Soal Koalisi, Jokowi: Pesan Ketum, Makin Banyak Pertemuan Makin Baik

Arsito Hidayatullah

Kamis, 10 April 2014 | 20:11 WIB
Soal Koalisi, Jokowi: Pesan Ketum, Makin Banyak Pertemuan Makin Baik
Joko Widodo saat mengunjungi posko JKW4P di Jakarta, Kamis (3/4/2014).[suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pagi tadi Ketua Umum (Ketum) DPP PDIP Megawati Soekarnoputri telah memberikan pesan singkat ke telepon genggamnya. Pesan tersebut menurutnya berkaitan dengan perintah penjajakan untuk berkoalisi.

"Tadi pagi di-SMS (Ketum). Makin banyak pertemuan makin baik. Karena telah disampaikan oleh Bu Ketum, bahwa PDI Perjuangan ini terbuka untuk kerja sama dengan partai yang punya platform yang sama," kata Jokowi, di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (10/4/2014).

Namun, Jokowi mengaku, hingga saat ini belum mengetahui platform partai lain yang memiliki kesamaan dengan PDIP. Oleh karena itu menurutnya, perlu penjajakan yang harus dilakukan dalam beberapa kali pertemuan. Meski begitu, Jokowi punya beberapa kesimpulan soal kedekatan dengan beberapa partai lain.

Dengan Partai Nasdem, Jokowi mengakui jika partai tersebut memiliki ideologi yang mirip, yaitu sama-sama nasionalis. "Selain itu, persentase suaranya lumayan gede," kata Jokowi.

Namun, ketika disebut bahwa Partai Nasdem memiliki keuntungan lebih lantaran memiliki media, Jokowi hanya tertawa. "Hahaha. Kita masang iklan tiga hari pun bayar. Gimana sih? Keuntungan apa?" katanya.

Sementara soal PKB, Jokowi mengakui memiliki kedekatan dengan Ketua Umumnya, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Jokowi mengatakan, tidak hanya dirinya, Megawati dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDIP, Tjahjo Kumolo, pun sudah bertemu dengan Cak Imin.

"Ya, memang dekat. Dari dulu juga dekat. Personal juga dekat," katanya.

Lalu, dengan Partai Golkar termasuk Ketua Umum-nya Aburizal Bakrie, Jokowi juga mengaku sudah bertemu. Pertemuan tersebut menurutnya dilakukan pada sebuah acara di salah satu stasiun televisi, tadi malam.

"Tadi malam sudah gitu kok. 'Mas, nanti segera bertemu ya. Ya, atur waktu'," tutur Jokowi menirukan pembicaraan keduanya tadi malam.

Sedangkan mengenai Partai Gerindra dan Ketua Dewan Pembinanya, Prabowo Subianto, Jokowi sedikit saja berbicara. Dia hanya menjawab dengan nada pelan, ketika ditanya apakah sudah ada pertemuan dengan Partai Gerindra atau Prabowo.

"Belum ada," katanya.

Yang jelas, menurut Jokowi pula, skenario koalisi dengan partai-partai tersebut, sejauh ini belum bisa disimpulkan. Menurutnya, masih perlu beberapa pertemuan lagi untuk menentukan koalisi yang tepat antara partai-partai tersebut. Namun, pada prinsipnya, Jokowi mengatakan bahwa koalisi yang akan dibangun terbuka untuk partai mana pun.

"Kita kan inginnya bertemu terus, baru tentukan. Dengan keputusan kan. Mosok bertemu baru sekali, masa langsung seperti itu. Dan saya kira, semua partai ketemu dulu dengan partai lain. Nggak mungkin ketemu cuma dengan satu-dua partai," tukasnya.

Jokowi menjelaskan, koalisi yang dimaksud pihaknya juga bukan berarti harus bagi-bagi jatah kursi menteri. Menurutnya, Indonesia menganut sistem presidensial, karena itu koalisinya pun harusnya bergaya kerja sama.

"Ini sistem presidensil. Ya kan. Jadi yang namanya bagi-bagi kursi, bagi-bagi menteri, itu hanya ada di koalisi parlementer. Koalisi itu, misalnya, kalau kamu 20 persen, dapat jatah menteri 8 misalnya. Lalu kalau 10 persen, ya jatahmu 5 kursi. Tapi kan kita tidak. Karena kita presidensial, kerja sama. Kalau bareng-bareng, ya, harus mau kerja sama," tandas Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Prabowo: Koalisi Pemerintah Sudah Buktikan Kinerja, Kekayaan RI Tak Lagi Dibiarkan Kabur

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 08:25 WIB

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:11 WIB

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

Peresmian LRT Pertemukan Prabowo dan Pramono, PDIP: Soal Pilpres Masih Terlalu Pagi

News | Kamis, 17 September 2026 | 20:11 WIB

PKB Tak Keberatan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

PKB Tak Keberatan Ambang Batas Parlemen 5 Persen

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:59 WIB

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

Kawal Data Desil Bermasalah, KWJK Bakal Geruduk Kemensos Selama Sepekan

News | Kamis, 17 September 2026 | 19:46 WIB

Aksi Nyentrik Roy Suryo di Sidang Perdana: Bawa Wayang Petruk hingga Pamer Kaos Gambar Jokowi

Aksi Nyentrik Roy Suryo di Sidang Perdana: Bawa Wayang Petruk hingga Pamer Kaos Gambar Jokowi

News | Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Jalani Sidang Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Opsi Restorative Justice

Jalani Sidang Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo Tolak Opsi Restorative Justice

News | Kamis, 17 September 2026 | 16:31 WIB

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:25 WIB

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

Zulhas Sampai Ucap 'Hoaks' Tiga Kali! Bantah Prabowo Kumpulkan Ketum Parpol Bahas RUU Pemilu

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×