Bentrok Berdarah di Ukraina, Puluhan Tewas

admin

Rabu, 19 Februari 2014 | 19:37 WIB
Bentrok Berdarah di Ukraina, Puluhan Tewas
Kerusakan yang tampak di salah satu sudut Kiev, Rabu (19/2/2014) pagi. (Foto: BBC).

Suara.com - Bentrok berdarah terjadi di ibukota Ukraina, Kiev, pada Selasa (18/2/2014) waktu setempat, yang mencatatkan setidaknya 26 orang tewas serta ratusan lainnya luka-luka. Selain itu, terjadi kerusakan fisik pada sejumlah besar bangunan, jalan dan fasilitas umum lainnya.

Mirisnya, seperti dilaporkan BBC, kisruh dan bentrok ini tampak masih akan bersambung, karena pada Rabu (19/2/2014) ini, kepolisian Ukraina justru mulai menyatroni markas-markas kelompok pengunjuk rasa, dengan alasan untuk menuntaskan krisis tersebut.

Hal itu dilakukan terutama setelah Presiden Viktor Yanukovych menyalahkan para pemimpin oposisi atas bentrok terparah dalam beberapa bulan sejak awal krisis ini. Yanukovych menyampaikan hal itu seusai upaya dialog semalaman yang ternyata gagal, sekaligus meminta kelompok oposisi untuk "menjauh" dari kekuatan-kekuatan radikal.

Sementara itu, pihak Uni Eropa (UE) menyatakan bahwa mereka bersiap menyepakati adanya sanksi terhadap pihak-pihak di balik setiap "aksi represi". Sebaliknya, Pemerintah Rusia melontarkan pernyataan senada dengan Ukraina, menuding para pengunjuk rasa coba mewujudkan sebuah "pengambilalihan kekuasaan dengan kekerasan".

Aksi penyerbuan oleh polisi hari ini sendiri berlangsung sejak pukul 04.00 waktu setempat, diawali di Independence Square atau disebut juga Maidan, sebagai tempat yang diyakini menjadi basis pengunjuk rasa. Sejumlah tenda dibakar, sebelum kemudian meriam air dipergunakan. Berdasar laporan koresponden BBC, tampaknya kemudian polisi berhasil menguasai salah satu sudut kawasan itu, pertama kalinya sejak Desember lalu.

Rangkaian aksi protes sendiri diketahui berawal pada November lalu, saat Presiden Yanukovych menolak tindak lanjut kerja sama dan kesepakatan monumental dengan UE, demi berusaha untuk lebih dekat dengan Rusia.

Sementara dalam kejadian terbaru ini, ketegangan sudah dimulai pada Senin (17/2/2014) lalu, saat kelompok pengunjuk rasa mengakhiri pendudukan mereka atas kantor-kantor pemerintah guna mendapatkan pengampunan terhadap dakwaan hukum. Namun akhirnya, kekerasan meletup di luar gedung parlemen pada Selasa pagi, saat barisan pendukung pemerintah menghalang-halangi kelompok oposisi mengurangi kekuatan konstitusional sang Presiden.

Menurut laporan koresponden BBC pula, tidak begitu jelas apa yang jadi pemicu awal bentrok berdarah itu, dengan kedua belah pihak sampai saat ini masih saling menyalahkan. Kelompok pengunjuk rasa menyalahkan agen-agen pro-pemerintah yang jadi provokator (disebut "titushki") memulai kekerasan, sementara pihak pemerintah mengatakan pendukung radikal Sektor Kanan justru bertindak lebih dulu.

Faktanya, bentrok dan perkelahian lantas menyebar ke jalan-jalan di sekitarnya, sebelum aparat kepolisian kemudian menyerbu Independence Square pada Selasa malam.

