Tim Hukum Jokowi Minta Bawaslu Cepat Respon Kasus Babinsa

Siswanto

Jum'at, 06 Juni 2014 | 13:55 WIB
Tim Hukum Jokowi Minta Bawaslu Cepat Respon Kasus Babinsa
Badan Pengawas Pemilu. [suara.com/Bagus Santosa]

Suara.com - Tim hukum pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) melaporkan adanya kasus anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) di Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang terlibat pendataan dan mengarahkan dukungan kepada pasangan capres dan cawapres tertentu, ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Jumat (6/6/2014).

Laporan tim hukum kepada Bawaslu didasarkan pada pemberitaan media massa. "Kalau menurut pemberitaan, kejadian itu di daerah Cideng, Koramil di situ," kata anggota tim hukum, Sirra Prayuna.

Sirra dimintai keterangan anggota Bawaslu selama satu jam, di antaranya tentang bagaimana, kapan, dan siapa anggota Babinsa itu.

"Lalu bagaimana cara perbuatan itu dilakukan, artinya lebih kepada soal saya memberikan gambaran pada soal hal itu, saya mengutip dari beberapa media. Kalau secara langsung saya memang nggak ngerti pola yang dipakai," kata Sirra.

Sirra berharap Bawaslu cepat menindaklanjuti laporan ini. Sirra menduga, aksi semacam itu dilakukan secara sistematis, masif, dan terukur.

Sirra menambahkan tim Jokowi-JK telah membentuk tim dan posko pengaduan, terutama keterlibatan anggota TNI aktif dalam memenangkan capres tertentu.

Di Jakarta Pusat, posko pengaduan, antara lain didirikan di Jalan Majapahit. Di daerah-daerah lain juga didirikan posko serupa.

"Kami sudah membentuk tim untuk posko pengaduan, setiap warga negara yang diintervensi oleh kekuatan politik yang tidak dibolehkan undang-undang untuk melakukan serangkaian tindakan baik dengan alasan apapun untuk segera mengadu ke pusat pengaduan tim pemenangan hukum, tim hukum kampanye Jokowi-JK," katanya.

Sebelum melaporkan ke posko, Sirra mengimbau masyarakat mengidentifikasi nama, institusi, dan bila perlu NRP anggota TNI. Selain itu, bentuk intervensi dan pola kerjanya.

"Teman-teman (pemenangan Jokowi-JK) sudah bergerak untuk mendeteksi monitoring kemudian mengumpulkan daripada berbagai laporan-laporan seperti ini," katanya.

Seperti diketahui, anggota TNI/Polri yang masih aktif dilarang ikut politik praktis. Presiden SBY juga sudah mengingatkan agar prajurit aktif, mulai dari bawahan sampai petinggi, harus netral di pemilu presiden.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengacara Jokowi Laporkan Anggota Koramil Jakarta Pusat ke Bawaslu

Pengacara Jokowi Laporkan Anggota Koramil Jakarta Pusat ke Bawaslu

News | Kamis, 05 Juni 2014 | 20:39 WIB

Terkini

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:48 WIB

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

Clara Shinta Ogah Damai dengan Mantan Suami, Proses Hukum Jalan Terus

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:32 WIB

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

Wacana Penderita TBC Jadi Penerima MBG Ditolak DPR, Dinilai Berpotensi Sebarkan Penyakit

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:25 WIB

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

Bukan Copet, Transjakarta Ungkap Fakta Penumpang Ngamuk di Koridor 5 yang Viral

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:23 WIB

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

DPR Ungkap Dana Transfer Daerah 2027 Disunat Rp300 Triliun, Gaji PPPK Terancam Macet

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:19 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

LPSK Siap Lindungi Korban Lain Taufik Hidayat: Jangan Takut, Segera Lapor!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:33 WIB

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

Terpilih dari 600 Pendaftar, 9 Siswa Indonesia Lanjut Kuliah ke Jepang dengan Beasiswa Penuh

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:28 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB