Terpidana Mati Kasus Pemurtadan Lahirkan Anak di Penjara

Ruben Setiawan

Rabu, 28 Mei 2014 | 14:07 WIB
Terpidana Mati Kasus Pemurtadan Lahirkan Anak di Penjara
Ilustrasi perempuan dalam penjara. (Shutterstock)

Suara.com - Perempuan Sudan yang divonis hukum gantung lantaran menikahi lelaki beda agama akhirnya melahirkan bayi yang dikandungnya. Oleh pengadilan, perempuan itu diizinkan merawat bayinya selama dua tahun sebelum menjalani hukuman mati.

Meriam Yahya Ibrahim melahirkan si jabang bayi di rumah sakit penjara tempat ia ditahan selama ini pada hari Selasa (27/5/2014).

"Dia (si bayi) baik-baik saja, demikian pula dengan Meriam," kata Muhammad Abdelnabi, pengacara Meriam saat dihubungi Fox News melalui telepon.

Menurut Abdelnabi, bayi berjenis kelamin perempuan itu akan diberi nama Maya. Dia menambahkan, Daniel Wani, sang suami, mencoba mengunjungi istri dan bayinya, namun tidak diperbolehkan.

Sebelumnya diberitakan, Meriam divonis bersalah atas pemurtadan. Dirinya diadili karena berpindah agama setelah menikahi Daniel, yang beragama Kristen. Pengadilan sempat memberikan waktu empat hari bagi Meriam untuk kembali memeluk agama sebelumnya supaya tuntutan atas dirinya dicabut. Namun, Meriam menolak.

"Saya tidak pernah menjadi Muslim," belanya kepada hakim.

"Saya dibesarkan secara Kristen sejak lahir," imbuhnya.

Memang, ayah Meriam adalah seorang Muslim. Namun, sang ibu adalah pemeluk agama Kristen Ortodoks asal Ethiopia.

Meriam mendekam di penjara sejak akhir bulan Februari lalu. Dirinya membawa serta putra pertamanya, Martin, yang masih berusia 20 bulan.

Pengadilan di Khartoum, Sudan mengizinkan Meriam merawat bayinya selama dua tahun sebelum dirinya menjalani hukuman mati. Namun, tetap saja, setelah melahirkan, Meriam harus terlebih dahulu dicambuk 100 kali sebagai hukuman atas zina, karena menikahi seorang lelaki Kristen. Dia dituduh berzina lantaran pernikahan mereka tidak sah secara hukum Islam.

Hal ini memicu kritik dari dunia internasional. Amnesti Internasional, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) dan para anggota parlemen AS mengecam vonis tersebut. Mereka menyebutnya sebagai pelanggaran kebebasan beragama. (Fox News)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terpidana Mati Kasus Pemurtadan Diizinkan Lahirkan Anak Sebelum Eksekusi

Terpidana Mati Kasus Pemurtadan Diizinkan Lahirkan Anak Sebelum Eksekusi

News | Sabtu, 17 Mei 2014 | 05:31 WIB

Sudan Hukum Mati Warganya Karena Nikahi Pasangan Beda Agama

Sudan Hukum Mati Warganya Karena Nikahi Pasangan Beda Agama

News | Rabu, 14 Mei 2014 | 19:56 WIB

Terkini

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

Korban Pembunuhan di Madiun Dicibir Pelakor, Aktivis Perempuan: Memangnya Boleh Dibunuh?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:03 WIB

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

nubia dan Smartfren Siapkan Paket Unlimited 5G, Ini Fitur nubia A77 5G

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:01 WIB

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Tim Futsal SMA Terbaik Berebut Gelar Juara

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Polres Bogor Usut Kasus Penyerangan Bobotoh Usai Tonton Persib

Video | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

Viral Video! Kelakuan Anggota Dewan, Berawal Saling Hina Lalu Baku Pukul saat Sidang

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:57 WIB

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:49 WIB

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

Mahasiswa Serbia Bersih-Bersih Institusi, Kepala Intelijen hingga Direktur Polisi Dipaksa Mundur

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Kemenhub Ungkap 39 Persen Keterlibatan Kecelakaan Lalu Lintas Berasal dari Usia Pelajar

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

Korban Pembunuhan di Madiun Disudutkan karena Status Istri Siri, Aktivis Desak Edukasi Publik

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 18:38 WIB

×