BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak

Sumarni

Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:54 WIB
BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak
Ilustrasi penelitian. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • BPDP membuka pendaftaran Grant Riset 2026 untuk inovasi komoditas kakao, kelapa, dan kelapa sawit hingga 30 Juni 2026.
  • Program ini mengutamakan kualitas riset yang aplikatif, memiliki nilai komersialisasi tinggi, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
  • Peneliti wajib menyusun proposal maksimal 20 halaman secara daring dengan fokus pada hasil penelitian yang bersifat replikabel bagi industri.

Suara.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) resmi membuka pendaftaran proposal pendanaan penelitian melalui program Grant Riset BPDP 2026.

Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendorong inovasi di sektor perkebunan nasional, khususnya pada komoditas kakao, kelapa, dan kelapa sawit.

Tahun ini, BPDP menekankan pentingnya riset yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi industri dan masyarakat.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, menegaskan bahwa pendekatan seleksi tahun ini berbeda dibandingkan sebelumnya.

Fokus utama tidak lagi pada jumlah penelitian per komoditas, melainkan pada kualitas dan dampak yang dihasilkan.

“Tahun ini, kami akan melihat riset-riset yang berdampak bagi kakao, kelapa, dan sawit. Kami tidak akan membatasi atau menentukan jumlahnya masing-masing secara spesifik,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hasil riset harus dapat dimanfaatkan secara optimal hingga ke tahap komersialisasi.

BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak [Istimewa]
BPDP Buka Pendaftaran Grant Riset 2026, Fokus pada Penelitian Berdampak [Istimewa]

“Penting bagi kita agar hasil dari riset kita menjadi maksimal pemanfaatannya menuju komersialisasi,” tambahnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa BPDP ingin memastikan setiap penelitian memiliki nilai tambah yang jelas dan dapat diterapkan secara luas.

baca juga

Sementara itu, anggota Komite Penelitian dan Pengembangan BPDP, Dr. Tony Liwang, menjelaskan bahwa terdapat standar penilaian yang ketat dalam proses seleksi proposal. Ia menekankan pentingnya hasil riset yang bersifat replikabel.

“Output yang diharapkan adalah replicable sehingga siapa saja dapat menggunakan dan masyarakat dapat mengaplikasikannya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan para peneliti untuk memperhatikan berbagai aspek penting dalam proposal yang diajukan.

“Tolong perhatikan daftar periksa agar tidak ada yang terlewatkan, seperti apakah riset sudah jelas, memiliki relevansi yang kuat, inovatif, berdampak, dan apakah nilai komersialisasinya bernilai tinggi?” imbuhnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa kualitas proposal akan dinilai secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi ide tetapi juga potensi implementasinya.

Konsep riset yang replikabel menjadi kunci penting dalam mempercepat adopsi inovasi oleh pelaku usaha, terutama usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor perkebunan.

Dengan hasil penelitian yang mudah diterapkan, diharapkan inovasi dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Di sisi lain, Kepala Divisi Penyaluran Dana Riset BPDP, Rahmat Widiana, memberikan pesan motivasi kepada para peneliti yang akan mengikuti program ini. Ia mengingatkan bahwa proses seleksi merupakan bagian dari pembelajaran.

“Kami berharap Bapak dan Ibu tidak berkecil hati jika nantinya belum berhasil lolos. Namun, kami harapkan hasil ini menjadi momentum untuk semakin mempertajam fokus penelitiannya ke depan,” ujarnya.

Pendaftaran proposal dilakukan secara daring melalui portal resmi BPDP. Setiap proposal harus disusun secara ringkas dengan panjang maksimal 20 halaman. Batas akhir pengajuan ditetapkan pada 30 Juni 2026.

Dengan kesempatan ini, para peneliti diharapkan dapat mengajukan proposal terbaiknya dan berkontribusi dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan Indonesia melalui inovasi yang berdampak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Riset UI: Pengguna Pindar Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran

News | Minggu, 26 April 2026 | 07:24 WIB

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:37 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Melihat Peran Perempuan Jadi Petani Sawit

Bisnis | Kamis, 23 April 2026 | 07:53 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×