- Dapur perlu ditata dengan baik karena dalam Feng Shui, penataannya dipercaya dapat menciptakan suasana rumah yang lebih harmonis dan nyaman.
- Posisi kulkas, kompor, dan bak cuci piring perlu diperhatikan karena masing-masing dikaitkan dengan unsur berbeda.
- Artikel ini membahas letak kulkas dan kompor yang baik menurut Feng Shui, sekaligus tips penataan dapur berdasarkan Good Housekeeping.
Tidak harus membentuk segitiga yang sempurna, tetapi susunannya sebaiknya tetap memberikan ruang gerak yang nyaman sekaligus tidak menempatkan unsur air dan api terlalu berdekatan.
Tips Feng Shui Dapur

Selain mengatur posisi kulkas dan kompor, berikut tips Feng Shui untuk menciptakan dapur yang lebih seimbang:
1. Terapkan aturan segitiga dapur
Tempatkan kulkas, bak cuci piring, dan kompor sebagai tiga titik utama dalam alur kerja dapur. Berikan jarak yang cukup di antara ketiganya agar aktivitas memasak lebih nyaman dan tidak banyak melakukan gerakan berulang.
2. Jangan menempatkan bak cuci piring tepat di sebelah kompor
Dalam Feng Shui, bak cuci piring mewakili air, sedangkan kompor mewakili api. Memberikan jarak di antara keduanya dianggap dapat membantu menciptakan keseimbangan unsur di dapur.
3. Hadirkan unsur kayu hidup
Tanaman hidup atau kebun tanaman herbal dapat digunakan untuk menghadirkan unsur kayu dalam dapur. Menurut Gomez, living wood atau kayu hidup memiliki energi yang lebih kuat.
4. Perhatikan posisi kompor
Sebaiknya kompor ditempatkan pada posisi yang memungkinkan orang yang sedang memasak melihat orang atau aktivitas di dalam ruangan.
Jika posisi kompor membuat Anda harus membelakangi ruangan, cermin dapat dipasang di area yang memungkinkan Anda melihat bagian belakang.
5. Gunakan benda reflektif di belakang kompor
Jika kompor menghadap ke dinding, cermin atau benda reflektif dapat ditempatkan pada area backsplash. Dalam Feng Shui, cermin di belakang tungku juga dipercaya secara simbolis dapat menggandakan kekayaan.
6. Seimbangkan lima unsur Feng Shui
Kelima unsur tersebut dapat direpresentasikan melalui benda-benda di dapur, seperti air melalui bak cuci piring, api melalui kompor, kayu melalui kabinet atau meja kayu, logam melalui peralatan dan perangkat keras, serta tanah melalui marmer, granit, ubin dinding, dan lantai.
7. Jaga dapur tetap rapi dan bebas dari barang menumpuk
Menurut pakar Feng Shui Dana Claudat, dapur yang tertata tidak hanya terlihat lebih nyaman, tetapi juga membantu menciptakan suasana yang lebih positif. Karena itu, area seperti pantry, kulkas, laci, dan kabinet juga sebaiknya ikut dirapikan.
8. Maksimalkan pencahayaan
Cahaya alami dapat membuat dapur terasa lebih hidup, sedangkan pencahayaan pada area kerja membantu aktivitas memasak. Kombinasi lampu utama, lampu kerja, dan lampu aksen juga dapat digunakan untuk menciptakan pencahayaan yang lebih seimbang.
9. Sediakan tempat untuk meletakkan belanjaan
Area khusus untuk menaruh bahan makanan setelah berbelanja dapat membuat alur aktivitas di dapur lebih mudah dan tidak terasa penuh. Cara ini juga membantu menjaga dapur tetap terorganisasi.
10. Pilih dekorasi yang mendukung unsur Feng Shui
Tanaman hijau, permukaan marmer atau beton, material logam, hingga elemen kayu dapat digunakan untuk menghadirkan berbagai unsur ke dalam dapur.
Pada akhirnya, Feng Shui dapat dijadikan panduan penataan ruang, bukan aturan mutlak yang harus diterapkan pada setiap rumah.
Yang terpenting, posisi kulkas dan kompor tetap aman, memiliki ventilasi yang baik, tidak mengganggu sirkulasi, serta memberikan ruang yang nyaman untuk beraktivitas.