Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 01 Mei 2026 | 16:18 WIB
Jurus Pengelola Daycare Little Aresha Tutupi Kekejaman: Tutur Manis hingga Topeng Agamis
Daycare Little Aresha (Dok. RRI)
baca 10 detik
  • Admin Little Aresha Yogyakarta gunakan pesan WhatsApp perhatian untuk memanipulasi orangtua.
  • Taktik agamis dan doa santun dipakai menutupi dugaan penyiksaan terhadap balita.
  • Orangtua merasa berutang budi karena fleksibilitas waktu yang ditawarkan pengelola.

Suara.com - Kasus kekejaman di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, tidak hanya menyisakan trauma fisik bagi para balita, tetapi juga luka batin yang mendalam bagi para orangtua. 

Pasalnya, selama ini mereka merasa telah menitipkan anak di tempat yang sangat penuh kasih sayang, yakni Little Aresha.

Ketua Yayasan, Diyah Kusumastuti, bersama stafnya diduga menggunakan taktik tutur manis untuk membuai kepercayaan orangtua. 

Selain penampilan yang agamis dan santun, peran admin WhatsApp Little Aresha menjadi senjata maut untuk membuat orangtua merasa anaknya sangat dicintai di sana.

Terbongkar, begini deretan taktik manipulasi admin Little Aresha yang bikin merinding jika diingat kembali:

1. Perhatian Maut: Langsung Dicari Jika Tidak Masuk

Chat manis admin Little Aresha ke Wali Murid (dok. Shevinna Putti/suara.com)
Chat manis admin Little Aresha ke Wali Murid (dok. Shevinna Putti/suara.com)

Salah satu orangtua murid sekaligus jurnalis Suara.com, Shevinna Putti, menceritakan pengalamannya menitipkan anak selama hampir 1,5 tahun di sana. 

Ia mengaku sangat terpikat dengan perhatian admin yang selalu menanyakan kabar jika anaknya absen 2-3 hari, begitu juga dengan beberapa orangtua lainnya yang menyampaikan hal serupa di media sosial.

"Assalamualaikum Bunda. Apa kabar dik **, Bunda, Ayah sekeluarga? Semoga baik-baik sehat selalu njih. Aamiin... tumben ini adik tidak nampak ke sekolah?" tulis admin dalam pesan singkatnya ketika anak dari Shevinna Putti tidak masuk 2 hari tanpa kabar.

baca juga

Kalimat-kalimat perhatian seperti ini sukses membuat orangtua merasa anaknya sangat diperhatikan secara personal oleh pihak yayasan.

2. Taktik Kangen: Sebut Sekolah Sepi Tanpa Si Kecil

Tak hanya menanyakan kabar, admin Little Aresha juga sering melancarkan jurus rayuan dengan menyebut para pengasuh merindukan kehadiran sang anak.

Siapa sangka, di balik kata kangen tersebut, polisi justru menemukan fakta bahwa anak-anak diikat tangan dan kakinya sejak pagi hari saat berada di daycare.

3. Topeng Agamis: Banjir Doa dan Istilah Arab

Setiap kali orangtua mengabarkan kondisi keluarga atau anak sedang sakit sehingga membutuhkan bantuan sekolah, admin selalu merespons dengan kata-kata yang sangat agamis dan santun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:25 WIB

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:11 WIB

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare

News | Kamis, 30 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×