Jumlah korban tewas dari kejadian ini sendiri sejauh ini dilaporkan sudah mencapai 26 orang, dengan perkiraan masih akan terus bertambah seiring munculnya laporan tambahan. Rinciannya adalah:

-Menurut Menteri Dalam Negeri, 10 di antara yang tewas adalah dari pihak kepolisian; dua di antaranya adalah polisi lalulintas.
-Setidaknya 14 di antara yang tewas dilaporkan adalah pengunjuk rasa; kebanyakan tewas di jalanan sekitar gedung parlemen.
-Seorang jurnalis yang bekerja untuk Vesti, sebuah suratkabar berbahasa Rusia, bernama Vyacheslav Veremyi, dilaporkan ditarik keluar dari sebuah taksi oleh sekelompok orang bertopeng dan ditembak.
-Ratusan orang dilaporkan harus dirawat karena terluka.

Kelompok pengunjuk rasa lantas melanjutkan dengan coba bertahan di wilayah mereka, dengan membakar ban-ban sebagai barikade, sementara tambahan pengunjuk rasa pun disebut masih akan datang memperkuat mereka. Sementara itu, salah sebuah gedung organisasi pekerja di mana banyak pengunjuk rasa berlindung, tampak terbakar, dan banyak orang bisa terlihat menuruni dindingnya untuk menyelamatkan diri.

Beberapa laporan lanjutan juga mengabarkan bahwa kerusuhan pun mulai muncul di wilayah lain di Ukraina. Terrmasuk di antaranya di kota-kota bagian barat seperti Lviv, Ivano-Frankivsk, serta Ternopil. (BBC)

Kronologi Krisis Ukraina:
-21 November 2013: Pemerintah Ukraina menunda persiapan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa (UE), yang lalu memicu aksi protes.
-30 November: Polisi anti huru-hara mengambil tindakan tegas terhadap pengunjuk rasa, melukai puluhan dan menambah rasa marah.
-17 Desember: Rusia sepakat membeli sukuk Pemerintah Ukraina dan memotong harga jual minyak ke negeri itu, yang juga kian mempengaruhi pandangan pengunjuk rasa.
-25 Desember: Kemarahan kembali meledak saat jurnalis yang juga aktivis anti-pemerintah, Tetyana Chornovol, dipukuli oleh aparat.
-19 Januari: Aksi protes berubah bentrok dan jadi kacau, dengan pengunjuk rasa membakar bus-bus polisi dan melemparkan bom molotov; polisi merespons dengan tembakan peluru karet, gas airmata dan meriam air. Sejumlah orang tewas beberapa hari berikutnya.
-18 Februari: Rangkaian bentrok memuncak, di mana sejumlah besar warga sipil dan petugas polisi dilaporkan tewas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kericuhan Demo 27 Agustus Seret Nama Hercules, Polisi Masih Dalami

Kericuhan Demo 27 Agustus Seret Nama Hercules, Polisi Masih Dalami

Video | Rabu, 02 September 2026 | 15:45 WIB

Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?

Pemerintah Telusuri 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Korban Penipuan atau Sukarela?

News | Rabu, 02 September 2026 | 11:03 WIB

Simpang Gramedia Jogja Memanas, Warga dan Massa Aksi Sempat Cekcok

Simpang Gramedia Jogja Memanas, Warga dan Massa Aksi Sempat Cekcok

News | Selasa, 01 September 2026 | 19:45 WIB

Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow

Rusia Jawab Tuduhan Intelijen Ukraina, WNI Jadi Tentara Bayaran Moskow

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:49 WIB

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

Dokumen Intelijen Ukraina: WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia Paling Muda Kelahiran 1997

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:52 WIB

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

Info A1 Intelijen Ukraina, Ini Dia 8 Nama WNI Jadi Tentara Bayaran Rusia

News | Selasa, 01 September 2026 | 14:30 WIB

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Anak-anak di Ukraina dan Bagaimana Perang Merenggut Masa Kecil Mereka

Your Say | Selasa, 01 September 2026 | 14:15 WIB

Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:41 WIB

Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

Bentrok TNI dan Suku Anak Dalam, FIAD Soroti Tentara Jadi 'Satpam Perusahaan'

News | Selasa, 01 September 2026 | 13:38 WIB

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

Intelijen Ukraina: Rusia Rekrut WNI Jadi Tentara Bayaran untuk Propaganda Seolah-olah Didukung Dunia

News | Selasa, 01 September 2026 | 11:20 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×