Suara.com - Dalam konflik yang terus memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, rudal Sejjil Iran muncul sebagai salah satu senjata paling canggih.
Rudal ini tidak hanya menunjukkan kekuatan militer Tehran, tetapi juga menjadi simbol strategis dalam pertempuran modern yang siap menjangkau target di kawasan Timur Tengah dengan kecepatan tinggi dan presisi mematikan.
Selain kemampuan tempurnya, Sejjil juga menarik karena namanya diambil dari Al-Qur’an. Hal ini menegaskan bahwa kekuatan Iran bukan sekadar teknologi, tetapi juga sarat makna sejarah dan spiritual.
Berikut ini ulasan lengkap terkait spesifikasi rudal Sejjil Iran, sejarah pengembangannya, serta makna di balik namanya dalam Al-Qur’an, dikutip dari Missile Threat dan sumber lainnya.
Sejarah dan Pengembangan Rudal Sejjil
Rudal Sejjil dikembangkan oleh Iran pada akhir 1990-an sebagai hasil evolusi dari rudal-rudal jarak pendek sebelumnya, terutama seri Zelzal.
Rudal ini menjadi terobosan karena menggunakan bahan bakar padat dua tahap, berbeda dengan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab-3.
Penggunaan bahan bakar padat membuat rudal lebih cepat dikerahkan, lebih sulit dideteksi, dan lebih aman dari serangan saat persiapan peluncuran.
Uji coba pertama Sejjil dilakukan pada 2008, dengan jarak tempuh sekitar 800 km. Peluncuran kedua dilakukan pada Mei 2009 untuk menguji sistem panduan dan navigasi yang ditingkatkan.
Sejak saat itu, dilakukan empat uji coba tambahan, termasuk peluncuran keenam yang mencapai 1.900 km ke Samudra Hindia.
Setelah periode tidak aktif, rudal ini kembali digunakan pada latihan militer “Great Prophet” pada 2021. Iran juga disebut mengembangkan Sejjil 2 dan kemungkinan Sejjil 3, dengan kemampuan lebih canggih dan jangkauan yang lebih jauh.
Spesifikasi Rudal Sejjil
Rudal Sejjil merupakan medium-range ballistic missile (MRBM) dengan keunggulan teknis yang signifikan. Berikut spesifikasi utamanya:
- Panjang: 18 meter
- Diameter: 1,25 meter
- Berat peluncuran: ± 23.600 kg
- Muatan hulu ledak: ± 700 kg
- Jangkauan: 2.000-2.500 km
- Kecepatan: Mach 12-14 saat memasuki atmosfer, Mach 5 saat menghantam target
- Bahan bakar: padat, memungkinkan peluncuran cepat dan mobilitas tinggi
Dengan spesifikasi ini, Sejjil mampu menyerang wilayah Israel, Arab Saudi, dan pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah. Keunggulan bahan bakar padat membuat rudal lebih cepat siap diluncurkan dan lebih sulit dicegat.
Terinspirasi dari Al-Qur’an
Rudal ini mengambil inspirasi dari kata “Sijjil” yang muncul dalam Surah Al-Fil ayat 3-4. Dalam kisah tersebut, Allah mengirimkan sekawanan burung Ababil untuk menghancurkan pasukan bergajah Abrahah yang hendak menyerang Ka’bah di Mekah.
Burung-burung ini melemparkan batu dari tanah liat yang dibakar ke pasukan musuh, menyebabkan kehancuran total.
Dalam tafsir klasik, batu ini digambarkan sangat keras dan mematikan, bahkan menimpa pasukan Abrahah sehingga mereka musnah secara menyeluruh.