 WIB

Detik-detik Gempa Mengguncang Saat Upacara HUT RI di Ende, Peserta Berhamburan Selamatkan Diri

Detik-detik Gempa Mengguncang Saat Upacara HUT RI di Ende, Peserta Berhamburan Selamatkan Diri

Entertainment | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Istana ke Rakyat: Pidato Prabowo soal Susanah Pengupas Bawang Jangan 'Digoreng'

Istana ke Rakyat: Pidato Prabowo soal Susanah Pengupas Bawang Jangan 'Digoreng'

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:46 WIB

Kain Majun untuk Apa? Kenali Beragam Jenis dan Fungsinya

Kain Majun untuk Apa? Kenali Beragam Jenis dan Fungsinya

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:43 WIB

Dulu Laku 10 Dus Kini Sepi, Pedagang Asongan di Monas Curhat: Merdeka Tapi Bingung

Dulu Laku 10 Dus Kini Sepi, Pedagang Asongan di Monas Curhat: Merdeka Tapi Bingung

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Link Live Streaming Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di IKN

Link Live Streaming Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di IKN

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:40 WIB

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu

TNI AL Kibarkan Bendera Merah Putih di Perairan Teluk Palu

Sulsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:39 WIB

Purbaya Pastikan Cukai MBDK Belum Diterapkan Tahun Depan

Purbaya Pastikan Cukai MBDK Belum Diterapkan Tahun Depan

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:36 WIB

3 Rekomendasi Magic Jar untuk Keluarga Besar Sesuai Review dan Harga

3 Rekomendasi Magic Jar untuk Keluarga Besar Sesuai Review dan Harga

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 15:33 WIB

×