Angka tersebut tidak berubah dari periode sebelumnya, sehingga masyarakat tidak mengalami tambahan beban biaya listrik dalam waktu dekat.
Sementara itu, pelanggan subsidi seperti daya 450 VA dan 900 VA tetap mendapatkan tarif yang lebih rendah karena adanya dukungan dari pemerintah.
Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah agar tetap dapat mengakses listrik dengan harga terjangkau.
Berbagai Negara Naikkan Tarif Listrik
Berbagai negara di dunia, terutama di Eropa, telah menaikkan tarif listrik secara signifikan akibat krisis energi, inflasi bahan bakar, dan perang.
Negara-negara seperti Jerman, Inggris, dan Italia masuk dalam daftar dengan tarif listrik rumah tangga tertinggi, seringkali akibat tingginya biaya gas dan pajak. Beberapa negara berkembang, seperti Sri Lanka, juga menaikkan tarif untuk mendukung pemulihan ekonomi.
Sri Lanka menaikkan tarif listrik untuk sebagian besar rumah tangga sebesar 7,2% dan industri sebesar 8,7% pada Senin (30/3/2026). Hal ini terjadi karena Sri Lanka bergulat dengan biaya energi yang lebih tinggi akibat perang Iran.
Kontributor : Rizky Melinda