- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal akibat serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 di Teheran.
- Istri Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, meninggal pada 2 Maret 2026 karena luka serangan tersebut.
- Kematian mereka memperburuk ketegangan geopolitik, Iran telah mengonfirmasi dan membalas serangan.
Suara.com - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026. Hal ini memicu pertanyaan terkait nasib istri Ali Khamenei.
Pada 2 Maret 2026, barulah dunia dikejutkan dengan kabar meninggalnya istri Khamenei yang bernama Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh. Perempuan berusia 79 tahun ini meninggal dunia akibat luka-luka yang dideritanya selama serangan AS-Israel.
Serangan tersebut tidak hanya menewaskan Khamenei sendiri, tetapi juga beberapa anggota keluarganya, termasuk putri, cucu, menantu, dan salah satu menantu perempuannya.
Menurut media negara Iran seperti Tasnim News Agency, Mansoureh sempat koma sejak serangan itu sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kematiannya menambah daftar korban sipil tingkat tinggi dalam eskalasi konflik yang semakin memanas antara Iran dengan Barat dan sekutunya. Lantas, seperti apa profil Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh?
Profil Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh
Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh lahir pada tahun 1947 di Mashhad, kota kedua terbesar di Iran yang dikenal sebagai pusat keagamaan dan perdagangan.
Ia berasal dari keluarga agama yang cukup terkemuka, dengan ayahnya, Mohammad Esmaeil Khojasteh Bagherzadeh, merupakan seorang pedagang terkenal di kota tersebut.
Latar belakang keluarganya yang religius dan mapan membuatnya tumbuh dalam lingkungan yang konservatif, sesuai dengan nilai-nilai Islam Syiah yang dominan di Iran.
Meskipun demikian, informasi tentang masa kecil dan pendidikannya relatif terbatas, karena Mansoureh dikenal sebagai sosok yang sangat menjaga privasi dan jarang tampil di depan publik.
Pernikahannya dengan Ali Khamenei terjadi pada tahun 1964, ketika ia berusia sekitar 17 tahun.
Pertemuan pertama mereka berlangsung dalam acara pribadi, dan pernikahan mereka disaksikan oleh ulama terkemuka seperti Mohammad Hadi Milani yang membacakan khutbah nikah.
Pasangan ini dikaruniai enam anak. Empat putra bernama Mostafa, Mojtaba, Masoud, dan Meysam, serta dua putri bernama Bushra dan Hoda.
Keluarga Khamenei dikenal sebagai keluarga yang erat hubungannya dengan rezim Republik Islam Iran, dengan beberapa anaknya terlibat dalam politik dan kegiatan keagamaan.
Mojtaba Khamenei, misalnya, sering disebut-sebut sebagai calon pengganti ayahnya sebelum kejadian tragis ini.
Sepanjang lebih dari 50 tahun pernikahan, Mansoureh tetap berada di belakang layar. Tidak seperti istri pemimpin negara lain yang sering muncul di acara resmi atau kampanye, ia memilih untuk fokus pada kehidupan rumah tangga dan mendukung suaminya secara diam-diam.