Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal: Tren Hunian Pintar Jawab Gaya Hidup Modern

Dinda Rachmawati

Minggu, 01 Maret 2026 | 08:44 WIB
Rumah Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal: Tren Hunian Pintar Jawab Gaya Hidup Modern
Sensio Nexahome Indonesia Resmi Memasuki Pasar Indonesia (Dok. Istimewa)
baca 10 detik
  • Sensio Nexahome Indonesia resmi hadir di Jakarta memperkenalkan ekosistem smart living terintegrasi bagi hunian dan properti komersial.
  • Perusahaan fokus pada empat sistem utama meliputi keamanan pintar, pencahayaan, pengendalian lingkungan, dan sistem tirai otomatis.
  • Pertumbuhan kelas menengah urban adaptif menjadikan Indonesia pasar strategis bagi solusi bangunan pintar yang terintegrasi.

Suara.com - Gaya hidup masyarakat urban Indonesia terus berubah. Mobilitas tinggi, ritme kerja yang dinamis, serta meningkatnya kesadaran akan keamanan dan efisiensi energi membuat rumah tak lagi dipandang sekadar tempat beristirahat. 

Hunian kini diharapkan mampu beradaptasi, memahami kebiasaan penghuninya, dan menghadirkan kenyamanan dalam satu sentuhan. Inilah yang mendorong meningkatnya minat terhadap smart home sebagai bagian dari lifestyle modern.

Melihat perkembangan tersebut, Sensio Nexahome Indonesia resmi memasuki pasar Indonesia dengan membawa konsep ekosistem smart living terintegrasi. 

Dalam acara Networking Dinner di The Icon Place, Lotte Shopping Avenue, Jakarta, perusahaan ini menegaskan bahwa mereka tidak sekadar menawarkan perangkat, tetapi solusi menyeluruh untuk rumah tinggal, properti komersial, hingga komunitas.

Technical Nexahome Indonesia, Eric Wan, menyampaikan bahwa Indonesia menjadi pasar strategis karena pertumbuhan kelas menengah urban yang semakin adaptif terhadap teknologi. 

“Sensio Nexahome memperkenalkan sistem pintar dengan keamanan real-time dan integrasi menyeluruh. Kami bangga menghadirkan bukan sekadar satu atau dua produk, melainkan sebuah ekosistem bangunan yang saling terhubung,” ujar Eric Wan.

Konsep ini selaras dengan tren global smart home yang bertumpu pada empat sistem utama, yakni smart security, smart lighting, pengendalian lingkungan dan peralatan rumah tangga, serta shading dan drying system. 

Sistem keamanan pintar memungkinkan arming dan disarming otomatis, notifikasi alarm lokal dan jarak jauh, hingga pemantauan kamera secara real-time serta deteksi kebakaran dan kebocoran air. 

Di sisi lain, smart lighting menghadirkan pencahayaan yang dapat diatur intensitasnya, terhubung dengan skenario aktivitas seperti makan malam, menonton film, atau bekerja dari rumah, lengkap dengan kontrol suara dan pengaturan waktu.

baca juga

Lebih jauh lagi, sistem pengendalian lingkungan menghadirkan pemantauan kualitas udara, suhu, dan kelembapan yang terintegrasi dengan pendingin ruangan maupun perangkat rumah tangga lainnya. 

Pengguna juga dapat memantau statistik konsumsi listrik untuk mendukung efisiensi energi. Sementara itu, sistem shading dan drying menghadirkan tirai pintar, rak pengering pakaian otomatis, hingga kontrol nirkabel yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan harian.

Dukungan platform IoT seperti Aqara dan STAR-NET memungkinkan integrasi hingga sembilan ruang berbeda dalam hunian, lengkap dengan berbagai skenario otomatisasi. 

Mulai dari entrance dengan “back home scene” dan “leaving home scene”, ruang keluarga dengan dining atau movie scene, dapur dengan monitoring gas dan kebocoran air, hingga kamar tidur anak dan lansia yang dilengkapi tombol darurat serta pemantauan tidur. Semua terhubung dalam satu kendali terpadu melalui aplikasi.

"Masyarakat modern ingin sistem yang praktis, aman, dan efisien dalam satu platform. Integrasi menjadi kunci karena kehidupan sehari-hari berlangsung di berbagai ruang dan aktivitas yang berbeda,” jelas Eric. 

Ia menambahkan bahwa solusi smart living dirancang agar mudah diadaptasi dengan gaya hidup urban yang serba cepat namun tetap mengedepankan kenyamanan keluarga.

Tren work from home dan hybrid working turut mempercepat adopsi teknologi ini. Ruang kerja membutuhkan pencahayaan adaptif, suhu stabil, dan suasana kondusif. 

Orang tua membutuhkan sistem keamanan yang dapat memantau anak-anak dari jarak jauh. Sementara keluarga dengan anggota lansia memerlukan tombol darurat serta monitoring yang responsif. Semua kebutuhan tersebut kini dapat diintegrasikan dalam satu ekosistem.

Didirikan pada 2025, Sensio Nexahome Indonesia menargetkan terciptanya pengalaman hidup berkelanjutan melalui riset dan pengembangan yang kuat serta layanan yang terlokalisasi. 

Perusahaan ini juga fokus pada sektor smart hospitality, smart office, dan smart community, menunjukkan bahwa konsep bangunan pintar bukan lagi sekadar tren residensial, tetapi bagian dari transformasi industri properti secara menyeluruh.

Dengan positioning sebagai penyedia solusi smart living terpercaya, Sensio Nexahome Indonesia optimistis dapat menetapkan standar baru dalam pengelolaan bangunan modern di Indonesia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan

Tren Beauty TikTok 2026: Dari Produk Viral ke Brand yang Bertahan

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:22 WIB

Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga

Pemkot Jakbar Setop Pembangunan Krematorium Kalideres Usai Gelombang Penolakan Warga

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:00 WIB

Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers

Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers

Lifestyle | Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×