Produk palsu biasanya memiliki tekstur yang kurang merata, terasa lengket, atau justru terlalu cair. Aroma yang dihasilkan cenderung tajam dan tidak nyaman, menandakan kualitas bahan yang rendah.
3. Kode Batch dan Label Resmi
Produk asli selalu dilengkapi dengan kode batch yang tercetak jelas pada kemasan. Kode ini menunjukkan informasi produksi dan dapat diverifikasi.
Selain itu, label produk terlihat rapi dan tidak mudah luntur. Jika kode batch tidak ada, buram, atau mudah terhapus, konsumen perlu waspada karena hal tersebut merupakan salah satu ciri umum produk palsu.
4. Harga yang Tidak Masuk Akal
Harga menjadi indikator paling mudah dikenali. Cushion YSL ori hampir tidak pernah dijual di bawah Rp900.000 untuk ukuran full size.
Bahkan saat promo besar, potongannya tetap terbatas. Jika ditemukan produk dengan klaim original namun dijual di kisaran Rp200.000, besar kemungkinan produk tersebut bukan asli.
5. Membeli di Toko Resmi
Langkah paling aman untuk mendapatkan produk asli adalah membeli di gerai resmi atau retailer terpercaya. Di Indonesia, cushion YSL dapat ditemukan di department store besar maupun platform resmi yang bekerja sama dengan brand tersebut.
Menghindari penjual tidak jelas di marketplace menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko mendapatkan produk palsu.
Dengan semakin maraknya peredaran kosmetik palsu, konsumen diimbau untuk tidak hanya tergiur harga murah. Produk seperti YSL Le Cushion Encre De Peau memang menawarkan kualitas tinggi, namun juga memiliki harga yang sebanding.
Memahami ciri-ciri keaslian, mulai dari kemasan, tekstur, hingga harga, dapat membantu konsumen membuat keputusan yang lebih bijak. Selain mendapatkan hasil makeup yang maksimal, penggunaan produk asli juga lebih aman bagi kesehatan kulit dalam jangka panjang.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni