Deforestasi Terus Terjadi, Gerakan Lintas Iman Perlu Lebih Berisik Bersuara Jaga Hutan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 20 April 2026 | 11:19 WIB
Deforestasi Terus Terjadi, Gerakan Lintas Iman Perlu Lebih Berisik Bersuara Jaga Hutan
ilustrasi hutan di Indonesia (Pixabay/bertvthul)

Suara.com - Di tengah masifnya deforestasi dan kerusakan lingkungan, seruan keagamaan untuk menjaga alam dinilai belum memiliki daya dorong yang kuat di ruang publik.

Fasilitator Nasional Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Hening Parlan, menyebut suara dari rumah-rumah ibadah kerap terdengar, tetapi belum cukup “bising” untuk mendorong perubahan nyata.

IRI Indonesia juga menyoroti adanya paradoks di balik narasi moral tersebut. Di satu sisi, hutan kerap diposisikan sebagai entitas yang sakral dan harus dijaga.

Namun di sisi lain, tidak jarang institusi maupun oknum dalam organisasi keagamaan justru berada di posisi yang berseberangan dengan upaya pelestarian lingkungan. Situasi ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara nilai yang diajarkan dan praktik yang terjadi di lapangan.

Gerakan Moral yang Kalah Cepat

Ketua LPLH & SDA Majelis Ulama Indonesia, Suhardin, memberikan analogi yang menohok saat membandingkan gerakan moral dengan mesin kekuasaan.

“Gerakan moral itu ya perlu sabar. Nabi Nuh saja 900 tahun hanya dapat pengikut satu kapal. Tapi kalau gerakan kekuasaan, satu surat edaran menteri saja, insya Allah selesai itu semuanya,” tuturnya.

Pernyataan ini menegaskan persoalan utama: agama memiliki potensi kekuatan moral yang besar, tetapi sering kalah cepat dan kalah kuat dibanding kebijakan yang didorong kepentingan ekonomi.

Dalam diskusi yang digelar pada Jumat (17/4/2026), IRI juga mengungkap bahwa secara organisasi, banyak institusi keagamaan sebenarnya telah menyatakan penolakan terhadap proyek-proyek yang merusak lingkungan. Namun di tingkat praktik, sebagian aktor di dalamnya justru terlibat dalam ekosistem bisnis tersebut.

baca juga

Kontradiksi ini membuat gerakan moral kehilangan daya tekan. Ketika satu pihak berbicara tentang perlindungan hutan sebagai amanah, pihak lain dalam lingkaran yang sama bisa saja terlibat dalam aktivitas yang berkontribusi pada kerusakan. Akibatnya, pesan yang disampaikan menjadi tidak konsisten dan sulit membangun kepercayaan publik.

Suara dari Lapangan yang Tak Bisa Diabaikan

Situasi di Merauke menjadi contoh nyata kompleksitas tersebut. Di satu sisi, ada gereja yang secara tegas menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) karena dinilai merusak ruang hidup masyarakat adat. Namun di sisi lain, terdapat juga kelompok yang justru mendukung proyek tersebut.

Pengalaman Johan Kristantara dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) menggambarkan kondisi di lapangan. Saat turun langsung ke Merauke, ia mendengar kesaksian warga yang terdampak.

“Mereka menceritakan bagaimana PSN ini benar-benar sudah merusak kehidupan, bukan hanya orang asli Papua, tapi juga alam, bahkan mata pencaharian mereka,” ujarnya.

Kesaksian tersebut mendorong 105 sinode anggota PGI untuk menyatakan sikap menolak PSN di Merauke.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?

Di Tengah Tekanan Industri, Bisakah Gerakan Lintas Iman Jadi Alternatif Jaga Hutan Indonesia?

News | Senin, 20 April 2026 | 11:09 WIB

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

Kala Jusuf Kalla Diserang Isu Menista Agama dan Ijazah Jokowi

News | Minggu, 19 April 2026 | 16:15 WIB

Taman Hutan Joyoboyo Kediri: Tempat Tenang saat Keramaian Terasa Melelahkan

Taman Hutan Joyoboyo Kediri: Tempat Tenang saat Keramaian Terasa Melelahkan

Your Say | Minggu, 19 April 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Tumbangkan Wakil Tuan Rumah, Putri KW Bidik Semifinal Perdana di China Open 2026

Sport | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:03 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Trailer Perdana Avengers: Doomsday Tampilkan Ancaman Besar dari Doctor Doom

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:00 WIB

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Mirip Jimny Versi Futuristik, Inikah Mobil Listrik Termurah Kia?

Otomotif | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:55 WIB

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Cushion Skintific Cocok untuk Kulit Apa? Ini 4 Variannya, Bisa Disesuaikan dengan Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:52 WIB

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Aksi Kampungan Pemain Argentina Berbuntut Panjang, FIFA Resmi Gelar Investigasi

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50 WIB

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

DSSA Diborong Asing, BNBR Justru Dibuang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:49 WIB

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Anggaran Perpusnas Dipangkas Separuh, Perut Dikenyangkan Otak Dibiarkan

Your Say | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:45 WIB

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi dari Italia: Doktrin Operasional Penting

DPR | Selasa, 21 Juli 2026 | 13:44 WIB

×