Asal-usul Hari Buruh di Indonesia hingga Ditetapkan Jadi Libur Nasional, Sarat Perjuangan

Yasinta Rahmawati

Jum'at, 01 Mei 2026 | 07:05 WIB
Asal-usul Hari Buruh di Indonesia hingga Ditetapkan Jadi Libur Nasional, Sarat Perjuangan
Ilustrasi - Hari Buruh. (Chris Slupski/Unsplash)

Suara.com - Setiap 1 Mei, orang-orang di berbagai belahan dunia merayakan Hari Buruh yang juga dikenal sebagai May Day. Di Indonesia, momen ini bukan sekadar hari libur, tetapi memiliki akar sejarah panjang yang sarat perjuangan.

Dari masa kolonial hingga era modern, Hari Buruh menjadi simbol perlawanan pekerja demi mendapatkan hak hidup yang layak. Lantas bagaimana sebenarnya asal usul Hari Buruh di Indonesia? Simak penjelasan berikut ini.

Awal Mula Hari Buruh dari Gerakan Global

Ilustrasi Hari Buruh (Freepik)
Ilustrasi Hari Buruh (Freepik)

Sejarah Hari Buruh tidak bisa dilepaskan dari peristiwa besar di Amerika Serikat pada abad ke-19. Tepatnya tahun 1886, ratusan ribu buruh melakukan aksi mogok kerja besar-besaran untuk menuntut jam kerja yang lebih manusiawi, yakni delapan jam sehari.

Aksi ini memuncak dalam tragedi Kerusuhan Haymarket di Chicago, yang menewaskan banyak orang dan menjadi titik balik gerakan buruh dunia.

Sejak saat itu, 1 Mei ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional dan diperingati di berbagai negara sebagai simbol solidaritas pekerja.

Awal Mula Hari Buruh di Indonesia

Hari Buruh 2026. [Gemini AI]
Hari Buruh 2026. [Gemini AI]

Di Indonesia, peringatan Hari Buruh pertama kali muncul pada 1 Mei 1918 di masa penjajahan Belanda. Aksi ini dipelopori oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee sebagai bentuk protes terhadap kondisi kerja yang tidak adil, seperti upah rendah dan jam kerja panjang.

Tokoh pergerakan seperti Adolf Baars turut mengkritik keras sistem kerja di perkebunan dan pabrik yang dinilai sangat merugikan buruh. Gerakan ini menjadi salah satu tonggak awal kesadaran kolektif pekerja di Indonesia.

Namun, situasi politik yang memanas membuat pemerintah kolonial melarang peringatan Hari Buruh pada 1926. Larangan ini menandai betapa kuatnya kekhawatiran penguasa terhadap gerakan buruh yang semakin solid.

Masa Kemerdekaan: Mulai Diakui Negara

baca juga

Setelah Indonesia merdeka, posisi buruh mulai mendapat perhatian. Pada 1 Mei 1946, pemerintah di bawah Kabinet Sutan Sjahrir mengizinkan kembali peringatan Hari Buruh.

Pengakuan ini kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1948, yang memberikan hak bagi pekerja untuk tidak bekerja pada tanggal 1 Mei. Regulasi ini menjadi salah satu langkah awal negara dalam melindungi hak-hak buruh.

Era Orde Baru: Dilarang dan Dibatasi

Memasuki masa Orde Baru, peringatan Hari Buruh kembali mengalami pembatasan. Pemerintah saat itu mengaitkan May Day dengan ideologi komunisme, sehingga aktivitas buruh diawasi ketat.

Melalui Keputusan Presiden Nomor 148 Tahun 1968, 1 Mei tidak lagi menjadi hari libur. Sebagai penggantinya, pemerintah kemudian menetapkan 20 Februari sebagai Hari Pekerja Nasional.

Akibatnya, peringatan Hari Buruh kehilangan gaungnya di ruang publik selama puluhan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua

1 Mei Tak Cuma Hari Buruh, Tanggal Ini Juga Jadi Momen Bersejarah bagi Papua

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 15:26 WIB

Siapa Saja yang Termasuk Buruh? Profesi Mentereng Pun Bisa Masuk

Siapa Saja yang Termasuk Buruh? Profesi Mentereng Pun Bisa Masuk

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 14:43 WIB

Perbedaan May Day dan Mayday, Mana yang Artinya Hari Buruh?

Perbedaan May Day dan Mayday, Mana yang Artinya Hari Buruh?

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 13:29 WIB

Terkini

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

Gubernur Sherly Curhat ke DPR 'Kena PHP' Kementerian Nusron Wahid soal Legalitas Lahan Petani

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:37 WIB

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Dulu Menteri Koboi, Kini Purbaya Cuma Ucapkan 51 Kata Saat Tinggalkan Kursi Menkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:36 WIB

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Bukan Kisah Menyeramkan, Ini Keunikan Persahabatan di Buku The Skeleton and the Cat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:33 WIB

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Purbaya Akui Dicopot Prabowo Gegara Rombak Ratusan Pejabat Kemenkeu

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 14:32 WIB

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Di Prai Ijing, Warga Merawat Tradisi Sambil Menghidupkan Kampung Lewat Pariwisata

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:30 WIB

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Rekomendasi Warna Keberuntungan untuk Cat Kamar Berdasarkan Zodiak

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Thierry Henry dan Legenda Arsenal Lain Bakal Gegerkan Stadion GBK

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 14:29 WIB

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Konten Mindfulness Maudy Ayunda Dikritik Tone Deaf, di Mana Letak Masalahnya?

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 14:26 WIB

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

Agustyarsyah Pejabat Eselon I BPN Diperiksa Polisi di Kasus Mafia Tanah Modus 'Bayclin'

News | Selasa, 15 September 2026 | 14:22 WIB

×