Jerman Larang Seorang Ayah Namai Puteranya "Wikileaks"

Liberty Jemadu | Suara.com

Jum'at, 04 April 2014 | 19:37 WIB
Jerman Larang Seorang Ayah Namai Puteranya "Wikileaks"
Ilustrasi Wikileaks (Shutterstock).

Suara.com - Seorang ayah di Jerman dilarang menamai anaknya "Wikileaks" karena pemerintah khawatir masa depan bayi baru lahir tersebut akan suram.

Hajar Hamalaw, wartawan yang meninggalkan Irak pada 2000 dan kini menetap di Passau, Jerman, tadinya ingin menamai puteranya "Wikileaks" karena organisasi itu banyak berpengaruh dalam hidupnya.

"Ini bukan nama biasa bagi saya, ia punya arti besar. Wikileaks telah mengubah dunia," kata ayah berusia 28 tahun itu.

"Bagi keluarga saya nama itu sinonim dengan kebenaran yang transparan. Puteri saya dinamai 'Diya' yang artinya cahaya kebenaran," imbuh dia.

Tetapi sayang kemauannya itu ditentang oleh pihak kantor catatan sipil Passau, sebuah kota konservatif di negara bagian Bavaria, Jerman.

"Dalam sebuah sesi pertemuan awal, kami sudah mengatakan kepada keluarga itu bahwa kami harus menolak nama tersebut karena mempertimbangkan keputusan-keputusan pengadilan sebelumnya," kata Karin Schmeller, juru bicara kota Passau.

Jerman memang tidak punya aturan yang melarang orang tua memberi nama tertentu untuk anak-anaknya, tetapi pengadilan bisa saja melarang nama tertentu jika dinilai membahayakan kesejahteraan anak di masa depan.

Sebelumnya pengadilan di Jerman pernah melarang sejumlah orang tua memberi anak mereka nama kontroversial seperti McDonald, Woodstock, Gramophon, dan Pappermint.

Adapun Hamalaw dan istrinya kemudian sepakat untuk mengubah nama putera mereka menjadi "Dako" di akta kelahirannya, tetapi para sahabat dan keluarga tetap menggil bocah kecil itu Wikileaks. (NBC News)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Assange: Wikileaks Akan Bocorkan Data Terbaru

Assange: Wikileaks Akan Bocorkan Data Terbaru

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 12:38 WIB

Terkini

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

Sebut Sumbar dan Jabar Suku Barbar, Abu Janda Resmi Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:42 WIB

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

Berkedok Toko Kosmetik, Dua Pengedar 210 Ribu Butir Obat Keras di Bekasi Diciduk Polisi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:37 WIB

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

Jakarta Siaga Hantavirus: 4 ABK dari Somalia Masuk RSUD Cengkareng, Begini Kondisinya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:34 WIB

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

Heboh Begal Pocong, Sosiolog UGM Ingatkan Publik Jaga Nalar: Ini Cipta Kondisi Ala Orba

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:28 WIB

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

Bakal Salat Idul Adha di Wisma KBRI Paris, Ini Agenda Kunjungan Prabowo di Prancis

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26 WIB

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

68 Ribu Hewan Kurban Disembelih di Jakarta, Bagaimana Pemprov DKI Pastikan Dagingnya Aman?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:15 WIB

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

Usut Suap Bea Cukai, KPK Bedah Misteri Kontainer yang Mengendap 30 Hari di Tanjung Emas

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 17:03 WIB

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

Kabar Gembira! 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni, Gus Ipul Siapkan Lowongan bagi 8.000 Tenaga Pendidik

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:48 WIB

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

Tepis Isu Pesanan, Dasco Tegaskan Revisi UU Polri Bukan Demi Jabatan Kapolri

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:21 WIB

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

Konflik Papua Tak Kunjung Usai, Komnas HAM Desak Tiga Pihak Ini Segera Duduk Bersama

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 16:17 WIB