Pandji Pragiwaksono, stand up comedian yang memiliki karir cemerlang di tanah air, diketahui mencoba merintis karir komedinya di New York, Amerika Serikat.
Terhitung sudah sembilan bulan ia berada di sana. Tak cuma seorang diri, ia memboyong serta istri dan kedua anaknya untuk pindah ke negeri itu.
Terkenal dengan materi yang kritis dan selalu pecah, ia mengaku jarang lucu selama open mic di sana.
"Pusing. Jarang lucu saya, susah," ungkap Pandji Pragiwaksono di program Plus26, dikutip pada Kamis (24/11/22).
Ia pun menyebut ada beberapa kendala yang ia hadapi saat membawakan materi di atas panggung. Perbedaan bahasa salah satunya.
"Kan beda bahasa. Sepintar-pintarnya saya pakai bahasa plus satu (Amerika Serikat), kan tetap masih dipikirin. Kalau mereka nggak pakai mikir kan sudah lancar," terang Pandji Pragiwaksono.
Selain itu perbedaan gaya berkomedi serta referensi penonton juga menjadi kendala.
"Ada lagi masalah referensi, apakah yang saya omongin mereka pahami. Yang gitu-gitu susah," ungkap mantan pemandu acara Provocative Proactive itu.
Namun Pandji tidak mau menyerah. Ia yakin bisa beradaptasi untuk menemukan gaya humor yang tepat bagi penikmat komedi di Amerika Serikat meski membutuhkan waktu.
Baca Juga: Wajib Tahu! 6 Cara untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial yang Kamu Miliki
Dalam video ini pula, pria berusia 43 tahun ini membeberkan berapa besaran upah yang ia terima di Amerika Serikat setiap kali open mic.
"Di plus satu belum ada duit pak, dibayar 7 dolar, 10 dolar, 11 dolar, susah juga pak," ujarnya.
Bayaran tersebut sangat berbanding terbalik dengan pendapatannya di tanah air, di mana tiket termahal untuk show offline-nya mencapai Rp1,5 juta.