Kapal BBM TNI AL Usir Kapal Monster China di Laut Natuna Utara

Metro

Sabtu, 21 Januari 2023 | 21:58 WIB
Kapal BBM TNI AL Usir Kapal Monster China di Laut Natuna Utara
KRI Bontang 907 (kiri) milik TNI AL sedang membayangi Kapal China, CCG 5901 di Latu Natuna Utara pada Kamis (19/1/2023). (Instagram/KRI Bontang 907)

Kapal tanker TNI AL, KRI Bontang 907 telah mengusir kapal China yang dijuluki Monster dari sekitar Laut Natuna Utara pada pekan ini.

Kapal CCG-5901 milik Penjaga Pantai China, yang dijuluki Monsters, diketahui sudah mondar-mandir di sekitar Laut Natuna Utara sejak 30 Desember 2022 lalu. Kapal itu terutama mendekati ladang gas Blok Tuna milik Indonesia.

Operasi ini diumumkan KRI Bontang 907 di akun Instagram resminya pada Jumat (20/1/2023). Operasi itu sendiri berlangsung sehari sebelumnya pada Kamis.

"KRI Bontang-907 dalam pelayaran melaksanakan Ops. Tombak Segara-23 dibawah Kodaltis Danguspurla Koarmada I menuju sektor patroli yang sudah diberikan, mendapatkan informasi tentang keberadaan kapal China Coast Guard/ CCG-5901 melintas sekitar 153 NM Timur Laut Pulau Bunguran (sebelah Timur garis batas landas kontinen Indonesia-Malaysia)," bunyi keterangan KRI Bontang yang menyertai video di Instagram.

"Setelah berhasil mendeteksi keberadaan CCG 5901, KRI Bontang-907 bergerak mendekati untuk kemudian melakukan shadowing sampai kapal China tersebut bergerak menjauh sekitar 33 NM dari landas kontinen Indonesia-Malaysia," terang KRI Bontang.

Dalam operasi itu, KRI Bontang turut didukung oleh pesawat udara P-8203 jenis NC212 milik TNI AL.

Meski bertugas sebagai kapal tanker atau pemasok BBM, KRI Bontang dilengkapi dengan sejumlah senjata. Antara lain adalah sepasang meriam kaliber 20 mm dan sepasang senapan mesin berkaliber 12,7 mm.

Monster China di Laut Natuna Utara

Sebelumnya diwartakan bahwa kapal patroli China CCG 5901 sudah terdeteksi di Laut Natuna Utara sejak 30 Desember 2022.
Menurut Reuters, CCG 5901 sering melintas dekat ladang gas milik Indonesia dan ladang gas Vietnam.

Kemunculan CCG 5901 di Laut Natuna Utara tak lama setelah Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc mencapai kesepakatan terkait ZEE di Laut China Selatan. Kesepakatan itu diraih setelah negosiasi selama 12 tahun.

Sementara pada awal Januari ini, pemerintah sudah menyepakati rencana pengembangan ladang gas Blok Tuna di Laut Natuna Utara dengan perusahaan asal Inggris.

Dipantau TNI AL

Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali pada pertengahan Januari mengatakan TNI juga sudah mengerahkan kapal perang, pesawat patroli dan drone untuk memantau pergerakan Monster China itu di sekitar Natuna.

"Kapal China itu belum melakukan aktivitas yang mencurigakan. Tetapi kami harus terus mengawasinya, karena dia pernah beberapa kali masuk ke ZEE Indonesia," terang Ali.

Sementara itu Kementerian Luar Negeri juga mengetahui tentang keberadaan kapal patroli terbesar China di Laut Natuna Utara. Kemlu bilang setiap kapal asing, sesuai hukum internasional, diizinkan melintasi Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) setiap negara, asal tidak melakukan aktivitas ekonomi.

“Selama mereka tidak melakukan aktivitas yang mengganggu hak daulat kita, hal itu masih dibolehkan dalam kerangka aturan hukum internasional karena yang melintas bukan hanya kapal China, tetapi juga ada kapal lain,” kata Jubir Kemlu Teuku Faizasyah, Kamis.

Sebelumnya Bakamla juga sudah mengirim kapal patroli terbesarnya KN Tanjung Datu untuk mengusir CCG 5901 dari Laut Natuna Utara.

Ketegangan di Natuna

Pada 2021 lalu sempat terjadi ketegangan di sekitar ladang gas Blok Tuna antara kapal patroli Indonesia dan China. Ketegangan terjadi setelah kapal pengeboran gas asal Prancis yang ditugaskan Indonesia tiba di Laut Natuna Utara pada akhir Juni, untuk melakukan eksplorasi.

Sebuah kapal patroli China segera mendekati lokasi tersebut, tetapi dibayang-bayangi oleh sebuah kapal patroli Bakamla.

Pemerintah China memprotes pengeboran tersebut. Beijing mengklaim pengeboran dilakukan di wilayahnya dan mulai mengirim kapal-kapal patrolinya ke lokasi tersebut sejak Agustus 2021.

Tetapi pada 25 September 2021, kapal induk Amerika Serikat USS Ronald Reagan juga ikut bergabung dalam ketegangan tersebut. Empat kapal perang China tak lama kemudian juga ikut berkumpul di sekitar lokasi tersebut.

Ketegangan antara kapal Indonesia dan kapal-kapal perang China itu mulai mereda setelah pengeboran rampung pada November 2021.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kapal Perang Terbesar Bakamla Segera Berhadapan dengan Kapal Patroli Monster China di Natuna

Kapal Perang Terbesar Bakamla Segera Berhadapan dengan Kapal Patroli Monster China di Natuna

Metro | Rabu, 18 Januari 2023 | 18:40 WIB

Pemerintah Akan Kirim Nota Diplomatik Jika Kapal Monster China Langgar Kedaulatan Indonesia di Natuna Utara

Pemerintah Akan Kirim Nota Diplomatik Jika Kapal Monster China Langgar Kedaulatan Indonesia di Natuna Utara

Metro | Jum'at, 20 Januari 2023 | 06:07 WIB

Laut Natuna Utara Disatroni Kapal Monster China, Pemerintah Belum Terima Laporan Pelanggaran

Laut Natuna Utara Disatroni Kapal Monster China, Pemerintah Belum Terima Laporan Pelanggaran

Metro | Kamis, 19 Januari 2023 | 22:47 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×