- Cuplikan artis melahirkan dengan makeup viral dan memicu rasa penasaran publik.
- Muncul pro dan kontra: ada yang menganggap wajar, ada yang khawatir dampaknya bagi ibu dan bayi.
- Calon ibu mencari penjelasan medis soal keamanan makeup saat persalinan dan produk yang aman digunakan.
Suara.com - Di media sosial, banyak beredar cuplikan artis dan pesohor yang tetap tampil cantik dengan makeup saat proses persalinan.
Hal ini kemudian memicu rasa penasaran publik mengenai apakah dandan saat lahiran benar-benar diperbolehkan.
Sebagian orang menganggap makeup saat melahirkan sebagai hal yang wajar untuk menjaga kepercayaan diri. Namun, ada juga yang khawatir hal itu berdampak pada ibu ataupun bayi.
Perdebatan ini membuat banyak calon ibu mencari informasi yang lebih akurat dari sisi medis. Terutama terkait keamanan penggunaan produk kosmetik di momen penting seperti persalinan.
Lantas, bolehkah dandan saat lahiran dan produk apa saja yang aman dipakai? Berikut penjelasan dari dokter kandungan.
Bolehkah Dandan saat Lahiran? Ini Kata Dokter Kandungan
Pro kontra soal dandan saat lahiran sering muncul di media sosial. Beberapa menganggapnya wajar, tapi tak sedikit juga yang menyebut dandan saat persalinan tidak boleh dilakukan.
Perbedaan pendapat ini pun sudah banyak ditanggapi oleh para ahli melalui media sosial mereka. Salah satunya Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Yusfa Rasyid Sp.OG, MARS.
Dalam unggahannya, dr. Yusfa Rasyid menegaskan bahwa dandan saat lahiran boleh-boleh saja. Asalkan, persalinan dilakukan secara sesar ataupun operasi kandungan dengan risiko ringan.
"Sebenarnya boleh enggak sih makeup saat persalinan, baik normal ataupun sesar?" jelas dr. Yusfa Rasyid dalam unggahan Instagram pada Februari 2026.
"Isu lama, sekarang bagi saya kalau operasi sesar berencana, boleh saja moms secantik mungkin ber-makeup. Demikian juga untuk kandungan/ginekologi risiko ringan," lanjutnya lagi.
Namun jika ditinjau dari segi medis, memakai makeup ketika persalinan sebenarnya tidak dianjurkan karena berbagai alasan.
"Tapi bagaimana ya menurut dr. Bius? Jawabannya: secara medis tidak dianjurkan, terutama jika ada kemungkinan tindakan seperti C-section (partus gagal lanjut sc emergency)," tandas dr. Yusfa Rasyid lagi.
Menurut penjelasan dr. Yusfa Rasyid, makeup seperti lipstik, complexion, eye makeup, hingga kutek menyimpan risiko tersendiri jika digunakan saat persalinan. Di antaranya:
1. Lipstik dan Complexion (Bedak ataupun Foundation)
Dua produk ini bisa menutupi perubahan warna kulit dan bibir sehingga tidak dianjurkan dipakai saat melahirkan.
Sebab, warna pucat atau kebiruan bisa jadi tanda penting gangguan oksigenasi saat proses persalinan atau anestesi (American Society of Anesthesiologists).
2. Kutek
Kutek bisa mengganggu pembacaan alat oksigen (pulse oximeter). Alat ini membaca kadar oksigen dari ujung jari, dan kutek bisa membuat hasilnya tidak akurat (Association of periOperative Registered Nurses).
3. Makeup dan skincare Bisa Meningkatkan Risiko Kontaminasi
Produk di kulit berpotensi membawa bakteri dan mengganggu sterilitas jika terjadi tindakan operasi (Centers for Disease Control and Prevention – Surgical Site Infection Prevention).
Sementara itu, ada dua produk yang relatif aman dan boleh dipakai ketika persalinan, yakni lip balm bening serta alis non-waterproof. Keduanya tetap bisa menjaga penampilan ibu tanpa menutupi tanda klinis.