Dokumen Pemecatan Beredar, Prabowo Didzalimi?

Siswanto | Suara.com

Selasa, 10 Juni 2014 | 12:42 WIB
Dokumen Pemecatan Beredar, Prabowo Didzalimi?
Calon Presiden Prabowo Subianto. [Antara/Seno]

Suara.com - Letnan Jenderal (Purnawirawan) Suryo Prabowo mengaku justru senang dengan beredarnya risalah rekomendasi pemecatan Pangkostrad Letnan Jenderal Prabowo Subianto dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI/TNI) karena justru akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa Prabowo tidak bersalah.

"Malah saya seneng. Karena akan menunjukkan bahwa Prabowo didzalimi. Ini menjadi lebih jelas Prabowo tidak bersalah," kata mantan Kepala Staf Umum Markas Besar TNI itu kepada suara.com, Selasa (10/6/2014).

Dokumen yang menyebar di media sosial tersebut ditandatangani Ketua DKP Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo (waktu itu Kepala Staf Angkatan Darat). Enam anggota DPK yang ikut tanda tangan adalah Letnan Jenderal TNI Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Agum Gumelar, Letjen Arie J. Kumaat, dan Letjen Susilo Bambang Yudhoyono. Surat itu bernomor KEP/03/VIII/1998/DKP.

"Itu mengada-ada karena DKP itu harusnya ada setelah ada putusan pengadilan. Kalau itu dibuka isinya dilakukan setelah ada vonis pengadilan, tapi itu belum ada," kata Suryo yang menjadi anggota Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo – Hatta Rajasa di Jawa Tengah.

Suryo yang mengaku kenal dekat dengan Prabowo selama 42 tahun itu mengatakan bahwa selama ini tidak pernah ada pemecatan terhadap Prabowo dari kesatuannya.

Prabowo, katanya, diberhentikan dengan hormat dan diberikan hak pensiun. Jasa-jasa Prabowo, kata SUryo, juga diakui.

"Intinya, Prabowo tidak pernah terkait dengan hal-hal yang menyangkut kerusuhan 98," kata Suryo.

Menurut Suryo penyebaran dokumen rekomendasi pemecatan tersebut hanyalah dilakukan oleh lawan Prabowo. Tujuannya, kata dia, untuk mendiskreditkan Prabowo yang kini menjadi calon presiden RI.

Lebih jauh Suryo menilai dengan menyebarnya dokumen rekomendasi tersebut, justru memberikan pengaruh positif kepada Prabowo. Kasus ini, kata dia, akan menunjukkan bahwa semua tuduhan terhadap Prabowo tidak betul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Apresiasi Niat Capres Perkuat KPK

KPK Apresiasi Niat Capres Perkuat KPK

News | Selasa, 10 Juni 2014 | 11:25 WIB

Kejutan Jokowi di Akhir Debat Capres-Cawapres

Kejutan Jokowi di Akhir Debat Capres-Cawapres

News | Senin, 09 Juni 2014 | 22:37 WIB

JK Tanya tentang HAM, Prabowo Jawab soal Ancaman Bom

JK Tanya tentang HAM, Prabowo Jawab soal Ancaman Bom

News | Senin, 09 Juni 2014 | 22:30 WIB

Terkini

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:13 WIB

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:08 WIB

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 19:02 WIB

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:22 WIB

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

Normalisasi Sungai Terdampak Bencana Jadi Prioritas Satgas PRR

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:15 WIB

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

Sembari Menunggu Data Rampung, Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Pemulihan Sumatera

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 18:08 WIB

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Namanya Dicatut dalam Isu Sensitif, Menteri HAM Pigai Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:59 WIB

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Kuliti Peran Gus Yaqut dan Gus Alex

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:30 WIB

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

Ketua Satgas Dorong Percepatan Pemulihan Bencana Sumatra melalui Sinergi Antar Daerah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:26 WIB

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

WN Irak Bunuh Cucu Mpok Nori di Cipayung, Terancam Penjara Seumur Hidup

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:25 WIB