Suara.com - Aldo (6), anak Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, hidup tanpa anus hingga kesulitan buang air besar.
Kelainan atresia yang ia alami membuatnya membuang kotoran lewat perut selama bertahun-tahun.
"Saya sangat sedih dan prihatin melihat kehidupan Aldo dan keluarganya yang terlihat susah dan hidup pas-pasan hingga tidak bisa membiayai perobatan anaknya karena itu sudah saatnya pemerintah setempat memberikan bantuan," kata Hendri, salah satu warga Taluk Hendranto (34), di Taluk, Senin (9/6/2014).
Ia menambahkan Aldo sudah saatnya dibantu semua pihak, apalagi untuk pengobatannya memerlukan biaya besar. Keluarga Aldo yang miskin berharap bupati Kuantan Singingi peduli nasib Aldo.
"Saya melihat setiap hari Aldo kesakitan, terkadang menetes air mata melihat nasibnya," kata Hendri.
Kedua orang tua bocah malang itu, Sahrir dan Minesti, hanya mengandalkan hidup dari kerja serabutan dengan penghasilan tidak seberapa.
Mereka memang memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), namun tetap saja kesulitan mendapatkan pengobatan yang layak, khususnya bila dihadapkan pada mahalnya biaya, kata Hendri.
"Balita berusia enam tahun ini hidup dengan saluran usus yang menggantung di luar tubuhnya beberapa sentimeter," katanya.
Meski dengan biaya seadanya, kedua orang tua Aldo nekad membawa Aldo ke rumah sakit di Pekanbaru beberapa tahun lalu untuk dioperasi.
Proses operasi memang berjalan. Namun pascaoperasi, Aldo tidak mendapat perawatan yang layak karena biayanya puluhan juta rupiah.
Minesti, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (7/6/14), mengatakan sangat berharap uluran tangan semua pihak.
Aldo dan keluarganya tinggal di sebuah rumah kontrakan di sebuah kawasan yang tidak terlalu nyaman untuk ditinggali. (Antra)